Advertisement

Kata Dokter: Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Alami Depresi?

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   22 Februari 2022

“Ibu rumah tangga ternyata kerap mengalami depresi. Alasannya banyak, bisa karena peristiwa traumatis atau menegangkan yang mereka alami seperti kehamilan dan melahirkan, atau terkait peran mereka di masyarakat yang kerap diremehkan. Jika kamu melihat ibu rumah tangga mengalami beberapa gejala depresi, sebaiknya segera berikan perawatan yang tepat.”

Kata Dokter: Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Alami Depresi?Kata Dokter: Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Alami Depresi?

Halodoc, Jakarta – Sudah bukan rahasia lagi bahwa ternyata wanita jauh lebih berisiko untuk alami depresi daripada pria. Ini juga berlaku untuk semua wanita tanpa terkecuali dan tidak memandang ras, mulai dari wanita pekerja hingga ibu rumah tangga. 

Depresi dapat memengaruhi setiap aspek kehidupan ibu rumah tangga, termasuk kesehatan fisik, kehidupan sosial, hubungan, karier dan rasa harga diri. Kondisi ini pun diperumit oleh faktor-faktor seperti hormon reproduksi, tekanan sosial, dan respons unik wanita terhadap stres.

Namun, penting untuk mengetahui bahwa ibu tidak sendirian. Depresi juga dapat diobati dan ada banyak hal yang dapat ibu lakukan untuk membuat diri merasa lebih baik.

Alasan Ibu Rumah Tangga Mudah Alami Depresi

Salah satu alasan mengapa ibu rumah tangga mudah mengalami depresi adalah terkait peran sosial mereka di masyarakat. Para ahli setuju bahwa wanita yang menjadi ibu rumah tangga mungkin menemukan peran mereka kerap kali diremehkan oleh masyarakat. Sementara itu, perempuan yang mengejar karir di luar rumah juga tetap akan menghadapi diskriminasi dan ketimpangan pekerjaan atau mungkin merasakan konflik internal terkait perannya sebagai istri, ibu, dan pekerja. 

Mendapatkan peran sosial yang diimpikan seperti yang didapatkan para pria telah dikaitkan dengan seberapa baik orang mengatasi stres dan efek stres terhadap kesehatan mereka. Para peneliti telah menemukan bahwa sosialisasi semacam itu bermanfaat bagi pria dalam hal kesehatan secara keseluruhan.

Wanita Juga Rentan Alami Peristiwa Mengerikan Sepanjang Hidup Mereka

Selain itu, sepanjang hidup, wanita juga mungkin mengalami peristiwa kehidupan yang lebih menegangkan. Beberapa perubahan tersebut antara lain:

  • Perubahan fisik saat pubertas, yang bisa membuat mereka merasa minder karena merasa berbeda. 
  • Mengalami gejala sindrom pra menstruasi yang membuat emosi mereka bergejolak akibat perubahan hormon.
  • Kehamilan yang juga menyebabkan perubahan hormon dan perubahan bentuk tubuh.
  • Melahirkan dan proses menyusui yang mungkin terasa lebih sulit pada awalnya sehingga bisa berisiko menyebabkan baby blues atau depresi akibat merasa kewalahan akibat mengurus anak.
  • Menopause yang juga menyebabkan perubahan hormon yang kemudian bisa memengaruhi suasana hati mereka.

Studi terhadap wanita dewasa telah menemukan bahwa wanita lebih mungkin mengalami depresi daripada pria sebagai respons terhadap peristiwa kehidupan yang penuh tekanan ini. Tingkat prevalensi depresi juga cenderung cukup konsisten secara global, yang mungkin menunjukkan bahwa pengaruh biologis memainkan peran terbesar. Sementara faktor-faktor seperti status sosial ekonomi, pendidikan, ras, diet, dan budaya adalah pengaruh sekunder.

Tanda dan Gejala Depresi pada Ibu Rumah Tangga

Gejala depresi pada wanita bervariasi dari ringan hingga berat (depresi berat) dan dibedakan berdasarkan dampaknya terhadap kemampuan tubuh untuk berfungsi. Tanda-tanda umum depresi meliputi:

  • Perasaan tidak berdaya dan putus asa. Pengidapnya merasa seolah-olah tidak ada yang akan menjadi lebih baik dan tidak ada yang dapat ia lakukan untuk memperbaiki situasi;
  • Ia tidak peduli lagi dengan hobi, hiburan, dan aktivitas sosial sebelumnya yang dulu disukai;
  • Perubahan nafsu makan sering menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan atau penambahan berat badan;
  • Perubahan pola tidur;
  • Merasa marah, gelisah, gelisah;
  • Merasa lelah, lesu, dan kehabisan energi;
  • Kesulitan berkonsentrasi, membuat keputusan, atau mengingat sesuatu;
  • Peningkatan rasa sakit dan nyeri, termasuk sakit kepala, kram, nyeri payudara, atau kembung;
  • Pikiran bunuh diri.

Jika kamu atau orang terdekat ada yang mengalami gejala ini, ada baiknya untuk bertanya pada psikolog di Halodoc mengenai penanganan yang tepat. Psikolog dan psikiater di Halodoc akan selalu siaga memberikan saran kesehatan yang dibutuhkan. Ambil smartphone-mu sekarang dan download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Help Guide. Diakses pada 2022. Depression in Women.
Very Well Mind. Diakses pada 2022. Why Depression Is More Common in Women Than in Men.