Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Terjadinya Hepatitis
“Hepatitis merupakan peradangan pada liver yang disebabkan karena infeksi virus. Meski begitu, masalah kesehatan ini juga bisa terjadi karena kondisi lain, misalnya konsumsi alkohol berlebihan, masalah autoimun, dan efek dari konsumsi obat tertentu.”

Halodoc, Jakarta – Hepatitis termasuk dalam kategori penyakit yang mudah menular. Penyakit ini bisa terjadi pada seseorang hingga tahap akut maupun kronis.
Apabila tidak segera melakukan penanganan, komplikasi serius dan membahayakan bisa terjadi, misalnya kanker hati, sirosis, dan gagal hati.
Saat berada pada fase awal, pengidap penyakit ini sering kali tidak akan merasakan adanya gejala hingga terjadi kerusakan dan masalah pada fungsi hati.
Kasus yang terjadi karena infeksi virus umumnya baru akan menunjukkan gejala setelah masa inkubasi terlewati. Maka dari itu, lebih baik mengurangi kebiasaan yang memicu kondisi ini daripada menjalani perawatannya setelah terkena penyakit.
Hal yang Meningkatkan Risiko Tertular Hepatitis
Selain karena infeksi virus, hepatitis juga bisa terjadi karena kebiasaan yang seseorang lakukan sehari-hari. Beberapa kebiasaan tersebut, antara lain:
1. Mengonsumsi alkohol berlebihan
Hepatitis yang terjadi karena alkohol sedikit berbeda dengan yang terjadi karena karena infeksi. Hal ini bisa terjadi jika seseorang mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dan waktu yang lama.
Konsumsi alkohol yang tidak terkontrol mengakibatkan hati mengalami peradangan, sehingga sel hati lama-kelamaan mengalami kerusakan secara permanen. Akhirnya, fungsi hati pun akan terganggu.
Apabila tidak segera ditangani, kondisi tersebut bisa berkembang lebih buruk menjadi sirosis dan gagal hati.
Oleh karena itu, sebaiknya batasi konsumsi alkohol atau jangan minum alkohol sama sekali jika memungkinkan. Jumlah konsumsi alkohol seharusnya tidak melebihi satu gelas per hari.
2. Konsumsi obat tertentu
Beberapa obat-obatan yang kamu konsumsi bisa berdampak peradangan pada organ hati. Terlebih jika kamu mengonsumsinya melebihi dosis yang dokter anjurkan. Hepatitis bisa terjadi ketika kandungan dalam obat tertentu menyebabkan inflamasi pada hati.
Selain itu, tugas hati untuk menghancurkan jenis obat tertentu di dalam tubuh. Jika ada terlalu banyak obat di aliran darah, hati memiliki kesulitan untuk melakukan tugasnya dan hati akan rusak.
Dalam mayoritas kasus hepatitis karena hal ini, obat telah pengidap konsumsi selama beberapa bulan sebelum berdampak pada hati.
Adapun jenis-jenis obat yang bisa menyebabkan kondisi ini, antara lain:
- Obat mengandung asetaminofen.
- NSAIDS atau obat non steroid anti inflamasi.
- Steroid anabolik.
- Antibiotik tertentu untuk mengatasi infeksi bakteri.
- Kontrasepsi oral.
- Statin.
- Antibiotik jenis sulfa.
- Obat anti-epilepsi tertentu.
Sebaiknya, apabila kamu mengonsumsi obat-obatan rutin, selalu berada di bawah pengawasan dokter, ya! Tanyakan dokter di Halodoc untuk mengetahui lebih lanjut terkait informasi ini.
3. Mengidap penyakit autoimun
Penyakit ini juga bisa terjadi pada pengidap autoimun. Kondisi ini membuat sistem imunitas tubuh salah mengartikan sel sehat dalam tubuh sehingga akan menyerang sel sehat alih-alih melindunginya. Akibatnya, timbul peradangan dan terjadi kerusakan sel organ hati.
Hepatitis karena penyakit autoimun terbagi menjadi tipe satu dan tipe dua. Tipe satu adalah tipe hepatitis autoimun yang paling umum dan bisa terjadi pada segala umur. Sedangkan, hepatitis autoimun tipe dua paling sering terjadi pada anak kecil dan remaja.
Faktor Risiko Hepatitis
Selain itu, beberapa hal berikut ini juga meningkatkan risiko seseorang mengalami hepatitis. Adapun kebiasaan yang harus kamu hindari antara lain:
- Tidak menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
- Mengonsumsi makanan yang tidak dimasak dengan matang.
- Berbagai pemakaian barang-barang pribadi dengan orang lain.
- Melakukan hubungan intim tanpa menggunakan pengaman, terlebih pada pengidap hepatitis.
- Menerima transfusi darah tanpa melakukan pemeriksaan medis terlebih dahulu.
Itulah kebiasaan yang bisa meningkatkan risiko hepatitis dan harus kamu batasi. Kalau kamu merasakan gejala tertentu, kamu juga bisa mencari tahu tentang Berbagai Skrining Hepatitis yang Perlu Diketahui.
Menjaga kebersihan diri adalah bentuk upaya untuk mencegah terinfeksi hepatitis. Kamu bisa memulainya dengan memilih sabun yang tepat. Pilihlah sabun Lifebuoy Anti Bacterial Body Wash Total 10, yang memberikan perlindungan hingga 10 kali lebih kuat dari sabun lain, untuk melindungi keluarga dari kuman penyebab penyakit.
Dengan kandungan Activ Silver+ formula, Lifebuoy Anti Bacterial Body Wash Total 10 dapat mendukung daya tahan alami kulit, dan melawan 99.9 persen kuman berbahaya. Jadi, Lifebuoy Antibacterial Body Wash Total 10 merupakan pilihan terbaik untuk kebersihan tubuhmu.
Tak hanya itu, dengan membeli produk Lifebuoy di Halodoc, kamu juga bisa mendapatkan diskon sampai dengan 50.000 rupiah.
Tunggu apa lagi? Ayo download Halodoc sekarang juga!


