• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kecanduan Alkohol Tingkatkan Risiko Fibrilasi Atrium
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kecanduan Alkohol Tingkatkan Risiko Fibrilasi Atrium

Kecanduan Alkohol Tingkatkan Risiko Fibrilasi Atrium

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 08 Januari 2021
Kecanduan Alkohol Tingkatkan Risiko Fibrilasi Atrium

Halodoc, Jakarta - Sah-sah saja untuk mengonsumsi alkohol asalkan tidak berlebihan. Saat hal tersebut menjadi kebiasaan, bukan tidak mungkin kamu mengalami kecanduan alkohol. Semua orang tahu jika kandungan alkohol dapat menimbulkan dampak buruk pada tubuh, terlebih lagi jika terlalu banyak. Salah satu gangguan yang dapat terjadi akibat kebiasaan buruk ini adalah fibrilasi atrium. Untuk mengetahui lebih lengkapnya, baca ulasan di sini!


Fibrilasi Atrium Akibat Kecanduan Alkohol


Fibrilasi atrium merupakan gangguan irama pada jantung yang paling umum ditemukan pada pecandu alkohol. Saat kelainan pada jantung ini terjadi, dua ruang atas jantung yang dikenal sebagai aritria, mulai bergetar dan berdetak tidak normal. Akibatnya, darah tidak dipompa keluar sepenuhnya ke ventrikel dan dua ruang besar jantung.


Jika darah tidak dipompa dengan baik oleh jantung, maka darah dapat menggenang dan akhirnya mulai menggumpal. Saat sebuah gumpalan kemudian mengalir ke otak, risiko seseorang untuk mengalami stroke dapat meningkat. Diperkirakan sebanyak 15 persen dari semua stroke terjadi pada orang dengan fibrilasi atrium.


Faktanya, konsumsi alkohol dalam takaran yang tepat mungkin masih aman untuk dikonsumsi. Peningkatan risiko fibrilasi atrium tergantung pada berapa banyak yang kamu minum. Risiko gangguan irama pada jantung terhadap seseorang yang mengalami kecanduan alkohol bergerak searah.


Baca juga: Fibrilasi Atrium Picu Terjadinya Stroke, Kok Bisa?


Selain itu, terdapat hubungan kuat antara minum satu hingga tiga gelas sehari dengan risiko gangguan fibrilasi atrium. Kamu juga harus memastikan kadar alkohol dari minuman yang dikonsumsi, karena setiap jenisnya kemungkinan memiliki tingkat yang berbeda. Pastikan untuk mengonsumsi hanya satu atau dua gelas dalam sehari. Ini juga dapat dilakukan meski seseorang telah didiagnosis gangguan irama jantung tersebut.


Perubahan gaya hidup yang berkelanjutan harus benar-benar dilakukan pada seseorang yang ingin menghentikan kecanduan alkohol. Penghentian atau pengurangan dari asupan alkohol harus dilakukan untuk menurunkan risiko dari masalah kesehatan jantung ini. Alternatif lainnya adalah membuat batasan per minggunya seberapa banyak konsumsi alkohol yang boleh dikonsumsi. Diskusikan hal tersebut dengan ahli medis.


Jika kamu ingin memastikan kesehatan tubuh dari kebiasaan mengonsumsi alkohol selama ini, pemesanan pemeriksaan fisik di rumah sakit dapat dipesan melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa memilih pemeriksaan apa saja yang ingin dilakukan hingga lokasi rumah sakit yang terdekat. Cukup dengan download Halodoc, kemudahan dalam akses kesehatan ada dalam genggamanmu!


Baca juga: Ini Dampak Negatif Kecanduan Alkohol pada Tubuh


Terapkan Keseimbangan dalam Minum Alkohol


Untuk menghindari terjadinya kecanduan alkohol, pembatasan konsumsi minuman yang memabukkan tersebut perlu dilakukan. Kebanyakan orang kesulitan untuk berhenti, cara paling ampuhnya adalah menjaga keseimbangan saat mengonsumsinya. Takaran cukup terkait konsumsi alkohol pada pria adalah dua gelas sehari dan satu gelas untuk wanita. Saat sudah mengidap fibrilasi atrium, dokter memastikan kamu benar-benar menguranginya.


Jika kamu ingin diet alkohol atau mengurangi risiko kecanduan alkohol tanpa cara yang drastis, lakukanlah beberapa tips ini:


  • Tetapkan hari bebas alkohol. Pesta minum jelas adalah ide yang buruk. Dokter biasanya akan merekomendasikan untuk mengambil dua atau tiga hari dalam seminggu tanpa alkohol untuk menghilangkan stres pada hati. 


  • Perhatikan tekanan darah. Saat kamu hidup dengan kondisi jantung yang berisiko, kamu harus memberikan perhatian ekstra pada tubuh. Artinya bukan hanya mengamati gejala, tetapi juga memeriksa tekanan darah. Oleh karena alkohol meningkatkan tekanan darah yang dapat mengganggu fungsi jantung. 


  • Perbanyak konsumsi air mineral. Alkohol akan mendorong ginjal untuk mengambil air dari jaringan tubuh dan mengeluarkannya dari tubuh. Artinya saat kamu minum alkohol, maka tubuh akan kehilangan lebih banyak air. Untuk itu, sebaiknya minumlah lebih banyak air mineral ketika kamu sedang minum alkohol. 


Baca juga: Inilah Pengaruh Alkohol Terhadap Kesehatan Jantung dan Liver


Sekarang kamu tahu jika mengalami kecanduan alkohol dapat meningkatkan risiko terhadap gangguan fibrilasi atrium. Perlu adanya kesadaran diri sendiri untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut sebelum menyebabkan dampak yang lebih buruk. Jangan sampai kamu menyesal nantinya saat beberapa penyakit berbahaya sudah terjadi.



Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Does Alcohol Cause AFib?
Medical News Today. Diakses pada 2020. Atrial fibrillation: Daily alcoholic drink riskier than binge drinking.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2020. Cutting down on alcohol helps if you have atrial fibrillation.