Ad Placeholder Image

Keju Feta: Asin Segar, Sehat, Bikin Ketagihan!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Keju Feta: Asin Gurihnya Bikin Nagih di Tiap Gigitan

Keju Feta: Asin Segar, Sehat, Bikin Ketagihan!Keju Feta: Asin Segar, Sehat, Bikin Ketagihan!

DAFTAR ISI


Siapa yang tidak kenal dengan hidangan salad Yunani yang ikonik? Salah satu elemen kunci yang memberikan cita rasa gurih, asin, dan sedikit asam pada hidangan tersebut adalah keju feta. Keju yang berasal dari Yunani ini telah menjadi primadona di seluruh dunia, tidak hanya karena rasanya yang unik, tetapi juga karena profil nutrisinya yang dianggap lebih sehat dibandingkan banyak jenis keju populer lainnya.

Keju feta memiliki tekstur yang mudah hancur (crumbly) dan biasanya direndam dalam larutan garam (brine) untuk menjaga kesegaran serta rasa tajamnya. Bagi kamu yang sedang menjalani diet tertentu atau sekadar ingin menjaga pola makan sehat, keju feta sering kali direkomendasikan sebagai alternatif sumber protein dan kalsium yang rendah kalori. Namun, seperti halnya makanan lain, pemahaman mendalam mengenai kandungan dan dampaknya bagi tubuh sangatlah penting.

Dalam artikel ini, kita akan membedah segala hal tentang keju feta, mulai dari proses pembuatannya, manfaat luar biasa bagi kesehatan tulang dan pencernaan, hingga hal-hal yang perlu diwaspadai seperti kadar natriumnya. Dengan informasi yang tepat, kamu bisa menikmati kelezatan keju ini tanpa rasa khawatir akan dampaknya bagi kesehatan jangka panjang.

Nah, mau tahu apa saja keunggulan dan rahasia di balik keju feta? Berikut ulasannya!

Apa Itu Keju Feta?

Keju feta adalah jenis keju putih lembut yang memiliki sejarah panjang sejak ribuan tahun lalu di wilayah Mediterania. Secara tradisional, keju ini dibuat dari campuran susu domba dan susu kambing. Berdasarkan hukum Uni Eropa, agar sebuah produk dapat disebut sebagai “Feta”, ia harus diproduksi di wilayah tertentu di Yunani dan mengandung setidaknya 70 persen susu domba, sementara sisanya bisa berupa susu kambing.

Karakteristik utama dari keju feta adalah warnanya yang putih bersih tanpa kulit luar. Karena disimpan dalam larutan garam, keju ini memiliki tingkat kelembapan yang tinggi. Rasanya sangat khas; ada perpaduan antara rasa asin yang kuat dari garam dengan sedikit sentuhan asam yang segar. Teksturnya bisa bervariasi dari sangat lembut hingga agak keras, namun umumnya tetap mudah dihancurkan dengan tangan atau garpu.

Proses pembuatannya melibatkan penggumpalan susu dengan rennet, pemisahan dadih, dan kemudian pengepresan dadih tersebut ke dalam cetakan. Setelah dadih mengeras, ia dipotong-potong dan ditaburi garam kering sebelum dimasukkan ke dalam wadah berisi air garam selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Proses penuaan (aging) inilah yang membentuk karakter rasa tajam yang kita kenal sekarang.

Profil Nutrisi Keju Feta

Keju feta sering dianggap sebagai salah satu keju paling bergizi. Dalam satu porsi (sekitar 28 gram atau satu ons), keju feta menyediakan kombinasi makronutrien dan mikronutrien yang esensial bagi tubuh. Berikut adalah gambaran umum nutrisi yang terkandung di dalamnya:

  • Kalori: Sekitar 75 kalori, menjadikannya salah satu keju dengan kalori terendah.
  • Protein: Sekitar 4 gram protein berkualitas tinggi.
  • Lemak: Sekitar 6 gram, yang sebagian besar adalah lemak jenuh, namun juga mengandung asam lemak sehat seperti CLA.
  • Kalsium: Memenuhi sekitar 10-15 persen dari kebutuhan harian (AKG).
  • Vitamin B12: Penting untuk fungsi saraf dan pembentukan sel darah merah.
  • Riboflavin (Vitamin B2): Membantu metabolisme energi.
  • Fosfor dan Selenium: Mineral penting untuk kesehatan tulang dan fungsi tiroid.

Keju feta juga merupakan sumber probiotik alami jika diproduksi secara tradisional dan tidak dipasteurisasi secara berlebihan, yang sangat bermanfaat bagi kesehatan mikrobiota usus.

Manfaat Kesehatan Keju Feta

1. Mendukung Kesehatan Tulang

Kalsium adalah mineral utama yang dibutuhkan untuk menjaga kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis. Keju feta kaya akan kalsium dan fosfor yang bekerja sama secara sinergis untuk memperkuat struktur tulang. Kandungan vitamin D (meskipun dalam jumlah kecil) dan protein di dalamnya juga membantu penyerapan kalsium lebih optimal.

Untuk mendukung asupan kalsium harian selain dari makanan, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk mencari suplemen kalsium berkualitas jika diperlukan.

2. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

Karena melalui proses fermentasi, keju feta mengandung bakteri baik atau probiotik seperti Lactobacillus plantarum. Bakteri ini membantu menyeimbangkan ekosistem di usus, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan dapat membantu meredakan masalah pencernaan ringan seperti perut kembung atau sembelit.

3. Membantu Manajemen Berat Badan

Keju feta mengandung asam lemak yang disebut Conjugated Linoleic Acid (CLA). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa CLA dapat membantu mengurangi lemak tubuh dan meningkatkan massa otot tanpa lemak. Selain itu, rasa asin dan tajam yang kuat dari feta membuat kamu cenderung merasa puas hanya dengan mengonsumsi sedikit porsi, sehingga membantu mengontrol asupan kalori total.

4. Menjaga Kesehatan Mata

Kandungan riboflavin (Vitamin B2) dalam keju feta berperan penting dalam melindungi kesehatan mata. Riboflavin diketahui dapat membantu menurunkan risiko katarak dan migrain. Mengonsumsi feta dalam salad hijau yang kaya antioksidan adalah kombinasi sempurna untuk kesehatan penglihatan.

Tips Memilih Keju Feta yang Berkualitas
  1. Pilih yang terbuat dari campuran susu domba dan kambing untuk nutrisi maksimal.
  2. Pastikan keju disimpan dalam air garam (brine) agar teksturnya tidak kering.
  3. Cek label produk untuk memastikan tidak ada bahan tambahan atau pengawet berlebihan.

Keju Feta vs Keju Lainnya

Mengapa feta sering disebut lebih sehat daripada keju seperti cheddar atau parmesan? Jawabannya terletak pada kandungan lemak dan kalorinya. Sebagai perbandingan, 28 gram keju cheddar mengandung sekitar 115 kalori dan 9 gram lemak, sementara feta hanya mengandung 75 kalori dan 6 gram lemak.

Selain itu, keju feta cenderung lebih mudah dicerna oleh orang yang memiliki sensitivitas ringan terhadap susu sapi. Hal ini dikarenakan susu domba dan kambing memiliki struktur protein dan profil asam lemak yang berbeda, serta kandungan laktosa yang umumnya lebih sedikit dibandingkan susu sapi murni.

Risiko dan Pertimbangan Keamanan

Meskipun menyehatkan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menjadikan keju feta sebagai konsumsi harian:

1. Kandungan Natrium Tinggi

Karena disimpan dalam air garam, keju feta memiliki kadar natrium yang cukup tinggi. Bagi penderita hipertensi atau mereka yang harus membatasi asupan garam, mengonsumsi feta secara berlebihan dapat memicu kenaikan tekanan darah. Tipsnya, kamu bisa membilas keju feta dengan air mengalir sebelum dikonsumsi untuk mengurangi kadar garam permukaannya.

2. Intoleransi Laktosa dan Alergi

Walaupun lebih rendah laktosa, feta tetap merupakan produk susu. Jika kamu memiliki alergi susu atau intoleransi laktosa yang parah, sebaiknya konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja sebelum mengonsumsinya guna memastikan keamanan bagi kondisi tubuhmu.

3. Risiko Listeria pada Ibu Hamil

Ibu hamil harus berhati-hati dengan jenis keju lunak seperti feta, terutama jika tidak terbuat dari susu yang dipasteurisasi. Ada risiko kontaminasi bakteri Listeria monocytogenes yang dapat membahayakan janin. Pastikan selalu membeli keju feta yang sudah terjamin proses pasteurisasinya.

Cara Menikmati Keju Feta

Keju feta sangat serbaguna dalam dunia kuliner. Berikut beberapa cara sehat untuk menikmatinya:

  • Salad Mediterania: Campurkan mentimun, tomat, bawang merah, zaitun, dan keju feta dengan sedikit minyak zaitun.
  • Topping Roti Panggang: Hancurkan feta di atas roti gandum panggang yang sudah diberi irisan alpukat.
  • Omelet Sehat: Tambahkan remahan feta ke dalam telur dadar berisi bayam untuk sarapan kaya protein.
  • Dipanggang (Baked Feta): Panggang blok keju feta bersama tomat ceri dan bawang putih hingga lumer untuk dijadikan saus pasta.

Studi Mengenai Keju Feta dan Probiotik

The Journal of Dairy Science menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa proses fermentasi pada keju tradisional seperti feta dari susu domba mengandung strain bakteri asam laktat yang memiliki potensi sebagai agen imunomodulator.

Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi keju tersebut secara teratur dalam porsi yang wajar dapat membantu memperkuat respon imun tubuh terhadap patogen. Relevansi temuan ini memperkuat alasan mengapa diet Mediterania, yang melibatkan konsumsi keju feta, sering dikaitkan dengan umur panjang dan rendahnya tingkat penyakit kronis.

Keju feta adalah pilihan cerdas bagi kamu yang mencari keseimbangan antara rasa dan nutrisi. Meskipun mengandung garam, manfaat kalsium, protein, dan probiotiknya sangat berarti bagi kesehatan secara keseluruhan. Pastikan kamu selalu memperhatikan porsi dan memilih produk yang berkualitas tinggi.

Jika kamu merasakan gejala yang tidak biasa setelah mengonsumsi produk susu atau ingin mengatur pola makan yang sesuai dengan kondisi kesehatan tertentu, jangan ragu untuk berdiskusi dengan ahlinya.

Kamu bisa mendapatkan berbagai dukungan kesehatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Punya Pertanyaan Mengenai Nutrisi dan Diet yang Tepat? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu ingin mulai mengonsumsi keju feta untuk diet, tapi bingung bagaimana cara menghitung porsinya yang tepat? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. Feta Cheese: Nutrition, Benefits and Downsides.
WebMD. Diakses pada 2026. Health Benefits of Feta Cheese.
Medical News Today. Diakses pada 2026. Is Feta Cheese Good for You?.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Sodium in Your Diet: Use the Nutrition Facts Label.
PubMed – Journal of Dairy Science. Diakses pada 2026. Microbiological and Nutritional Characteristics of Traditional Feta.

FAQ

1. Apakah keju feta aman untuk diet penurunan berat badan?

Ya, keju feta aman untuk diet karena memiliki kalori dan lemak yang lebih rendah dibandingkan keju keras lainnya. Namun, tetap perhatikan porsinya agar asupan natrium tidak berlebihan.

2. Bolehkah penderita darah tinggi makan keju feta?

Boleh, namun dalam jumlah yang sangat terbatas. Sangat disarankan untuk merendam atau membilas keju feta dengan air sebelum dimakan guna membuang sebagian besar kadar garamnya.

3. Apakah keju feta mengandung laktosa?

Keju feta mengandung laktosa, namun dalam jumlah yang jauh lebih rendah daripada susu segar atau keju jenis lainnya, sehingga sering kali lebih dapat ditoleransi oleh pemilik sensitivitas laktosa ringan.

4. Bagaimana cara menyimpan keju feta agar tidak cepat basi?

Keju feta sebaiknya tetap direndam dalam larutan air garamnya (brine) di dalam wadah kedap udara dan disimpan di dalam lemari es. Ini akan menjaganya tetap segar hingga beberapa minggu.