Ad Placeholder Image

Kelenjar Skene: Fungsi, Lokasi, dan Masalah Umum

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Kelenjar Skene: Fungsi, Lokasi, dan Masalah Umum

Kelenjar Skene: Fungsi, Lokasi, dan Masalah UmumKelenjar Skene: Fungsi, Lokasi, dan Masalah Umum

DAFTAR ISI


Kesehatan reproduksi wanita melibatkan berbagai organ dan kelenjar yang kompleks, namun beberapa di antaranya masih jarang dibahas secara luas. Salah satu bagian yang penting namun sering kali terlupakan adalah kelenjar skene. Kelenjar ini memainkan peran krusial dalam sistem urogenital wanita, meskipun ukurannya sangat kecil dan tersembunyi di area intim.

Memahami anatomi dan fungsi tubuh sendiri adalah langkah awal dalam menjaga kesehatan jangka panjang. Banyak wanita yang mungkin merasa tidak nyaman atau bingung ketika mengalami keluhan di area saluran kencing atau sekitar liang vagina. Sering kali, keluhan tersebut berkaitan dengan kelenjar skene yang mengalami peradangan atau penyumbatan, namun karena kurangnya informasi, kondisi ini sering kali disalahpahami sebagai infeksi saluran kemih biasa.

Penting bagi kamu untuk mengenali apa itu kelenjar skene, di mana lokasinya, serta apa saja potensi gangguan yang bisa muncul. Dengan pengetahuan yang tepat, kamu bisa melakukan deteksi dini dan segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja jika merasakan gejala yang tidak biasa pada area panggul atau uretra.

Nah, mau tahu apa saja informasi lengkap mengenai kelenjar skene? Berikut ulasannya!

Apa Itu Kelenjar Skene?

Kelenjar skene, yang juga dikenal sebagai kelenjar parauretral atau “prostat wanita”, adalah sepasang kelenjar kecil yang terletak di dinding depan vagina, di sekitar ujung bawah uretra (saluran yang membawa urine keluar dari kandung kemih). Nama “Skene” diambil dari Alexander Skene, seorang ginekolog asal Skotlandia yang pertama kali mendeskripsikan kelenjar ini secara mendalam dalam literatur medis Barat pada akhir abad ke-19.

Secara biologis, kelenjar skene dianggap sebagai homolog dari kelenjar prostat pada pria. Artinya, keduanya berkembang dari jaringan embrio yang sama. Penelitian medis modern telah menunjukkan bahwa kelenjar skene mengandung jaringan epitel yang serupa dengan prostat dan menghasilkan beberapa penanda biokimia yang sama, seperti Prostate-Specific Antigen (PSA). Hal inilah yang memicu para peneliti untuk lebih mendalami peran kelenjar ini dalam fungsi seksual dan imunologi wanita.

Meskipun ukurannya bervariasi pada setiap individu, kelenjar skene memiliki saluran yang bermuara ke uretra atau di dekat lubang uretra. Karena letaknya yang sangat dekat dengan saluran kemih dan area genital, kelenjar ini sangat rentan terhadap paparan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi atau kondisi medis lainnya.

Lokasi dan Anatomi Kelenjar Skene

Secara anatomis, kelenjar skene terletak di area yang disebut sebagai vestibulum vagina. Kamu bisa membayangkannya berada di sisi kiri dan kanan lubang kencing (uretra). Kelenjar ini dikelilingi oleh jaringan erektil yang akan membengkak karena aliran darah saat seorang wanita merasa terangsang secara seksual.

Saluran dari kelenjar skene bermuara langsung ke dalam lumen uretra atau tepat di samping meatus uretra eksternal. Struktur ini memungkinkan cairan yang dihasilkan oleh kelenjar untuk keluar dan membasahi area sekitar uretra. Menariknya, ukuran dan aktivitas kelenjar ini dapat dipengaruhi oleh siklus hormonal wanita, terutama kadar estrogen.

Jaringan di sekitar kelenjar skene sangat kaya akan ujung saraf sensorik. Hal ini menjelaskan mengapa stimulasi pada dinding anterior vagina (area yang sering disebut sebagai G-spot) dapat memberikan sensasi kenikmatan seksual yang intens bagi banyak wanita. Kedekatan fungsional dan struktural antara kelenjar skene dan respons seksual menjadikannya komponen penting dalam fisiologi reproduksi.

Fungsi Utama Kelenjar Skene

Kelenjar skene bukan sekadar jaringan sisa, melainkan memiliki fungsi spesifik yang mendukung kesehatan dan kenyamanan wanita, di antaranya:

1. Lubrikasi dan Perlindungan Uretra

Fungsi utama kelenjar skene adalah memproduksi cairan mukosa yang berfungsi sebagai pelumas bagi lubang uretra. Cairan ini membantu menjaga jaringan uretra tetap lembap dan melindunginya dari iritasi yang mungkin terjadi akibat gesekan, baik saat beraktivitas sehari-hari maupun saat berhubungan intim. Selain itu, cairan ini diyakini memiliki sifat antimikroba yang membantu mencegah bakteri masuk lebih jauh ke dalam saluran kemih.

2. Peran dalam Ejakulasi Wanita

Salah satu topik yang paling banyak dibahas terkait kelenjar skene adalah keterlibatannya dalam fenomena ejakulasi wanita. Selama gairah seksual yang tinggi, kelenjar skene dapat memproduksi dan mengeluarkan cairan bening yang komposisi kimianya berbeda dengan urine. Cairan ini mengandung enzim seperti fosfatase asam prostat dan PSA, yang mengonfirmasi bahwa kelenjar ini memang berfungsi secara aktif selama aktivitas seksual.

3. Sistem Imun Lokal

Karena menghasilkan protein yang bersifat protektif, kelenjar skene berperan sebagai garis pertahanan pertama di area urogenital. Dengan memproduksi cairan di area uretra, kelenjar ini membantu “membasuh” area tersebut dari patogen potensial, sehingga mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih (ISK) pada wanita yang memiliki fungsi kelenjar skene yang sehat.

Masalah Kesehatan pada Kelenjar Skene

Sama seperti organ tubuh lainnya, kelenjar skene dapat mengalami gangguan yang menimbulkan rasa tidak nyaman. Beberapa masalah umum yang sering terjadi meliputi:

1. Skenitis (Peradangan Kelenjar Skene)

Skenitis adalah peradangan atau infeksi pada kelenjar skene. Kondisi ini sering disebabkan oleh bakteri yang juga menyebabkan infeksi saluran kemih atau infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore atau klamidia. Skenitis dapat menyebabkan pembengkakan, rasa nyeri yang tajam, dan keluarnya nanah dari uretra.

2. Kista Kelenjar Skene

Kista terbentuk ketika saluran kelenjar skene tersumbat oleh lendir, sel kulit mati, atau jaringan parut. Akibatnya, cairan terperangkap di dalam kelenjar dan membentuk benjolan yang berisi cairan. Kista yang kecil mungkin tidak menimbulkan gejala, namun kista yang membesar dapat menyebabkan nyeri saat berjalan, duduk, atau berhubungan seksual.

3. Abses Kelenjar Skene

Jika kista terinfeksi oleh bakteri, kista tersebut dapat berkembang menjadi abses (kumpulan nanah). Abses kelenjar skene biasanya sangat menyakitkan, menyebabkan kemerahan yang signifikan, dan terkadang disertai demam. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera, biasanya berupa drainase atau pemberian antibiotik.

Tips Menjaga Kesehatan Kelenjar Skene
  1. Selalu bersihkan area intim dari arah depan ke belakang setelah buang air kecil untuk mencegah bakteri anus berpindah ke uretra.
  2. Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat guna mencegah kelembapan berlebih.
  3. Segera buang air kecil setelah berhubungan seksual untuk membantu membilas bakteri dari saluran uretra.

Gejala Gangguan yang Perlu Diwaspadai

Banyak wanita yang mengabaikan gejala awal gangguan pada kelenjar skene karena menganggapnya sebagai iritasi ringan. Namun, kamu harus waspada jika mengalami hal-hal berikut:

  • Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil (disuria).
  • Adanya benjolan kecil yang terasa sakit di dekat lubang uretra.
  • Nyeri saat melakukan hubungan seksual (dispareunia).
  • Keluarnya cairan yang tidak biasa atau nanah dari area uretra.
  • Rasa tertekan atau tidak nyaman yang menetap di area panggul depan.

Jika kamu mengalami gejala-gejala di atas, sangat disarankan untuk tidak melakukan pengobatan mandiri tanpa diagnosis yang jelas. Sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc untuk mendapatkan pemeriksaan fisik dan penanganan yang tepat sesuai penyebabnya.

Diagnosis dan Penanganan Medis

Untuk mendiagnosis masalah pada kelenjar skene, dokter biasanya akan melakukan beberapa prosedur, antara lain:

1. Pemeriksaan Fisik Pelvis

Dokter akan memeriksa area uretra dan vagina untuk mencari tanda-tanda pembengkakan, kemerahan, atau benjolan. Dokter mungkin juga akan menekan area kelenjar secara lembut untuk melihat apakah ada cairan atau nanah yang keluar.

2. Tes Laboratorium

Sampel urine atau sampel cairan dari uretra dapat diambil untuk diuji di laboratorium. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis bakteri penyebab infeksi atau mendeteksi adanya penyakit menular seksual.

3. Pencitraan (USG atau MRI)

Jika terdapat benjolan yang dicurigai sebagai kista atau abses besar, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan ultrasonografi (USG) atau MRI untuk melihat ukuran dan lokasi tepat dari gangguan tersebut sebelum melakukan tindakan lebih lanjut.

Penanganan medis biasanya meliputi pemberian antibiotik untuk infeksi bakteri, penggunaan kompres hangat untuk meredakan nyeri pada kista kecil, atau tindakan pembedahan minor (insisi dan drainase) untuk mengeluarkan nanah pada abses. Jika kamu butuh beli obat online di Halodoc berdasarkan resep yang diberikan dokter, pastikan untuk mengikuti dosis yang dianjurkan.

Studi Mengenai Kelenjar Skene

The Journal of Sexual Medicine menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa kelenjar skene memiliki aktivitas fungsional yang signifikan dalam merespons stimulasi seksual dan memiliki karakteristik imunohistokimia yang sangat mirip dengan kelenjar prostat pada pria.

Studi ini menegaskan pentingnya mengakui kelenjar skene sebagai organ fungsional dalam kesehatan seksual wanita, bukan sekadar pelengkap anatomi. Penemuan mengenai keberadaan PSA dalam cairan kelenjar ini membuka wawasan baru tentang bagaimana sistem urogenital wanita bekerja secara biokimiawi untuk proteksi dan fungsi reproduksi.

Memahami kelenjar skene membantu wanita lebih sadar akan kesehatan reproduksinya secara menyeluruh. Jika kamu merasa ada yang tidak beres dengan area uretra atau mengalami nyeri panggul yang kronis, jangan ragu untuk mencari bantuan medis profesional.

Kamu bisa mendapatkan produk kesehatan pendukung di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc agar mendapatkan diagnosis yang akurat.

Punya Keluhan di Area Intim tapi Ragu Bicara? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan di area sensitif, tapi bingung atau malu untuk mulai bertanya? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. What Are Skene’s Glands?.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Skene’s Glands (Female Prostate).
Medical News Today. Diakses pada 2026. What to know about Skene’s glands.
PubMed – National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 2026. The Skene’s glands: anatomical and clinical review.

FAQ

1. Di mana tepatnya lokasi kelenjar skene?

Kelenjar skene terletak di dinding anterior (depan) vagina, mengelilingi saluran uretra tempat urine keluar.

2. Apakah semua wanita memiliki kelenjar skene?

Ya, secara anatomi semua wanita memiliki jaringan kelenjar skene, namun ukuran dan tingkat aktivitasnya sangat bervariasi antara satu individu dengan lainnya.

3. Apa perbedaan kista kelenjar skene dengan kista Bartholin?

Kista skene terletak di dekat uretra (bagian atas lubang vagina), sedangkan kista Bartholin terletak di sisi kiri dan kanan bawah lubang vagina.

4. Apakah kelenjar skene bisa terkena kanker?

Meskipun sangat jarang, kanker kelenjar skene dapat terjadi. Gejalanya biasanya berupa benjolan keras yang tidak kunjung hilang, sehingga diperlukan pemeriksaan biopsi oleh dokter.