
Kenalan dengan Midazolam, Obat Penenang sebelum Operasi
“Midazolam termasuk ke dalam golongan obat penenang yang dikonsumsi sebelum operasi. Tujuannya untuk mengurangi rasa cemas, membuat tubuh jadi rileks dan mengantuk.”

Midazolam adalah jenis obat penenang yang dapat mengurangi rasa cemas, membuat tubuh jadi lebih rileks dan mengantuk. Obat ini diberikan sebelum melakukan prosedur operasi.
Di dalamnya mengandung zat kimia berupa asam gamma-aminobutirat (GABA). Zat kimia ini bekerja dengan menghambat sinyal pembentuk perasaan negatif seperti cemas berlebihan.
Obat tersedia dalam bentuk cairan yang disuntikkan langsung ke dalam otot (IM) atau pembuluh darah (IV) dan melalui infus. Selama efek obat masih terasa, pasien berada dalam pemantauan tim medis guna meminimalisir efek samping.
Dosis dan Aturan Pakai Midazolam
Dosis pemberian disesuaikan berdasarkan usia dan gangguan kesehatan yang dialami oleh pasien.
Kategori Ibu Hamil dan Menyusui
Midazolam termasuk ke dalam golongan D. Artinya, obat memberikan efek buruk terhadap janin.
Obat ini juga menyerap ke dalam ASI dan berpotensi membahayakan bayi. Karena itu, obat tidak boleh digunakan selama hamil dan menyusui.
Peringatan Sebelum Menggunakan Obat
Beberapa kelompok orang yang tidak disarankan menggunakan obat, termasuk:
- Pengidap riwayat alergi terhadap kandungan midazolam, zat pewarna, makanan, pengawet atau bulu hewan.
- Sedang menjalani pengobatan yang menggunakan obat golongan opioid (pereda rasa nyeri).
- Pengidap penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit hati, penyakit paru, epilepsi atau kerusakan saraf mata akibat tekanan berlebihan (glaukoma).
- Pecandu alkohol karena dapat meningkatkan risiko efek samping.
- Wanita yang sedang hamil, menyusui atau merencanakan kehamilan.
- Seseorang yang sedang mengonsumsi obat, suplemen atau produk herbal.
Efek Samping dan Bahaya Midazolam
Tidak semua pengguna mengalami efek samping setelah pemakaian. Namun, beberapa kondisi yang perlu diwaspadai, meliputi:
- Sakit kepala.
- Mengantuk.
- Mual dan muntah.
- Cegukan.
- Hilang ingatan sementara.
- Nyeri, kemerahan, atau bengkak di area suntikan.
Reaksi alergi serius juga bisa terjadi. Adapun beberapa gejala yang dialami pengidap, termasuk:
- Napas berbunyi (mengi).
- Kesulitan bernapas.
- Detak jantung melambat.
- Pusing hingga pingsan.
- Tremor di tangan atau kaki.
- Gerakan mata yang tidak terkontrol.
Disarankan untuk segera tanya dokter jika mengalami beberapa kondisi yang disebutkan. Melakukan penanganan secepatnya dapat meminimalisir risiko efek samping jadi semakin parah.
Jika kamu membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup, dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga.




