Alergi

Pengertian Amputasi

Amputasi adalah hilangnya bagian tubuh, seperti jari, lengan, atau tungkai akibat cedera atau akibat prosedur operasi terencana, misalnya untuk mencegah penyebaran infeksi. Pada sebagian kasus, bagian tubuh yang hilang atau terputus, jika mendapatkan penanganan yang tepat, masih dapat disambungkan kembali.

Gejala Amputasi

Beberapa gejala amputasi yang disebabkan karena cedera adalah sebagai berikut.

  • Rasa nyeri. Tingkat rasa nyeri tidak selalu sebanding dengan tingkat keparahan cedera atau perdarahan.
  • Perdarahan. Tingkat keparahan perdarahan tergantung pada lokasi dan jenis cedera yang dialami.
  • Jaringan tubuh rusak atau remuk. Terdapat jaringan tubuh yang rusak, tetapi sebagian jaringan dapat masih terhubung dengan otot, tulang, sendi, atau kulit.

Penyebab Amputasi

Beberapa penyebab amputasi antara lain:

 

  • Cedera (traumatic amputation)

 

  • Amputasi akibat cedera pada kecelakaan atau accidental trauma, meliputi jatuh, kecelakaan kendaraan bermotor, kecelakaan di lokasi kerja, kecelakaan kereta api, dan kecelakaan akibat luka bakar listrik.
  • Amputasi akibat luka perang atau combat related trauma, meliputi amputasi akibat ledakan ranjau darat atau terkena pecahan peluru.
  • Amputasi akibat frostbite, yaitu cedera bagian tubuh akibat paparan suhu dingin yang ekstrem, sehingga bagian tubuh tersebut membeku dan mengalami kematian jaringan.
  • Amputasi akibat serangan dari binatang buas.
  • Pembedahan (surgical amputation).

Amputasi akibat pembedahan biasanya disebabkan oleh beberapa penyakit, antara lain penyakit arteri perifer, diabetes, osteomielitis, infeksi jaringan lunak, sarkoma, xenomelia atau body integrity identity disorder.

Pengobatan Amputasi

Pertolongan pertama yang harus dilakukan jika menemukan pengidap dengan amputasi adalah sebagai berikut.

  • Periksa pernapasan dan denyut jantung pengidap.
  • Tenangkan pengidap.
  • Hentikan perdarahan yang berlangsung dengan cara menekan luka secara langsung dengan kain bersih atau perban steril.
  • Jika pengidap dengan perdarahan hebat dan mengancam jiwa, tekan dan tutup luka dengan kuat menggunakan perban atau bebat.
  • Simpan bagian tubuh yang terputus.
  • Dampingi korban selalu.
  • Bungkus bagian tubuh yang terputus dengan kain basah yang bersih dan masukkan ke dalam plastik bersih yang tutup rapat. Letakkan plastik tersebut ke dalam wadah berisi air es.
  • Jangan letakkan bagian tubuh yang terputus secara langsung tanpa menggunakan plastik dan jangan gunakan dry ice .
  • Jika tidak tersedia air dingin, jauhkan bagian tubuh yang terputus dari hal-hal yang bersuhu panas.
  • Dinginkan bagian tubuh yang teramputasi, sehingga nantinya masih dapat disambung kembali.
  • Lakukan langkah-langkah untuk pencegahan syok.
  • Setelah perdarahan dapat dihentikan, periksa kembali keadaan pengidap.
  • Dampingi pengidap sampai petugas medis tiba.

Setelah dilakukan amputasi, ada beberapa penanganan yang dapat dilakukan untuk membantu pengidap, antara lain:

  • Adaptasi emosional, dengan memberikan dukungan dari keluarga dan kerabat, untuk membantu pengidap melalui masa-masa sulit.
  • Penanganan nyeri, dengan mendiskusikannya dengan dokter.
  • Rehabilitasi, dengan membantu pengidap melakukan latihan peregangan, latihan kekuatan, latihan berjalan dengan atau tanpa alat bantu, mengelola dan merawat prosthesis, serta merawat dan memelihara anggota tubuh yang tersisa.
  • Prostesis, untuk menggantikan fungsi dan anggota tubuh yang hilang. Jenis prosthesis disesuaikan dengan bentuk dan ukuran bagian tubuh yang tersisa, serta kebutuhan fungsional sehari-hari.

Pencegahan Amputasi

Beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh pengidap dengan penyakit yang beresiko untuk mengalami amputasi, antara lain:

  • Bagi pengidap diabetes, meliputi periksa kaki rutin setiap hari, tidak meremehkan nyeri pada kaki, gunting kuku secara rutin, selalu memakai alas kaki untuk menghindari benda tajam di lantai, termasuk saat di dalam rumah, serta gunakan sepatu dan kaos kaki yang nyaman bagi kaki. Jika terdapat luka, bengkak, atau kulit kaki menjadi merah, segera konsultasikan gejala tersebut dengan dokter.
  • Lingkungan pekerjaan, meliputi pelatihan dan praktik keselamatan kerja untuk karyawan, menggunakan alat pelindung ketika sedang bekerja, menggunakan alat bantu atau perangkat untuk mencegah kecelakaan akibat mesin berbahaya, dan melarang pekerja di bawah usia 18 tahun untuk menggunakan mesin berbahaya.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika memiliki luka yang tak kunjung sembuh, segera berbicara dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapat penanganan yang tepat.