Kenali 3 Faktor yang Menyebabkan Munculnya Penyakit Dekubitus
Terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan penyakit dekubitus. Salah satunya adalah tekanan konstan pada bagian tubuh mana pun dapat mengurangi aliran darah ke jaringan.

DAFTAR ISI
- Faktor yang Menyebabkan Munculnya Penyakit Dekubitus
- Lokasi Umum Dekubitus
- Gejala Dekubitus
- Faktor Risiko Pemicu Ulkus Dekubitus
- Penanganan Dekubitus
- Pencegahan Dekubitus
- FAQ
Penyakit dekubitus atau yang dikenal dalam istilah medis sebagai ulkus dekubitus (luka baring), merupakan kondisi luka terbuka pada kulit. Luka tersebut disebabkan oleh tekanan konstan pada waktu lama, di area tubuh tertentu.
Umumnya, ulkus dekubitus terjadi pada kulit yang menutupi daerah tulang. Misalnya seperti panggul, punggung, pergelangan kaki, hingga pantat.
Namun, penyakit ini tidak serta merta dapat terjadi begitu saja. Sebab, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan munculnya penyakit dekubitus.
Penasaran apa saja faktor tersebut? Yuk, ketahui informasinya di sini!
Faktor yang Menyebabkan Munculnya Penyakit Dekubitus
Luka baring pada dasarnya disebabkan oleh tekanan terhadap kulit yang membatasi aliran darah ke kulit. Selain itu, gerakan terbatas (kurangnya mobilitas) juga dapat membuat kulit rentan terhadap kerusakan dan menyebabkan perkembangan luka baring. Nah, tiga faktor utama penyebab dekubitus adalah:
1. Tekanan
Adanya tekanan konstan pada bagian tubuh mana pun dapat mengurangi aliran darah ke jaringan. Padahal, aliran darah sangat penting untuk mengantarkan oksigen dan nutrisi lain ke jaringan.
Tanpa nutrisi penting ini, kulit dan jaringan di sekitarnya akan rusak dan akhirnya bisa mati.
Bagi orang dengan mobilitas terbatas, tekanan ini cenderung terjadi di area yang tidak dilapisi dengan baik oleh otot atau lemak, dan yang terletak di atas tulang.
Misalnya seperti tulang belakang, tulang ekor, tulang belikat, pinggul, tumit dan siku.
2. Gesekan
Gesekan dapat terjadi ketika kulit bergesekan dengan pakaian atau tempat tidur. Hal ini dapat membuat kulit yang rapuh lebih rentan terhadap cedera, apalagi jika kulitnya juga lembap.
3. Adanya pergeseran
Pergeseran yang dimaksud adalah pergeseran yang terjadi saat kedua permukaan bergerak ke arah yang berlawanan. Sebagai contoh, saat seseorang berbaring di tempat tidur yang lebih tinggi pada bagian kepala.
Ketika tulang ekor bergerak ke bawah, kulit yang melapisi tulang akan tetap pada tempatnya. Hal ini pada akhirnya dapat menarik kulit ke arah yang berlawanan.
Lokasi Umum Dekubitus
Dekubitus paling sering terjadi pada area kulit yang menutupi tulang, di mana tekanan lebih besar. Lokasi yang paling umum meliputi:
- Tulang ekor dan bokong.
- Tumit dan pergelangan kaki.
- Pinggul.
- Bahu.
- Bagian belakang kepala.
Gejala Dekubitus
Luka dekubitus diklasifikasikan menjadi empat tingkat atau stadium, berdasarkan kedalaman dan tingkat kerusakan jaringan:
- Stadium 1: Kulit masih utuh, tetapi tampak kemerahan atau kebiruan yang tidak hilang saat ditekan. Mungkin ada rasa gatal atau nyeri di area tersebut.
- Stadium 2: Terjadi kerusakan sebagian lapisan kulit, yang terlihat seperti lecet, melepuh, atau luka terbuka yang dangkal.
- Stadium 3: Luka terbuka yang lebih dalam, menembus hingga ke jaringan lemak di bawah kulit.
- Stadium 4: Luka sangat dalam, mencapai otot, tendon, tulang, atau sendi. Pada stadium ini, risiko infeksi sangat tinggi.
Faktor Risiko Pemicu Ulkus Dekubitus
Selain beberapa faktor penyebab utama, ada beberapa faktor lain yang juga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya, yaitu:
- Imobilitas. Kondisi mungkin disebabkan oleh kesehatan yang buruk, cedera tulang belakang atau penyebab lainnya, seperti sudah berusia lanjut.
- Inkontinensia. Kondisi ini membuat kulit menjadi lebih rentan dengan paparan urin dan feses yang berkepanjangan.
- Kurangnya persepsi sensorik. Cedera sumsum tulang belakang, gangguan neurologis, dan kondisi lain dapat menyebabkan hilangnya sensitivitas sensorik. Di mana kondisi ini membuat seseorang tidak merasakan sakit atau ketidaknyamanan pada tubuhnya. Akibatnya, seseorang dengan kondisi ini tidak mengetahui kapan harus mengubah posisi tubuhnya.
- Nutrisi dan hidrasi yang buruk. Setiap orang membutuhkan asupan cairan, kalori, protein, vitamin dan mineral yang cukup. Jika asupan tersebut tidak terpenuhi dengan baik, maka tubuh tidak dapat menjaga kesehatan kulit dan mencegah kerusakan jaringan secara optimal.
Penanganan Dekubitus
Penanganan dekubitus tergantung pada stadium luka dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Langkah-langkah penanganan meliputi:
- Mengurangi tekanan: Mengubah posisi tubuh secara teratur, menggunakan kasur atau bantal khusus untuk mendistribusikan tekanan.
- Perawatan luka: Membersihkan luka dengan cairan garam fisiologis, mengangkat jaringan mati (debridemen), dan mengganti perban secara berkala.
- Obat-obatan: Pemberian antibiotik jika terdapat tanda-tanda infeksi.
- Nutrisi yang cukup: Memastikan asupan protein dan cairan yang cukup untuk mendukung penyembuhan luka.
Pencegahan Dekubitus
Pencegahan adalah langkah terbaik untuk menghindari komplikasi serius akibat dekubitus. Beberapa langkah pencegahan yang efektif meliputi:
- Ubah posisi tubuh secara teratur: Lakukan reposisi setiap 2 jam untuk pasien yang berbaring di tempat tidur.
- Gunakan alat bantu: Gunakan kasur antidekubitus, bantal khusus, atau alat lain untuk mendistribusikan tekanan.
- Jaga kebersihan kulit: Pastikan kulit tetap bersih dan kering. Gunakan sabun lembut dan hindari menggosok kulit terlalu keras.
- Nutrisi yang cukup: Penuhi asupan protein, cairan, vitamin, dan mineral untuk mendukung kesehatan jaringan kulit.
Itulah beberapa faktor yang menyebabkan munculnya penyakit dekubitus serta langkah pencegahan yang bisa dilakukan.
Mulai dari tekanan konstan, gesekan antara kulit dengan pakaian atau tempat tidur, hingga pergeseran. Penyakit dekubitus tentunya perlu segera ditangani, agar terhindar dari risiko komplikasi yang mengintai.
Salah komplikasi serius yang mengintai adalah selulitis, yaitu infeksi pada kulit dan jaringan lunak yang terhubung. Kondisi ini dapat menyebabkan panas, suhu, dan pembengkakan pada daerah yang terkena.
Maka dari itu, segeralah memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit jika kamu memiliki luka dan mencurigainya sebagai ulkus dekubitus.
Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit tepercaya di Halodoc.
Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc.
Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada.
Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat!
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Bedsores (pressure ulcers).
NHS. Diakses pada 2026. Pressure ulcers (pressure sores).
FAQ
1. Apakah ada salep antibiotik yang umum digunakan untuk luka dekubitus?
Salep antibiotik dapat digunakan untuk mengobati luka dekubitus yang terinfeksi. Beberapa salep antibiotik yang umum digunakan meliputi:
- Silver sulfadiazine: Memiliki aktivitas antimikroba yang luas dan efektif melawan berbagai jenis bakteri.
- Mupirocin: Efektif melawan bakteri Gram positif, seperti Staphylococcus aureus.
Penggunaan salep antibiotik harus sesuai dengan resep dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi bakteri.
2. Apakah luka dekubitus berbahaya?
Luka dekubitus (luka tekan) tergolong berbahaya, terutama bila tidak ditangani dengan baik dan cepat.
Luka dekubitus bukan luka biasa. Jika muncul tanda awal, segera lakukan pencegahan dan perawatan. Bila luka sudah terbuka atau tampak memburuk, segera periksa ke dokter atau perawat luka untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
3. Berapa lama luka dekubitus sembuh?
Lama penyembuhan luka dekubitus sangat bervariasi, tergantung stadium luka, kondisi kesehatan pasien, dan perawatan yang diberikan.


