Ad Placeholder Image

Kenali Bahasa Medis Betis: Sura, Otot, Fungsi Kakimu

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Bahasa Medis Betis: Sura dan Otot Pentingnya

Kenali Bahasa Medis Betis: Sura, Otot, Fungsi KakimuKenali Bahasa Medis Betis: Sura, Otot, Fungsi Kakimu

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasakan pegal yang luar biasa di bagian belakang kaki bawah setelah berjalan jauh atau berolahraga? Bagian tersebut dikenal dengan sebutan betis. Meskipun sering kali hanya dianggap sebagai bagian kaki yang membantu pergerakan, betis memiliki peran yang jauh lebih kompleks dan krusial bagi kesehatan sistem peredaran darah manusia.

Secara medis, betis merupakan area yang terletak di bagian posterior (belakang) tungkai bawah, tepat di bawah lutut hingga di atas pergelangan kaki. Memahami anatomi dan fungsi betis sangat penting, karena area ini sering kali menjadi indikator awal bagi berbagai kondisi kesehatan, mulai dari dehidrasi hingga masalah kardiovaskular yang serius.

Banyak orang belum menyadari bahwa betis sering dijuluki sebagai “jantung kedua” manusia. Hal ini dikarenakan mekanisme ototnya yang membantu memompa darah kembali ke arah jantung melawan gravitasi. Gangguan pada fungsi ini tidak hanya menyebabkan rasa tidak nyaman, tetapi juga bisa memicu komplikasi seperti varises atau trombosis vena dalam.

Nah, mau tahu lebih dalam mengenai apa itu betis, struktur pembentuknya, serta bagaimana cara menjaga kesehatannya? Berikut ulasannya!

Mengenal Apa Itu Betis secara Anatomi

Dalam terminologi medis, betis disebut juga dengan regio sural. Area ini didominasi oleh kelompok otot yang kuat, jaringan ikat, serta pembuluh darah dan saraf yang vital. Betis menghubungkan sendi lutut dengan sendi pergelangan kaki, menjadikannya poros utama dalam mobilitas manusia, seperti berjalan, berlari, dan melompat.

Secara struktur, betis terdiri dari dua lapisan otot: superfisial (lapisan luar) dan profundus (lapisan dalam). Lapisan superfisial adalah bagian yang memberikan bentuk melengkung pada betis yang bisa kita lihat dan raba dari luar. Sedangkan lapisan dalam berfungsi memberikan stabilitas tambahan pada tungkai bawah.

Struktur Otot Utama pada Betis

Untuk memahami apa itu betis secara mendalam, kita perlu mengenali tiga otot utama yang membentuk area ini, yang sering disebut sebagai kompleks otot triceps surae:

1. Otot Gastrocnemius

Gastrocnemius adalah otot yang paling menonjol dan berada di permukaan paling luar. Otot ini memiliki dua kepala (medial dan lateral) yang memberikan bentuk “belahan” pada betis atletis. Fungsi utamanya adalah melakukan plantar fleksi (menekuk kaki ke bawah) dan membantu fleksi pada lutut.

2. Otot Soleus

Otot soleus terletak tepat di bawah gastrocnemius. Berbeda dengan gastrocnemius yang lebih banyak berperan saat gerakan eksplosif seperti berlari, soleus lebih berperan dalam menjaga postur tubuh saat berdiri dan berjalan santai dalam waktu lama. Otot ini sangat kaya akan pembuluh darah vena.

3. Otot Plantaris

Ini adalah otot kecil yang tipis dan terkadang tidak dimiliki oleh semua orang (variasi anatomi). Meskipun kecil, plantaris bekerja sama dengan gastrocnemius untuk membantu fleksi pergelangan kaki.

Ketiga otot ini menyatu di bagian bawah membentuk satu tendon yang sangat kuat, yaitu Tendon Achilles, yang melekat pada tulang tumit (calcaneus). Tendon Achilles merupakan tendon terbesar dan terkuat di tubuh manusia, namun juga rentan terhadap cedera jika mengalami beban berlebih secara mendadak.

Fungsi Vital Betis bagi Tubuh

Fungsi betis jauh melampaui urusan mekanis gerakan kaki semata. Berikut adalah peran pentingnya:

  • Lokomosi: Memberikan kekuatan pendorong saat berjalan dan berlari.
  • Keseimbangan: Mempertahankan posisi tegak tubuh saat berdiri dengan melakukan penyesuaian mikroskopis pada sudut pergelangan kaki.
  • Pompa Vena (The Calf Muscle Pump): Saat otot betis berkontraksi, otot ini menekan pembuluh darah vena di sekitarnya. Hal ini memaksa darah untuk mengalir ke atas menuju jantung melalui katup satu arah, mencegah darah menumpuk di kaki.
Tips Menjaga Kesehatan Otot Betis
  1. Lakukan peregangan (stretching) secara rutin setiap pagi untuk mencegah kaku otot.
  2. Pastikan asupan cairan cukup agar terhindar dari kram otot akibat dehidrasi.
  3. Gunakan sepatu dengan bantalan yang baik saat melakukan aktivitas fisik berat.

Masalah Kesehatan yang Sering Terjadi pada Betis

Karena beban kerja yang berat, betis sering mengalami berbagai keluhan medis. Memahami penyebab nyeri pada betis sangat penting agar tidak salah dalam penanganan.

1. Kram Otot Betis (Charley Horse)

Ini adalah kontraksi otot yang terjadi secara tiba-tiba, menyakitkan, dan tidak terkendali. Penyebabnya beragam, mulai dari kekurangan elektrolit (magnesium, kalium, kalsium), dehidrasi, hingga kelelahan otot ekstrem.

2. Strain Otot (Otot Tertarik)

Terjadi ketika serat otot betis meregang berlebihan atau robek. Biasanya terjadi saat memulai sprint mendadak atau melakukan lompatan tinggi tanpa pemanasan yang cukup.

3. Deep Vein Thrombosis (DVT)

DVT adalah terbentuknya gumpalan darah di vena dalam betis. Kondisi ini berbahaya karena gumpalan darah bisa terlepas dan mengalir ke paru-paru (emboli paru). Gejalanya meliputi bengkak pada satu kaki, rasa hangat, dan kemerahan.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Meskipun sebagian besar rasa pegal pada betis bisa hilang dengan istirahat, kamu perlu waspada jika mengalami gejala yang tidak biasa. Jangan meremehkan nyeri betis yang disertai pembengkakan atau perubahan warna kulit.

Jika kamu merasakan nyeri hebat yang tiba-tiba tanpa cedera yang jelas, atau jika area betis terasa sangat panas dan membiru, segera lakukan [konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja](https://halodoc.onelink.me/cQvV/8x1v8wkv). Penanganan dini sangat krusial untuk mencegah kondisi serius seperti penyumbatan pembuluh darah.

Bagi kamu yang sering mengalami kram atau nyeri ringan akibat kelelahan otot, kamu bisa [beli obat online di Halodoc](https://halodoc.onelink.me/cQvV/9gfr6qva) seperti balsem pereda nyeri atau suplemen mineral yang produknya 100% asli dan diantar ke rumah.

Studi Mengenai Pentingnya Pompa Otot Betis

The Journal of Vascular Surgery menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa kegagalan fungsi pompa otot betis (calf muscle pump dysfunction) merupakan faktor utama penyebab insufisiensi vena kronis.

Studi tersebut menemukan bahwa individu yang memiliki massa otot betis yang rendah atau yang jarang menggerakkan kakinya (gaya hidup sedenter) memiliki risiko 3-4 kali lebih tinggi mengalami varises dan luka kaki kronis. Hal ini menegaskan bahwa latihan penguatan betis tidak hanya untuk estetika, tetapi untuk kesehatan sirkulasi darah sistemik.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan betis dengan rutin bergerak adalah langkah pencegahan yang sangat efektif untuk kesehatan jangka panjang.

Betis Sering Terasa Tegang atau Pegal? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan pada kaki atau sering merasa kram di bagian betis, tapi bingung harus melakukan apa? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Calf Strain: Causes, Symptoms and Diagnosis.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Anatomy, Back of the Leg, Gastrocnemius and Soleus.
Healthline. Diakses pada 2026. Why is the Calf Muscle Called the Second Heart?.
National Library of Medicine (NCBI). Diakses pada 2026. The Physiology of the Calf Muscle Pump.

FAQ

1. Mengapa betis disebut sebagai jantung kedua?

Karena saat otot betis berkontraksi saat kita berjalan, otot tersebut memompa darah vena kembali ke atas menuju jantung, membantu sirkulasi darah melawan gravitasi.

2. Apa penyebab utama kram betis di malam hari?

Penyebab umum meliputi dehidrasi, kekurangan mineral seperti magnesium, kelelahan otot setelah aktivitas seharian, atau posisi tidur yang salah.

3. Bagaimana cara membedakan kram biasa dengan DVT?

Kram biasanya hilang dalam hitungan menit setelah diregangkan. DVT menyebabkan nyeri persisten yang disertai bengkak, rasa hangat, dan kemerahan pada satu sisi kaki.

4. Apakah berjalan kaki cukup untuk melatih otot betis?

Ya, berjalan kaki secara rutin sangat baik untuk melatih fungsi pompa vena otot betis, namun latihan tambahan seperti jinjit (calf raises) dapat lebih memperkuat massa ototnya.