Ad Placeholder Image

Kenali Berbagai Jenis Bekas Jerawat dan Solusinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   20 Mei 2026

Kenali Beragam Jenis Bekas Jerawat dan Cara Mengatasinya

Kenali Berbagai Jenis Bekas Jerawat dan SolusinyaKenali Berbagai Jenis Bekas Jerawat dan Solusinya

Apa Itu Bekas Jerawat?

Bekas jerawat adalah perubahan tekstur atau warna kulit yang menetap setelah peradangan jerawat mereda. Kondisi ini muncul akibat gangguan pada proses penyembuhan luka alami kulit yang merusak kolagen di lapisan dermis. Sebagian besar bekas jerawat bersifat permanen kecuali mendapatkan perawatan medis khusus dari tenaga profesional di bidang dermatologi.

Proses pembentukan jaringan parut ini sangat bergantung pada tingkat keparahan peradangan yang terjadi. Semakin dalam peradangan menembus lapisan kulit, semakin tinggi risiko terbentuknya cekungan atau tonjolan. Memahami jenis bekas jerawat sangat penting karena setiap variasi memerlukan metode penanganan yang berbeda agar kulit kembali rata.

Jenis Bekas Jerawat Atrofi (Cekung)

Jenis bekas jerawat atrofi adalah kondisi di mana permukaan kulit tampak memiliki lubang atau cekungan karena hilangnya jaringan penyangga. Kondisi ini paling sering ditemukan pada wajah dan terjadi karena tubuh tidak menghasilkan cukup kolagen selama proses pemulihan luka. Bekas atrofi diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama berdasarkan bentuk dan kedalamannya.

Ice Pick Scars

Tipe ini ditandai dengan lubang yang sangat sempit namun menembus hingga ke lapisan dalam kulit atau dermis. Bentuknya menyerupai bekas tusukan benda tajam seperti pemecah es yang membuat permukaan kulit tidak rata. Karena kedalamannya, jenis ini sering kali dianggap sebagai varian yang paling sulit untuk dihilangkan secara tuntas hanya dengan krim biasa.

Boxcar Scars

Boxcar memiliki bentuk cekungan bulat atau oval dengan tepian vertikal yang tegas dan tajam. Ukurannya biasanya lebih lebar daripada ice pick scars dan memberikan kesan kulit yang berlubang secara merata. Jika cekungan ini semakin dangkal, respons terhadap perawatan topikal maupun prosedur laser biasanya akan lebih baik.

Rolling Scars

Jenis ini menciptakan tekstur yang menyerupai gelombang atau ombak pada permukaan kulit akibat adanya jaringan ikat di bawah kulit. Kedalamannya cenderung dangkal namun mencakup area yang lebih luas dibandingkan jenis atrofi lainnya. Tekstur kulit yang tidak rata ini biasanya paling terlihat di bawah pencahayaan dari arah samping.

Jenis Bekas Jerawat Hipertrofik dan Keloid

Bekas jerawat hipertrofik dan keloid muncul sebagai benjolan jaringan parut yang menonjol di atas permukaan kulit. Berbeda dengan jenis atrofi, kondisi ini terjadi karena tubuh memproduksi kolagen secara berlebihan selama fase penyembuhan. Benjolan ini sering kali terasa padat dan terkadang menimbulkan rasa gatal atau sensitif saat bersentuhan dengan pakaian.

Bekas hipertrofik biasanya memiliki ukuran yang sama dengan jerawat aslinya dan cenderung mengecil seiring berjalannya waktu. Sementara itu, keloid merupakan jaringan parut yang tumbuh lebih besar melampaui batas luka jerawat semula. Keloid lebih sering ditemukan pada area rahang, dada, punggung, dan bahu pada individu yang memiliki kecenderungan genetik tertentu.

Perubahan Pigmentasi Setelah Jerawat

Banyak orang menyalahartikan perubahan warna kulit sebagai bekas jerawat permanen, padahal kondisi ini sering kali bersifat sementara. Perubahan pigmentasi ini terjadi akibat respons kulit terhadap peradangan akut yang merusak sel-sel warna. Secara medis, perubahan ini dibagi menjadi dua kategori warna yang memerlukan pendekatan bahan aktif berbeda.

  • Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH): Muncul sebagai noda berwarna cokelat atau hitam akibat produksi melanin berlebih.
  • Post-Inflammatory Erythema (PIE): Tampak sebagai noda kemerahan atau merah muda akibat pelebaran pembuluh darah di bawah permukaan kulit.

Penyebab Terbentuknya Bekas Jerawat

Faktor utama terbentuknya bekas jerawat adalah peradangan yang tidak terkontrol pada folikel rambut dan kelenjar sebasea. Ketika jerawat meradang hebat, dinding pori-pori bisa pecah dan menyebabkan material infeksius menyebar ke jaringan kulit yang lebih dalam. Tubuh akan berusaha memperbaiki kerusakan ini dengan membentuk serat kolagen baru, namun sering kali hasilnya tidak sempurna.

Kebiasaan memencet atau memaksakan pengeluaran isi jerawat secara mandiri sangat memperburuk risiko terbentuknya jaringan parut. Tindakan ini mendorong bakteri dan nanah masuk lebih dalam ke lapisan dermis, sehingga memperparah kerusakan struktural. Selain itu, faktor keturunan dan keterlambatan dalam memulai pengobatan jerawat aktif juga berperan besar dalam menentukan tingkat keparahan bekas tersebut.

Cara Mengatasi Bekas Jerawat Secara Medis

Penanganan bekas jerawat memerlukan prosedur klinis karena jaringan parut berada di lapisan kulit yang lebih dalam. Dokter spesialis kulit biasanya akan merekomendasikan kombinasi terapi berdasarkan jenis bekas yang dimiliki oleh pasien. Untuk mencapai hasil yang optimal, penggunaan layanan Haloskin dapat membantu proses pemulihan melalui bimbingan medis yang tepat dan personal.

Beberapa metode medis yang umum dilakukan meliputi:

  • Laser Resurfacing: Menggunakan energi cahaya untuk merangsang kolagen dan menghaluskan permukaan kulit.
  • Chemical Peeling: Pengelupasan lapisan kulit teratas untuk memicu pertumbuhan sel kulit baru yang lebih rata.
  • Microneedling: Prosedur luka kecil terkontrol untuk mendorong produksi kolagen alami tubuh secara intensif.
  • Subsisi: Menggunakan jarum khusus untuk memutus jaringan ikat di bawah kulit pada bekas jerawat rolling.

Cara Mencegah Bekas Jerawat

Langkah pencegahan terbaik adalah dengan menangani jerawat aktif sesegera mungkin sebelum berkembang menjadi peradangan yang parah. Penggunaan obat jerawat yang tepat dapat meminimalkan kerusakan pada jaringan kolagen di lapisan bawah kulit. Konsistensi dalam rutinitas perawatan kulit dasar juga sangat membantu menjaga ketahanan kulit selama fase penyembuhan.

Beberapa tindakan preventif yang disarankan meliputi:

  • Menghindari kebiasaan menyentuh, menggaruk, atau memencet jerawat dalam kondisi apa pun.
  • Menggunakan tabir surya setiap hari untuk mencegah noda bekas jerawat menjadi lebih gelap akibat paparan sinar UV.
  • Membersihkan wajah secara lembut tanpa menggunakan scrub kasar saat jerawat sedang meradang.
  • Menerapkan pola hidup sehat untuk mempercepat kemampuan regenerasi sel kulit secara alami.

Kesimpulan

Bekas jerawat merupakan masalah kulit kompleks yang memerlukan identifikasi jenis secara akurat untuk menentukan metode pengobatan yang efektif. Kondisi seperti atrofi, hipertrofik, hingga perubahan pigmentasi masing-masing memiliki karakteristik unik yang membutuhkan penanganan medis berbeda. Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.