• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Cara Kerja Laminaria sebelum Proses Kuretase
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Cara Kerja Laminaria sebelum Proses Kuretase

Kenali Cara Kerja Laminaria sebelum Proses Kuretase

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 14 September 2022

“Laminaria termasuk dalam jenis tanaman rumput laut. Selain sebagai makanan, laminaria juga banyak dimanfaatkan sebagai obat, salah satunya untuk proses kuretase.”

Kenali Cara Kerja Laminaria sebelum Proses KuretaseKenali Cara Kerja Laminaria sebelum Proses Kuretase

Halodoc, Jakarta – Laminaria mengandung yodium, jenis mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu membuat hormon tiroid. Selain itu, tanaman ini juga tinggi zat besi dan kalium. Ketika dikonsumsi dalam bentuk suplemen, laminaria dapat digunakan untuk:

  • Menunjang kesehatan kulit kepala dan rambut (termasuk meningkatkan pertumbuhan rambut, mengurangi ketombe dan mencegah peradangan pada kulit kepala).
  • Mengurangi stres oksidatif dan meningkatkan fungsi hati.
  • Mencegah obesitas dan diabetes, meski masih diperlukan lebih banyak penelitian terkait hal ini.
  • Mengobati infeksi listeria atau infeksi bakteri bawaan makanan lainnya.
  • Meningkatkan kesehatan sistem pencernaan dengan bertindak sebagai pencahar.

Namun, suplemen laminaria tidak boleh digunakan untuk menginduksi persalinan atau mengakhiri kehamilan. Terkait hal ini, dokter mungkin merekomendasikan tongkat laminaria. Ketika ditempatkan dengan benar di dalam vagina, tongkat laminaria dapat membantu melebarkan serviks, sehingga membantu menginduksi persalinan. 

Selain itu, tongkat laminaria juga dapat membantu mengurangi risiko komplikasi ketika digunakan untuk mengakhiri kehamilan atau aborsi.

Induksi Kehamilan

Induksi persalinan paling berhasil ketika serviks sudah matang dan siap untuk lahir. Ini berarti serviks harus lembut, tipis, dan mulai terbuka. Tongkat laminaria dapat digunakan untuk membantu serviks mempersiapkan kelahiran, dan biasanya merupakan langkah pertama dalam induksi medis.

Terkadang penyisipan tongkat laminaria dan pelebaran serviks sudah cukup bagi tubuh untuk melahirkan secara spontan. Untuk alasan ini, dokter biasanya akan menunggu 24 jam setelah pemasangan stik laminaria, untuk melihat apakah persalinan bisa dimulai dengan sendirinya. 

Jika tidak, kamu mungkin memerlukan intervensi medis lebih lanjut agar persalinan dapat dimulai. Salah satu alasan paling umum untuk induksi adalah kehamilan telah berkembang menjadi 42 minggu. Studi dalam jurnal Obstetrics & Gynecology menyebutkan, bahwa terjadi peningkatan risiko kelahiran mati apabila bayi dilahirkan lebih dari 42 minggu. 

Terminasi atau Aborsi

Aborsi di awal kehamilan tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan laminaria. Sebab, aborsi dini biasanya bisa dilakukan dengan aman tanpa melebarkan leher rahim. Sedangkan untuk kehamilan 10 minggu atau lebih, dokter bisa menyarankan pemakaian laminaria untuk mengurangi risiko komplikasi selama prosedur.

Dokter akan memasukkan tongkat laminaria ke dalam vagina sehari sebelum prosedur. Esoknya, kamu akan mendapatkan anestesi umum. Dokter kemudian akan mengeluarkan tongkat laminaria, dan menggunakan instrumen ginekologi dan pengisap untuk mengosongkan rahim dan mengeluarkan janin.

Tongkat laminaria tidak mengakibatkan penghentian janin. Tongkat hanya digunakan untuk membantu mempersiapkan tubuh untuk prosedur terminasi. Namun, karena pelebaran serviks, tongkat dapat meningkatkan risiko keguguran atau komplikasi lain jika kamu memilih untuk tidak melanjutkan prosedur.

Pemakaian laminaria untuk kuretase juga tidak jauh berbeda. Tongkat ini membantu melebarkan serviks sehingga dokter lebih mudah untuk membersihkan rahim dari sisa kehamilan yang tidak berhasil.

Hal yang Perlu Dihindari saat Memakai Laminaria

Ketika menggunakan tongkat laminaria, sebaiknya kamu menghindari beberapa hal berikut ini:

  • Cobalah untuk tidak melakukan hubungan intim.
  • Sebisa mungkin, hindari membasahi atau membersihkan vagina.
  • Hindari berendam.
  • Kamu dibolehkan untuk mandi, tapi sebisa mungkin batasi vagina terkena air berlebihan.
  • Jika kamu melakukan terminasi, hindari makan setelah tengah malam.

Apabila kamu memiliki pertanyaan lain seputar laminaria untuk proses induksi persalinan maupun terminasi dan kuretase, kamu bisa langsung tanyakan pada dokter spesialis kandungan lewat aplikasi Halodoc. Kamu dapat download aplikasi Halodoc di ponselmu, gratis dari Play Store maupun App Store. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. What’s Laminaria and How’s It Used?
Obstetrics & Gynecology. Diakses pada 2022. Risk of Stillbirth and Infant Death Stratified by Gestational Age.
WebMD. Diakses pada 2022. Laminaria – Uses, Side Effects, and More.