Ad Placeholder Image

Kenali Dampak Torsio Testis yang Tidak Mendapat Pengobatan

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   28 Mei 2026

Torsio testis merupakan kondisi ketika buah zakar atau testis terpelintir yang mengakibatkan rasa nyeri tidak tertahankan pada bagian tersebut.

Kenali Dampak Torsio Testis yang Tidak Mendapat PengobatanKenali Dampak Torsio Testis yang Tidak Mendapat Pengobatan

Apa Itu Torsio Testis?

Torsio testis adalah kondisi darurat medis saat saluran sperma (funiculus spermaticus) terpelintir, sehingga menghentikan aliran darah menuju testis. Kondisi ini memicu nyeri hebat secara mendadak dan pembengkakan pada skrotum. Tanpa penanganan segera dalam hitungan jam, kekurangan oksigen dapat menyebabkan kematian jaringan testis secara permanen.

Dalam klasifikasi medis internasional, kondisi ini dikenal dengan kode ICD-10 N44.0. Gangguan ini sering kali terjadi pada remaja pria berusia 12 hingga 18 tahun, meskipun dapat dialami oleh laki-laki pada segala usia. Penanganan harus dilakukan sebelum terjadi nekrosis atau kerusakan sel yang tidak dapat diperbaiki.

“Torsio testis merupakan kegawatdaruratan urologi yang memerlukan intervensi bedah segera guna menyelamatkan viabilitas testis.” — Kementerian Kesehatan RI, 2023

Gejala Torsio Testis

Gejala utama yang dirasakan adalah nyeri pada buah zakar yang muncul secara tiba-tiba dan intensitasnya sangat berat. Rasa sakit ini sering kali terjadi di satu sisi skrotum dan dapat menjalar hingga ke area perut bagian bawah. Penderita biasanya tidak menemukan posisi yang nyaman untuk meredakan rasa sakit tersebut.

Selain nyeri hebat, terdapat beberapa tanda klinis yang perlu diwaspadai:

  • Pembengkakan pada salah satu sisi skrotum.
  • Mual dan muntah akibat intensitas nyeri yang ekstrem.
  • Posisi testis yang terlihat lebih tinggi dari biasanya atau berada pada sudut yang tidak normal.
  • Kemerahan pada kulit skrotum.
  • Demam ringan pada beberapa kasus yang sudah berlangsung beberapa jam.
  • Hilangnya refleks kremaster (tidak ada pergerakan testis saat paha bagian dalam disentuh).

Apa Penyebab Torsio Testis?

Penyebab utama torsio testis umumnya berkaitan dengan kelainan anatomi bawaan yang disebut deformitas lonceng (bell clapper deformity). Pada kondisi normal, testis melekat kuat pada skrotum, namun pada penderita kelainan ini, testis dapat berputar bebas di dalam kantung skrotum. Hal ini memudahkan saluran sperma untuk melilit dan mengunci aliran darah.

Pemicu terjadinya pelintiran ini dapat bervariasi, antara lain:

  • Aktivitas fisik yang sangat berat atau olahraga intens.
  • Cedera atau trauma langsung pada area skrotum.
  • Pertumbuhan testis yang sangat cepat selama masa pubertas.
  • Suhu dingin yang ekstrem yang memicu kontraksi otot kremaster secara mendadak.
  • Pergerakan spontan saat sedang tidur nyenyak.

Diagnosis Medis Torsio Testis

Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan fisik secara menyeluruh oleh dokter spesialis urologi untuk mengevaluasi lokasi nyeri dan posisi testis. Dokter akan memeriksa refleks kremaster untuk melihat respon otot di sekitar skrotum. Mengingat aspek urgensinya, proses diagnosis sering kali dilakukan secara cepat di unit gawat darurat.

Pemeriksaan penunjang yang umum digunakan meliputi:

  • USG Doppler Skrotum: Prosedur ini merupakan standar utama untuk mengecek aliran darah ke testis dan memastikan adanya hambatan sirkulasi.
  • Tes Urin: Digunakan untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi saluran kemih atau epididimitis (peradangan saluran sperma) yang memiliki gejala serupa.
  • Eksplorasi Bedah: Jika hasil USG tidak meyakinkan namun gejala klinis sangat kuat, dokter mungkin langsung melakukan pembedahan untuk memastikan kondisi di dalam skrotum.

Bagaimana Cara Mengobati Torsio Testis?

Pengobatan satu-satunya yang efektif untuk torsio testis adalah tindakan pembedahan darurat yang disebut orkidopeksi. Prosedur ini bertujuan untuk mengembalikan posisi testis yang terpelintir ke posisi semula agar aliran darah kembali lancar. Dokter juga akan menjahit kedua testis ke dinding dalam skrotum untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Waktu penanganan sangat menentukan tingkat keberhasilan penyelamatan organ:

  • Kurang dari 6 jam: Peluang penyelamatan testis mencapai 90-100%.
  • 12 hingga 24 jam: Peluang penyelamatan menurun drastis hingga di bawah 50%.
  • Lebih dari 24 jam: Risiko kematian jaringan (nekrosis) sangat tinggi, sehingga sering kali testis harus diangkat sepenuhnya (orkiektomi).

“Intervensi bedah dalam ‘golden period’ enam jam pertama sangat krusial untuk mencegah atrofi testis dan gangguan fertilitas di masa depan.” — World Health Organization (WHO), 2022

Pencegahan dan Faktor Risiko

Pencegahan torsio testis sulit dilakukan secara mandiri karena faktor pemicunya sering kali bersifat anatomis dan terjadi secara spontan. Langkah pencegahan medis yang paling efektif adalah melalui tindakan bedah fiksasi jika seseorang diketahui memiliki risiko tinggi atau pernah mengalami torsio intermiten (nyeri yang hilang timbul). Pembedahan pada satu sisi biasanya diikuti dengan fiksasi pada sisi lainnya untuk perlindungan total.

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi ini meliputi:

  • Usia remaja (masa pubertas).
  • Riwayat keluarga dengan kondisi serupa.
  • Riwayat torsio testis sebelumnya yang sempat pulih sendiri tanpa tindakan bedah.
  • Adanya kelainan bawaan pada struktur jaringan ikat di skrotum.

Kapan Harus ke Dokter?

Bantuan medis harus segera dicari jika muncul nyeri testis yang mendadak, sangat tajam, dan tidak kunjung hilang dalam beberapa menit. Keterlambatan penanganan hanya dalam hitungan jam dapat berakibat fatal pada fungsi reproduksi pria. Jangan menunggu hingga rasa sakit bertambah parah atau muncul pembengkakan besar sebelum menuju unit gawat darurat.

Segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan penanganan awal. Diagnosis dini dan rujukan cepat ke spesialis urologi adalah kunci utama untuk menyelamatkan organ dan fungsi hormonal.

Kesimpulan

Torsio testis adalah kondisi gawat darurat urologi yang ditandai dengan saluran sperma yang melintir sehingga memutus suplai darah. Gejala utamanya adalah nyeri tajam mendadak pada skrotum yang memerlukan tindakan bedah orkidopeksi dalam waktu kurang dari enam jam. Penanganan yang terlambat berisiko menyebabkan kematian jaringan permanen dan pengangkatan testis. Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.