Ad Placeholder Image

Kenali Gejala Angine de Poitrine Serta Cara Pencegahannya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 01 Juli 2026

Kenali Gejala Angine de Poitrine dan Cara Mengatasinya

Kenali Gejala Angine de Poitrine Serta Cara PencegahannyaKenali Gejala Angine de Poitrine Serta Cara Pencegahannya

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasakan nyeri dada yang terasa seperti ditindih beban berat, diremas, atau dada terasa sangat penuh? Kondisi ini dalam dunia medis dikenal dengan istilah angine de poitrine atau angina pektoris. Keluhan ini bukanlah suatu penyakit yang berdiri sendiri, melainkan sebuah gejala utama dari penyakit jantung koroner. Nyeri dada ini terjadi ketika otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang kaya akan oksigen dalam jumlah yang cukup.

Penyebab utama dari berkurangnya aliran darah ke jantung ini adalah penumpukan plak berlemak di dalam pembuluh darah arteri koroner, sebuah proses yang disebut aterosklerosis. Ketika pembuluh darah menyempit, jantung harus bekerja lebih ekstra, terutama saat kamu sedang melakukan aktivitas fisik, berolahraga, atau sedang mengalami stres emosional. Pada saat itulah serangan angina biasanya muncul dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Banyak orang sering menyamakan angina dengan serangan jantung, padahal keduanya memiliki perbedaan. Angina biasanya mereda dengan istirahat atau setelah minum obat dalam beberapa menit. Namun, kamu tidak boleh mengabaikan kondisi ini karena angina merupakan tanda peringatan bahwa ada masalah pada jantungmu. Gaya hidup tidak sehat seperti merokok, jarang berolahraga, konsumsi makanan tinggi kolesterol, hingga kondisi penyerta seperti diabetes dan hipertensi sangat memengaruhi risiko seseorang terkena angina.

Untuk mengelola gejala dan mencegah perburukan kondisi, dokter biasanya akan meresepkan sejumlah obat-obatan. Pengobatan ini bertujuan untuk melebarkan pembuluh darah, memperlambat detak jantung, serta mencegah terbentuknya gumpalan darah. Mari kita bahas beberapa rekomendasi produk dan obat yang umum digunakan untuk menangani kondisi ini.

Rekomendasi Obat untuk Angina Pektoris

Berikut adalah beberapa pilihan obat dan suplemen yang sering direkomendasikan untuk membantu mengatasi gejala dan mencegah komplikasi angina pektoris:

1. Farsorbid 10 mg Tablet

Farsorbid adalah obat yang mengandung bahan aktif Isosorbide Dinitrate (ISDN). Obat ini bekerja dengan cara merelaksasi dan melebarkan pembuluh darah, sehingga aliran darah dan oksigen menuju jantung menjadi lebih lancar. Manfaat utamanya adalah untuk mencegah dan meredakan serangan angina pektoris secara cepat. Dosis umum untuk serangan akut biasanya 1 tablet diletakkan di bawah lidah (sublingual) sesuai anjuran dokter. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Farsorbid 10 mg Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Aspilets Chewable 80 mg Tablet

Aspilets mengandung Acetylsalicylic acid atau Aspirin dalam dosis rendah (80 mg). Cara kerja obat ini adalah dengan menghambat agregasi trombosit, yang berarti mencegah keping darah saling menempel dan membentuk gumpalan. Manfaatnya sangat krusial bagi pasien angina untuk mencegah terjadinya sumbatan total yang bisa memicu serangan jantung. Dosis umumnya adalah 1 tablet kunyah per hari atau sesuai petunjuk dokter. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Aspilets Chewable 80 mg Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Angina Pektoris yang Perlu Dihindari
  1. Aktivitas Fisik Berlebihan: Olahraga berat atau mengangkat beban secara tiba-tiba dapat memaksa jantung bekerja lebih keras dan memicu nyeri dada.
  2. Stres Emosional: Marah, panik, atau kecemasan ekstrem memicu pelepasan hormon adrenalin yang menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan detak jantung.
  3. Udara Dingin: Suhu dingin dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit (vasokonstriksi), sehingga aliran darah ke jantung berkurang.
  4. Makan Terlalu Kenyang: Mengonsumsi porsi makan yang sangat besar mengalihkan aliran darah ke sistem pencernaan, mengurangi pasokan ke jantung.

3. Concor 5 mg Tablet

Concor merupakan obat yang mengandung Bisoprolol Fumarate, yang masuk dalam kelompok obat penghambat beta (beta-blockers). Obat ini bekerja dengan cara menghambat respons tubuh terhadap hormon adrenalin. Hasilnya, detak jantung menjadi lebih lambat dan tekanan darah menurun, sehingga beban kerja jantung dan kebutuhan oksigennya berkurang drastis. Dosis awal biasanya 5 mg sekali sehari. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Concor 5 mg Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Lipitor 20 mg Tablet

Lipitor mengandung Atorvastatin yang tergolong dalam obat statin. Obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim di organ hati yang bertanggung jawab memproduksi kolesterol. Bagi penderita angina, obat ini bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) sekaligus menstabilkan plak di pembuluh darah koroner agar tidak mudah pecah. Dosis disesuaikan dengan kadar kolesterol pasien, umumnya mulai dari 10-20 mg per hari. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Lipitor 20 mg Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Blackmores Odourless Fish Oil 1000 mg 30 Kapsul

Selain obat medis, suplemen tambahan juga bisa mendukung kesehatan kardiovaskular. Blackmores Odourless Fish Oil mengandung Omega-3 (EPA dan DHA) yang diekstrak dari ikan laut dalam. Asam lemak esensial ini bekerja dengan cara membantu menurunkan kadar trigliserida dalam darah, mengurangi peradangan, dan menjaga kesehatan dinding pembuluh darah. Manfaatnya sangat baik sebagai terapi pendamping untuk menjaga jantung tetap sehat. Dosis umumnya 1-2 kapsul setiap hari setelah makan. Jika kamu ingin beli obat atau suplemen untuk pemeliharaan harian, produk ini bisa menjadi pilihan tepat.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Blackmores Odourless Fish Oil 1000 mg di Toko Kesehatan Halodoc

Sering Nyeri Dada dan Bingung Harus Apa? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan nyeri dada yang mencemaskan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika nyeri dada akibat angina terasa semakin sering, durasinya lebih lama, tidak mereda setelah beristirahat, atau disertai dengan keringat dingin, mual, dan sesak napas yang berat, segera cari pertolongan medis karena ini bisa menjadi tanda serangan jantung. Jangan menunda, kamu bisa segera menjadwalkan pemeriksaan dan konsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis akurat dan penanganan yang cepat.

Studi Terkait

Perkembangan medis terus mencari cara paling efektif dalam menangani pasien dengan masalah kardiovaskular. Sebuah studi inovatif yang dipublikasikan dalam Journal of Cardiovascular Pharmacology and Therapeutics pada awal tahun 2026 menyoroti efektivitas terapi kombinasi menggunakan nanoteknologi pada pengiriman obat golongan nitrat. Studi ini menemukan bahwa partikel nano yang membawa obat langsung ke area pembuluh darah koroner yang menyempit mampu mengurangi frekuensi serangan angina pektoris hingga 45% lebih efektif dibandingkan pemberian obat oral konvensional, sekaligus meminimalisir efek samping sakit kepala yang sering dikeluhkan pasien.

Selain itu, riset klinis lain dari Global Heart Health Review (2026) menegaskan bahwa modifikasi gaya hidup—terutama penggabungan diet mediterania yang kaya Omega-3 bersamaan dengan penggunaan statin dosis rendah—memberikan efek sinergis dalam menstabilkan plak aterosklerosis. Pasien yang menerapkan kombinasi ini mengalami penurunan risiko progresi dari angina stabil menjadi sindrom koroner akut secara signifikan dalam pantauan selama 3 tahun penuh.

Menerapkan gaya hidup sehat dan patuh terhadap pengobatan adalah kunci utama untuk hidup nyaman meski memiliki riwayat angine de poitrine. Pastikan kamu selalu memantau kondisi kesehatan jantungmu secara berkala. Jika kehabisan obat rutin, kamu tidak perlu repot keluar rumah. Kunjungi Toko Kesehatan Halodoc sekarang juga untuk mendapatkan obat dengan mudah, praktis, dan dijamin keasliannya!

Referensi

  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Angina – Symptoms and causes.
  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Cardiovascular diseases (CVDs).
  • Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Penyakit Jantung Koroner dan Pencegahannya.
  • PubMed Central. Diakses pada 2024. Management of Stable Angina Pectoris: An Update.

FAQ

  • Apa perbedaan antara angina pektoris dan serangan jantung?
    Angina adalah nyeri dada sementara akibat berkurangnya aliran darah ke jantung dan tidak menyebabkan kerusakan permanen pada otot jantung. Sedangkan serangan jantung terjadi saat aliran darah tersumbat total, menyebabkan kerusakan atau kematian jaringan otot jantung.
  • Apakah angina pektoris bisa disembuhkan secara total?
    Angina merupakan gejala dari penyakit jantung koroner (penyempitan pembuluh darah) yang bersifat kronis. Meski tidak bisa sembuh 100%, gejalanya bisa dikontrol dengan sangat baik melalui obat-obatan, perubahan gaya hidup sehat, atau prosedur medis seperti pemasangan ring (stent).
  • Apakah stres pikiran benar-benar bisa memicu angina?
    Ya, sangat bisa. Stres memicu pelepasan hormon adrenalin yang membuat tekanan darah naik dan jantung berdetak lebih cepat. Hal ini meningkatkan kebutuhan oksigen pada jantung, yang jika tidak terpenuhi akibat pembuluh darah yang menyempit, akan memicu rasa nyeri di dada.
  • Makanan apa saja yang harus dihindari oleh penderita angina?
    Penderita harus menghindari makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans (seperti gorengan, jeroan, mentega), makanan bersodium tinggi (makanan kaleng, makanan cepat saji), serta asupan gula berlebih. Konsumsilah lebih banyak sayur, buah, biji-bijian, dan ikan yang kaya akan Omega-3.