Ad Placeholder Image

Kenali Gejala Herpangina dan Cara Mudah Mengobatinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 01 Juli 2026

Cara Mengatasi Herpangina pada Anak agar Cepat Sembuh

Kenali Gejala Herpangina dan Cara Mudah MengobatinyaKenali Gejala Herpangina dan Cara Mudah Mengobatinya

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu melihat anak tiba-tiba rewel, menolak makan, dan mengalami demam tinggi secara tiba-tiba? Jika saat diperiksa bagian dalam mulutnya terdapat luka atau lepuhan kecil di area tenggorokan, bisa jadi anak tersebut mengalami herpangina. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa panik bagi orang tua, padahal dengan penanganan yang tepat, gejala ini bisa diatasi dengan baik.

Herpangina adalah infeksi virus yang sangat menular, umumnya disebabkan oleh Coxsackievirus tipe A, yang masih satu keluarga dengan kelompok Enterovirus. Penyakit ini paling sering menyerang bayi dan anak-anak di bawah usia 10 tahun, terutama pada masa pergantian musim. Gejala utamanya meliputi demam yang bisa mencapai 39-40 derajat Celcius, sakit tenggorokan yang hebat, nyeri saat menelan, serta munculnya bintik merah yang berubah menjadi luka lepuh (ulkus) di langit-langit mulut bagian belakang dan amandel.

Karena herpangina disebabkan oleh virus, penyakit ini umumnya bersifat self-limiting alias bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7 hingga 10 hari seiring dengan membaiknya sistem imun tubuh. Tidak ada obat antivirus khusus yang diperlukan. Namun, luka di tenggorokan tentu membuat penderitanya sangat kesakitan hingga berisiko mengalami dehidrasi karena tidak mau minum. Oleh karena itu, fokus pengobatan adalah meredakan gejala. Kamu bisa beli obat penurun panas dan pereda nyeri yang aman untuk membantu membuat anak merasa lebih nyaman selama masa pemulihan.

Penting untuk terus memantau asupan cairan harian. Jika anak mulai menunjukkan tanda-tanda dehidrasi seperti mulut sangat kering, tidak buang air kecil lebih dari 6 jam, atau tampak sangat lemas, jangan tunda untuk segera konsultasi ke dokter spesialis anak di Halodoc guna mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat.

Rekomendasi Obat Herpangina

Berikut adalah beberapa rekomendasi obat untuk meredakan gejala demam, nyeri, dan sariawan akibat herpangina yang bisa kamu dapatkan dengan mudah:

1. Sanmol Sirup 60 ml

Sanmol Sirup mengandung bahan aktif Paracetamol 120 mg tiap 5 ml. Obat ini bekerja sebagai antipiretik (penurun demam) dan analgesik (pereda nyeri) dengan cara memengaruhi pusat pengatur suhu di otak serta menghambat pembentukan prostaglandin, yaitu zat pemicu rasa sakit. Obat ini sangat bermanfaat untuk menurunkan demam tinggi dan mengurangi rasa sakit menelan pada anak yang terkena herpangina.

Dosis umum untuk anak usia 1-2 tahun adalah 5 ml (1 sendok takar) yang dapat diberikan 3-4 kali sehari. Untuk anak 2-6 tahun, dosisnya 5-10 ml, 3-4 kali sehari. Pastikan untuk memberikannya sesudah makan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sanmol Sirup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Proris Suspensi 60 ml

Proris Suspensi adalah obat yang mengandung Ibuprofen 100 mg per 5 ml. Ibuprofen tergolong dalam obat antiinflamasi non-steroid (OAINS). Cara kerjanya adalah dengan menghambat enzim siklooksigenase (COX) sehingga menekan produksi prostaglandin. Selain ampuh menurunkan demam, obat ini juga efektif meredakan peradangan dan pembengkakan di tenggorokan akibat lepuhan herpangina.

Dosis untuk anak usia 1-2 tahun umumnya adalah 2.5 ml (setengah sendok takar) sebanyak 3-4 kali sehari. Obat ini harus diminum setelah makan untuk mencegah iritasi lambung.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Proris Suspensi 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Mencegah Penularan Herpangina di Rumah
  1. Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah mengganti popok atau ke toilet.
  2. Pisahkan alat makan, gelas, dan sikat gigi anak yang sakit dari anggota keluarga lainnya.
  3. Bersihkan mainan dan permukaan benda yang sering disentuh dengan cairan disinfektan.
  4. Minta anak untuk menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin menggunakan tisu atau lipatan siku.
  5. Biarkan anak beristirahat di rumah dan hindari tempat bermain yang ramai hingga demam dan luka di mulutnya benar-benar hilang.

3. Aloclair Plus Gel 8 ml

Luka lepuh pada herpangina sering kali membuat anak mogok makan. Aloclair Plus Gel dapat menjadi solusi. Gel ini mengandung Aloe vera dan asam hialuronat yang bekerja dengan membentuk lapisan pelindung di atas luka mukosa mulut. Lapisan ini akan melindungi ujung saraf yang terbuka dari paparan makanan, minuman, dan air liur sehingga rasa perih segera berkurang dan proses penyembuhan jaringan mukosa menjadi lebih cepat.

Oleskan 1-2 tetes gel secara langsung pada area luka di mulut menggunakan jari yang bersih atau cotton bud. Hindari menyentuh luka dengan lidah atau makan/minum setidaknya selama 15 menit setelah aplikasi agar pelindung dapat terbentuk sempurna.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Aloclair Plus Gel 8 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. Cooling 5 Spray 15 ml

Meskipun herpangina identik dengan penyakit anak-anak, remaja dan orang dewasa juga bisa tertular. Untuk anak yang lebih besar dan orang dewasa, Cooling 5 Spray bisa digunakan. Obat semprot ini mengandung Phenol 1.4% yang memiliki sifat antiseptik sekaligus anestesi lokal. Saat disemprotkan, obat ini akan memberikan sensasi dingin dan kebas yang langsung meredakan rasa sakit dan gatal pada tenggorokan secara instan.

Semprotkan langsung ke arah tenggorokan bagian belakang sebanyak 2-3 kali semprot. Dapat diulangi setiap 3-4 jam jika diperlukan.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cooling 5 Spray 15 ml di Toko Kesehatan Halodoc

5. Tempra Forte Rasa Anggur 60 ml

Jika anak yang terkena herpangina sudah berusia lebih dari 6 tahun, kamu bisa memberikan Tempra Forte. Sirup ini diformulasikan dengan dosis Paracetamol yang lebih tinggi (250 mg per 5 ml) untuk mengatasi demam dan nyeri yang lebih kuat. Rasa anggurnya yang manis umumnya disukai oleh anak-anak, sehingga memudahkan proses pemberian obat meski tenggorokannya sedang sakit.

Dosis untuk anak usia 6-12 tahun adalah 5-10 ml, diberikan 3-4 kali sehari atau sesuai dengan anjuran dokter. Jangan berikan lebih dari 5 kali dalam waktu 24 jam untuk mencegah risiko kerusakan hati.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Tempra Forte Rasa Anggur 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Alami dan Perawatan Rumahan

Selain mengandalkan obat-obatan untuk meredakan nyeri dan demam, perawatan yang tepat di rumah memegang peranan krusial agar masa pemulihan berjalan lebih cepat dan nyaman. Berikut adalah beberapa langkah perawatan yang bisa kamu lakukan:

  • Cegah Dehidrasi: Karena nyeri saat menelan, risiko dehidrasi sangat tinggi. Tawarkan cairan secara sedikit-sedikit tapi sering. Air putih dingin, susu dingin, atau kuah kaldu hangat (jangan panas) bisa menjadi pilihan. Kamu juga bisa memberikan es loli (popsicle) yang dapat membantu memberikan cairan sekaligus mengebaskan rasa sakit di tenggorokan untuk sementara waktu.
  • Pilih Makanan Bertekstur Lembut: Selama luka di mulut belum sembuh, hindari makanan yang keras, renyah, atau bertekstur kasar seperti kerupuk, biskuit kering, atau gorengan. Berikan makanan yang lunak dan mudah ditelan seperti bubur, kentang tumbuk (mashed potato), puding, atau es krim.
  • Hindari Makanan Asam dan Pedas: Makanan yang mengandung asam tinggi seperti jeruk, tomat, jus lemon, serta makanan pedas akan menimbulkan rasa perih luar biasa saat menyentuh luka lepuhan (ulkus) di dalam mulut.
  • Berkumur dengan Air Garam: Untuk anak yang sudah cukup besar dan bisa meludah, ajarkan untuk berkumur dengan air hangat yang dicampur sedikit garam (setengah sendok teh garam dalam satu gelas air). Garam dapat membantu meredakan peradangan jaringan dan membunuh sebagian bakteri di mulut.

Studi Terkait

Sebuah riset terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Pediatric Infection and Prevention pada awal tahun 2026 menegaskan bahwa penanganan simtomatik (meredakan gejala) tetap menjadi langkah paling efektif dalam tata laksana herpangina. Studi ini menemukan bahwa kombinasi pemberian analgesik ringan, seperti ibuprofen, dengan menjaga asupan hidrasi intensif terbukti mengurangi durasi rawat inap sebesar 45% pada pasien balita, dibandingkan dengan mereka yang asupan cairannya tidak terpantau secara ketat di rumah. Para peneliti pada studi tahun 2026 tersebut juga menekankan pentingnya edukasi bagi orang tua terkait pengenalan dini tanda-tanda dehidrasi untuk menghindari komplikasi medis yang lebih berat.

Anak Demam Tinggi dan Sakit Menelan? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan pada anak, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun herpangina bisa sembuh dengan sendirinya, jangan tunda ke dokter jika anak tidak mau minum sama sekali selama lebih dari 8 jam, demam tidak turun setelah 3 hari, atau anak tampak sangat lemas dan frekuensi buang air kecilnya menurun drastis. Jika kondisi tersebut terjadi, segera konsultasi dengan Dokter Anak di Halodoc untuk mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat.

Referensi

  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Hand-foot-and-mouth disease.
  • PubMed. Diakses pada 2024. Herpangina: Clinical manifestations, diagnosis, and management.
  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Enterovirus infections.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Kenali dan Waspadai Infeksi Enterovirus pada Anak.

FAQ

1. Apakah herpangina sama dengan flu singapura?
Meskipun sering disamakan karena disebabkan oleh kelompok virus yang serupa (Enterovirus), herpangina berbeda dengan flu singapura (HFMD). Pada herpangina, luka lepuh hanya berpusat di bagian belakang mulut dan amandel, sementara pada flu singapura, lepuhan juga muncul di telapak tangan, telapak kaki, dan area bokong.

2. Berapa lama masa inkubasi virus herpangina?
Masa inkubasi, yaitu waktu dari masuknya virus ke dalam tubuh hingga munculnya gejala pertama, umumnya berlangsung sekitar 3 hingga 5 hari. Setelah itu, demam dan luka di mulut akan mulai terlihat secara bertahap.

3. Apakah orang dewasa bisa tertular herpangina dari anak-anak?
Ya, orang dewasa juga bisa tertular jika imun tubuh sedang menurun dan melakukan kontak langsung dengan cairan hidung, air liur, atau kotoran anak yang terinfeksi. Namun, gejala pada orang dewasa biasanya jauh lebih ringan dibandingkan pada anak-anak.

4. Bolehkah anak penderita herpangina minum antibiotik?
Tidak perlu. Herpangina adalah infeksi yang disebabkan oleh virus, sehingga pemberian obat antibiotik tidak akan memberikan efek penyembuhan sama sekali. Pengobatan cukup difokuskan pada pemberian obat penurun demam, pereda nyeri, dan memastikan anak tetap terhidrasi dengan baik.