Ad Placeholder Image

Kenali Manfaat Buah Kelengkeng Merah untuk Kesehatan

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Juni 2026
Kenali Manfaat Buah Kelengkeng Merah untuk KesehatanKenali Manfaat Buah Kelengkeng Merah untuk Kesehatan

DAFTAR ISI


Buah kelengkeng selama ini identik dengan kulit berwarna cokelat muda dan daging buah putih bening yang manis. Namun, tahukah kamu bahwa ada varietas unggulan yang kini tengah naik daun di Indonesia, yaitu kelengkeng merah? Memiliki nama ilmiah Dimocarpus longan Lour varietas Ruby, buah ini tidak hanya memikat mata karena warnanya yang eksotis, tetapi juga menyimpan segudang manfaat kesehatan yang luar biasa.

Warna merah pada kulit dan bijinya bukan sekadar hasil rekayasa genetika biasa, melainkan mutasi gen alami yang justru meningkatkan kadar senyawa fitonutrien di dalamnya. Di Indonesia, kelengkeng merah menjadi primadona karena selain rasanya yang lebih manis dibandingkan kelengkeng biasa, pohonnya juga bersifat genjah atau mudah berbuah, bahkan di dalam pot sekalipun.

Menjaga kesehatan tubuh di tengah cuaca yang tidak menentu tentu memerlukan asupan nutrisi yang cukup. Selain mengonsumsi buah-buahan segar, terkadang tubuh memerlukan dukungan tambahan dari suplemen atau vitamin tertentu. Jika kamu merasa perlu menambah asupan nutrisi harian, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan produk kesehatan yang 100% asli dan diantar langsung ke rumah.

Nah, mau tahu apa saja keunggulan dan manfaat dari buah kelengkeng merah bagi kesehatan tubuh kamu? Simak ulasan mendalamnya berikut ini!

Mengenal Kelengkeng Merah (Ruby Longan)

Kelengkeng merah pertama kali dikembangkan dan populer di wilayah Asia Tenggara, khususnya Thailand dan Vietnam, sebelum akhirnya masuk ke pasar hortikultura Indonesia. Berbeda dengan kelengkeng lokal atau kelengkeng aroma durian, seluruh bagian luar kelengkeng merah mulai dari pucuk daun, batang muda, hingga kulit buahnya berwarna merah solid yang menawan.

Secara botani, warna merah ini menunjukkan adanya kandungan antosianin yang tinggi. Antosianin adalah pigmen alami yang juga berfungsi sebagai antioksidan kuat. Inilah yang membuat kelengkeng merah dianggap memiliki nilai lebih dibandingkan kelengkeng biasa. Tekstur daging buahnya cenderung lebih tebal, kering (tidak terlalu berair), dan memiliki tingkat kemanisan (Brix) yang mencapai angka 21-24, jauh di atas kelengkeng biasa yang rata-rata di angka 18-20.

Kandungan Nutrisi Kelengkeng Merah

Sebagai buah tropis, kelengkeng merah merupakan sumber nutrisi yang padat. Berikut adalah beberapa kandungan nutrisi penting yang terdapat dalam setiap 100 gram daging buahnya:

  • Vitamin C: Berperan vital dalam sintesis kolagen dan fungsi kekebalan tubuh.
  • Antosianin: Pigmen merah yang melawan radikal bebas dan peradangan.
  • Kalium (Potassium): Mineral penting untuk kesehatan jantung dan keseimbangan cairan tubuh.
  • Zat Besi: Mendukung pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia.
  • Polifenol: Senyawa tanaman yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif.
  • Serat: Membantu melancarkan sistem pencernaan.

Manfaat Kesehatan Kelengkeng Merah

Berkat kandungan nutrisinya yang kaya, mengonsumsi kelengkeng merah secara rutin dalam jumlah yang wajar dapat memberikan berbagai efek positif bagi kesehatan:

1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Kandungan vitamin C yang tinggi dalam kelengkeng merah bertindak sebagai stimulan bagi produksi sel darah putih. Sel darah putih adalah garda terdepan tubuh dalam melawan infeksi bakteri dan virus. Di tengah polusi dan risiko penyakit, asupan vitamin C alami dari buah-buahan sangatlah esensial.

2. Menjaga Kesehatan Kulit dan Awet Muda

Antosianin dan vitamin C adalah kombinasi maut untuk kesehatan kulit. Antosianin melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar UV, sementara vitamin C membantu pembentukan kolagen yang menjaga elastisitas kulit dan mencegah kerutan dini.

3. Mendukung Kesehatan Jantung

Kalium dalam kelengkeng merah membantu merelaksasi pembuluh darah, yang pada gilirannya dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Selain itu, antioksidan di dalamnya mencegah oksidasi kolesterol LDL yang sering menjadi pemicu penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis).

4. Meningkatkan Kualitas Tidur

Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, kelengkeng sering digunakan untuk menenangkan sistem saraf. Efek sedatif ringan dari buah ini dipercaya dapat membantu orang yang mengalami gangguan tidur atau insomnia ringan, sehingga tubuh menjadi lebih rileks di malam hari.

5. Mencegah Anemia

Meskipun jumlahnya tidak sebanyak pada daging merah, kandungan zat besi dalam kelengkeng merah cukup membantu dalam meningkatkan kadar hemoglobin. Ini sangat baik bagi wanita atau individu yang rentan mengalami kekurangan darah.

Cara Memilih Kelengkeng Merah yang Berkualitas
  1. Pilih buah yang kulitnya masih kencang dan tidak lembek saat ditekan.
  2. Warna merah harus terlihat cerah, bukan merah gelap kecokelatan yang menandakan buah sudah terlalu matang atau hampir busuk.
  3. Pastikan tangkainya masih segar dan tidak kering kerontang.

Tips Aman Mengonsumsi Kelengkeng Merah

Meskipun sehat, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat mengonsumsi kelengkeng merah:

1. Batasi Porsi bagi Penderita Diabetes

Kelengkeng merah memiliki kadar gula (fruktosa) yang cukup tinggi. Oleh karena itu, penderita diabetes sebaiknya membatasi konsumsi buah ini agar tidak terjadi lonjakan kadar gula darah secara drastis.

2. Hindari Konsumsi Berlebihan

Mengonsumsi kelengkeng dalam jumlah terlalu banyak dapat menimbulkan efek “panas” dalam tubuh menurut prinsip pengobatan tradisional, yang kadang memicu sariawan atau sakit tenggorokan.

3. Cuci Bersih Sebelum Dikupas

Selalu cuci buah dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa pestisida atau kotoran yang menempel pada kulitnya sebelum kamu mengupas dan memakannya.

Studi Mengenai Efek Antioksidan Kelengkeng

Journal of Food and Drug Analysis menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa ekstrak biji dan daging buah kelengkeng mengandung senyawa polifenol yang memiliki aktivitas anti-kanker dan anti-inflamasi yang kuat.

Penelitian ini menunjukkan bahwa senyawa bioaktif dalam varietas kelengkeng dapat menghambat proliferasi sel kanker tertentu di laboratorium. Meskipun memerlukan penelitian klinis lebih lanjut pada manusia, hasil ini memberikan harapan besar bagi pengembangan nutrisi pencegah penyakit kronis berbasis buah tropis.

Kapan Harus Menghubungi Tenaga Medis?

Jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu atau mengalami gejala yang tidak biasa setelah mencoba pola makan baru, jangan ragu untuk bertindak medis. Berikut panduannya:

1. Konsultasi Alergi

Jika setelah makan kelengkeng merah kamu mengalami gatal-gatal, bengkak pada bibir, atau sesak napas, segera hentikan konsumsi dan hubungi dokter.

2. Manajemen Diabetes

Bagi penyandang diabetes, sangat penting untuk mendiskusikan porsi buah harian dengan ahli gizi agar kadar gula darah tetap terkontrol dengan baik.

Jika kamu merasa gejala yang kamu alami memerlukan penanganan khusus, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam. Diagnosis yang tepat di awal dapat mencegah komplikasi yang lebih serius di masa depan.

Kamu juga bisa mendapatkan berbagai kebutuhan kesehatan lainnya dengan praktis dan cepat melalui aplikasi. Selain konsultasi, layanan pengantaran obat pun tersedia untuk memudahkan kamu tetap sehat di rumah.

Referensi:
NCBI – National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 2026. Health benefits of longan (Dimocarpus longan Lour.) fruit.
Healthline. Diakses pada 2026. What Is Longan Fruit and Is It Good for You?.
WebMD. Diakses pada 2026. Health Benefits of Longan.
Kementerian Pertanian RI. Diakses pada 2026. Mengenal Varietas Unggul Kelengkeng Merah.

FAQ

1. Apakah kelengkeng merah mengandung kolesterol?

Tidak, buah kelengkeng merah secara alami bebas kolesterol dan lemak jenuh. Hal ini menjadikannya camilan yang aman bagi kesehatan jantung selama tidak dikonsumsi secara berlebihan.

2. Apa perbedaan utama kelengkeng merah dengan kelengkeng biasa?

Perbedaan utama terletak pada kandungan antosianinnya yang jauh lebih tinggi (ditandai dengan warna merah), rasa yang lebih manis, serta aroma yang lebih lembut dibandingkan kelengkeng putih biasa.

3. Bolehkah ibu hamil makan kelengkeng merah?

Boleh, namun dalam porsi yang terbatas. Kandungan zat besi dan vitamin C-nya baik untuk ibu hamil, namun kadar gulanya yang tinggi perlu diwaspadai untuk mencegah risiko diabetes gestasional.

4. Bagaimana cara menyimpan kelengkeng merah agar awet?

Simpan kelengkeng merah di dalam lemari es menggunakan kantong plastik berlubang. Dengan cara ini, kesegaran buah dapat bertahan hingga 5-7 hari.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.