
Kenali Manfaat dan Bahaya Mengonsumsi Telur Setengah Matang
Telur setengah matang berisiko terkontaminasi bakteri Salmonella yang dapat memicu gangguan di sistem pencernaan.

DAFTAR ISI
- Manfaat dan Bahaya Mengonsumsi Telur Setengah Matang
- Tips Aman Mengonsumsi Telur
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Telur setengah matang banyak digemari karena teksturnya yang lembut dan kuning telurnya yang meleleh. Namun, sebelum rutin menyantapnya, kamu perlu mengenali manfaat dan bahaya mengonsumsi telur setengah matang, terutama terkait risiko bakteri Salmonella.
Telur sendiri merupakan sumber protein hewani yang bergizi dan mudah didapat. Kuncinya ada pada cara memasak dan memilih telur agar manfaatnya tetap didapat tanpa meningkatkan risiko keracunan makanan.
Manfaat dan Bahaya Mengonsumsi Telur Setengah Matang
Kandungan Gizi Telur
Menurut Kementerian Kesehatan RI, telur mengandung protein berkualitas tinggi dengan asam amino esensial lengkap, vitamin B12, vitamin D, zat besi, selenium, lemak sehat, dan kolin. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat menyebutkan 100 gram telur (sekitar 2 butir) mengandung 12,4 gram protein, 10,8 gram lemak, dan 0,7 gram karbohidrat. Zat gizi ini berperan dalam pertumbuhan jaringan, kesehatan tulang, pembentukan sel darah merah, dan perkembangan otak.
Kandungan gizi tersebut sama-sama ada pada telur matang maupun setengah matang. Artinya, kamu tetap bisa mendapatkan manfaat gizi telur secara optimal dengan memasaknya hingga matang, tanpa perlu mengambil risiko dari telur yang kurang matang.
Risiko Bakteri Salmonella
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menjelaskan bahwa telur segar dengan cangkang yang bersih dan utuh pun bisa mengandung bakteri Salmonella. Infeksi ini dapat menimbulkan diare, demam, kram perut, dan muntah dalam 12–72 jam setelah terpapar, yang biasanya membaik dalam 4–7 hari. Pada kasus berat, penderitanya bisa memerlukan perawatan di rumah sakit.
Karena itu, FDA dan FoodSafety.gov menganjurkan memasak telur sampai kuning dan putihnya padat. Kuning telur yang masih cair termasuk dalam kategori telur yang kurang matang dan berisiko membawa bakteri. Dinas Kesehatan Kalimantan Barat juga mengingatkan agar telur yang dikonsumsi dimasak hingga matang untuk mencegah keracunan makanan.
Kelompok yang Sebaiknya Menghindari Telur Setengah Matang
- Anak-anak, terutama balita di bawah 5 tahun.
- Ibu hamil.
- Lansia usia 65 tahun ke atas.
- Orang dengan sistem imun lemah, misalnya karena penyakit kronis atau pengobatan tertentu.
Kelompok ini lebih mudah terinfeksi dan lebih berisiko mengalami sakit berat akibat Salmonella. Untuk bayi, Kemenkes mengingatkan pengenalan telur sebagai makanan baru dilakukan bertahap untuk memantau reaksi alergi, dan telur harus dimasak dengan benar.
Tips Aman Mengonsumsi Telur
- Pilih telur dengan cangkang utuh dan bersih, lalu buang telur yang retak.
- Simpan telur di dalam kulkas dan gunakan dalam waktu sekitar 3 minggu.
- Masak telur hingga kuning dan putihnya padat, terutama untuk anak, ibu hamil, dan lansia.
- Jika resep membutuhkan telur mentah atau setengah matang, gunakan telur yang sudah dipasteurisasi.
- Cuci tangan dan permukaan dapur dengan sabun setelah memegang telur mentah.
- Jangan biarkan hidangan telur matang di suhu ruang lebih dari 2 jam, dan simpan sisa hidangan di kulkas.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri jika setelah makan telur kurang matang kamu mengalami diare lebih dari 3 hari, muntah terus-menerus, demam tinggi, BAB berdarah, atau tanda dehidrasi seperti jarang buang air kecil, mulut kering, dan pusing saat berdiri. Anak kecil, ibu hamil, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah sebaiknya segera diperiksa bila mengalami gejala keracunan makanan.
Konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan arahan penanganan diare dan keracunan makanan.
Studi Terkait
Pedoman keamanan pangan FDA menyatakan bahwa hidangan berbahan telur perlu dimasak hingga suhu internal 160°F (sekitar 71°C) dan telur utuh dimasak sampai kuning serta putihnya padat untuk menurunkan risiko infeksi Salmonella. FoodSafety.gov menambahkan bahwa anak di bawah 5 tahun, lansia, dan orang dengan sistem imun lemah lebih berisiko sakit berat bila terinfeksi.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan menempatkan telur sebagai sumber protein hewani yang ekonomis untuk mendukung gizi anak dan pencegahan stunting, dengan catatan telur harus dimasak dengan benar untuk menghindari infeksi makanan.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Keluhan perut setelah makan bisa disebabkan banyak hal, mulai dari keracunan makanan hingga alergi. Lewat chat, dokter dapat membantu menilai gejala, memberi saran mencegah dehidrasi, dan menentukan apakah kamu perlu pemeriksaan langsung atau obat dengan resep.
Chat dengan dokter Halodoc kapan saja untuk mendapatkan saran seputar gizi dan keamanan makanan keluarga.
Referensi
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Telur Jadi Pilihan Ekonomis Cegah Stunting.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Diakses pada 2026. Mengenal Kandungan dan Manfaat Telur Ayam.
U.S. Food and Drug Administration. Diakses pada 2026. What You Need to Know About Egg Safety.
FoodSafety.gov. Diakses pada 2026. Salmonella and Eggs.
FAQ
Apakah telur setengah matang lebih bergizi daripada telur matang?
Kandungan gizi utama telur, seperti protein, vitamin, dan mineral, tetap ada pada telur yang dimasak matang. Memasak telur hingga matang justru membantu menurunkan risiko infeksi bakteri.
Apa bahaya makan telur setengah matang?
Telur kurang matang berisiko mengandung bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan diare, demam, kram perut, dan muntah. Risikonya lebih besar pada anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan imun lemah.
Bolehkah ibu hamil makan telur setengah matang?
Sebaiknya tidak, karena ibu hamil termasuk kelompok yang lebih berisiko sakit berat akibat Salmonella. Pilih telur yang dimasak hingga kuning dan putihnya padat.
Bagaimana cara aman menikmati telur setengah matang?
Jika ingin tetap mengonsumsinya, gunakan telur yang sudah dipasteurisasi dan simpan telur dengan benar di kulkas. Namun, untuk kelompok berisiko, telur matang tetap pilihan paling aman.




