• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Metode Diet Intermittent Fasting yang Mulai Digandrungi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Metode Diet Intermittent Fasting yang Mulai Digandrungi

Kenali Metode Diet Intermittent Fasting yang Mulai Digandrungi

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 20 Desember 2022

“Diet intermittent fasting adalah salah satu diet yang dianggap efektif dalam membakar lemak. Diet ini bekerja dengan cara memperpanjang periode tubuh membakar kalori yang dikonsumsi selama makan terakhir, baru kemudian mulai membakar lemak.”

Kenali Metode Diet Intermittent Fasting yang Mulai DigandrungiKenali Metode Diet Intermittent Fasting yang Mulai Digandrungi

Halodoc, Jakarta –  Kebanyakan pola diet berfokus pada apa yang kamu makan. Berbeda dengan diet pada umumnya, diet intermittent fasting lebih menekankan pada apa yang kamu makan.  Itu artinya, kamu hanya makan selama waktu tertentu saja. 

Puasa selama beberapa jam setiap hari atau makan hanya satu kali dalam beberapa hari seminggu ternyata dapat membantu tubuh membakar lemak. Yuk, kenali metode diet intermittent fasting berikut ini!

Membatasi Waktu Makan dengan Diet Intermittent Fasting

Ada beberapa cara berbeda untuk melakukan diet ini, tetapi semuanya berdasarkan pemilihan waktu makan dan puasa yang teratur. Misalnya, kamu mungkin mencoba makan hanya selama periode delapan jam setiap hari dan berpuasa untuk sisanya. Atau makan 1-2 kali sehari dalam seminggu. 

Ketika tubuh berjam-jam tanpa makanan, tubuh menghabiskan simpanan gulanya dan mulai membakar lemak. Kondisi ini disebut dengan pergantian metabolisme. Diet ini bekerja dengan cara memperpanjang periode tubuh membakar kalori yang dikonsumsi selama makan terakhir, baru kemudian mulai membakar lemak.

Pada dasarnya, menurunkan berat badan dapat dilakukan dengan cara berolahraga. Namun, diet ini dinilai tidak hanya menurunkan berat badan, melainkan juga dapat mengurangi peradangan dan beberapa kondisi tertentu, seperti:

  • Penyakit alzheimer.
  • Radang sendi.
  • Asma.
  • Sklerosis ganda.
  • Stroke.

Efek Samping Diet dan Siapa Saja yang Boleh Menerapkannya

Penting untuk dicatat bahwa diet ini dapat memberikan efek samping, mulai dari kelaparan, kelelahan, insomnia, mual, dan sakit kepala. Itulah sebabnya mengapa tidak semua orang cocok dengan pola diet semacam ini.

Buat kamu yang ingin mencoba pola diet ini, kamu bisa memulainya dengan menentukan terlebih dahulu jam berpuasa. Selama rentang puasa, kamu tetap boleh minum air, kopi hitam, atau teh tanpa gula, asal semuanya nol kalori. 

Ketika periode makan, makanlah secara normal, tetapi bukan makan semaunya. Pilihlah makanan sehat dengan porsi normal, dalam arti kalau memang niatnya ingin menurunkan berat badan, jangan makan makanan cepat saji dan tinggi kalori. 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, diet ini tidak untuk semua orang. Orang-orang dengan kondisi tertentu harus menghindarinya, seperti: 

  • Anak-anak dan remaja di bawah usia 18 tahun.
  • Wanita yang sedang hamil atau menyusui.
  • Orang dengan riwayat gangguan makan.
  • Orang dengan diabetes tipe 1 yang menggunakan insulin.

Pengidap diabetes tipe 1 mengonsumsi insulin, sehingga dikhawatirkan diet ini mengakibatkan tingkat hipoglikemia yang tidak aman selama periode puasa.

Diet ini memang terdengar tidak sederhana, namun justru lebih membantu, buat kamu yang enggan menghitung kalori. Kamu tetap bisa makan makanan yang disenangi dan memilih rentang jam di mana kamu paling jarang lapar untuk menentukan waktu berpuasa.

Itulah informasi mengenai metode diet intermittent fasting. Kalau kamu punya pertanyaan seputar diet dan nutrisi, kamu bisa tanyakan langsung ke dokter lewat aplikasi Halodoc. Belum punya aplikasinya? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. What is intermittent fasting? Does it have health benefits?
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2022. Intermittent Fasting: What is it, and how does it work?
Healthline. Diakses pada 2022. Pros and Cons of 5 Intermittent Fasting Methods.