Ad Placeholder Image

Kenali Nama Lain Cacar Air: Varicella dan Chickenpox

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 April 2026

Nama Lain Penyakit Cacar Air: Varicella, Chickenpox

Kenali Nama Lain Cacar Air: Varicella dan ChickenpoxKenali Nama Lain Cacar Air: Varicella dan Chickenpox

Mengenal Cacar Air: Nama Lain, Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya

Cacar air merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini seringkali menyerang anak-anak, namun bisa juga terjadi pada orang dewasa yang belum pernah terinfeksi atau divaksinasi. Memahami nama lain, penyebab, gejala, hingga cara pencegahannya penting untuk penanganan yang tepat dan memutus rantai penularan. Penyakit ini ditandai dengan ruam gatal berisi lepuh yang sangat khas.

Apa Itu Cacar Air? Mengenal Nama Lainnya

Cacar air adalah infeksi virus yang sangat menular, ditandai dengan ruam kulit berupa lepuh kecil yang gatal dan berisi cairan. Dalam dunia medis, cacar air dikenal dengan nama Varicella atau Varisela. Sementara itu, dalam bahasa Inggris, penyakit ini lebih populer dengan sebutan Chickenpox.

Nama-nama ini merujuk pada kondisi klinis yang sama, yaitu infeksi primer oleh virus Varicella-Zoster (VZV). Pemahaman akan nama-nama berbeda ini membantu dalam komunikasi medis dan pencarian informasi kesehatan yang akurat.

Penyebab Cacar Air: Virus Varicella-Zoster

Penyebab utama cacar air adalah infeksi virus Varicella-Zoster (VZV). Virus ini sangat mudah menular melalui udara, misalnya saat penderita batuk atau bersin. Kontak langsung dengan cairan dari lepuh cacar air juga dapat menularkan virus kepada orang lain.

Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus VZV tidak sepenuhnya hilang dari tubuh. Virus ini dapat menetap dalam kondisi dorman (tidak aktif) di jaringan saraf. Di kemudian hari, virus VZV yang dorman ini dapat aktif kembali dan menyebabkan penyakit lain yang dikenal sebagai Herpes Zoster, atau sering disebut cacar api.

Gejala Cacar Air yang Umum Ditemui

Gejala cacar air biasanya muncul sekitar 10 hingga 21 hari setelah terpapar virus. Gejala awal seringkali menyerupai flu, seperti demam ringan, sakit kepala, kelelahan, dan kehilangan nafsu makan. Setelah beberapa hari, ruam kulit yang khas akan mulai muncul.

Ruam ini umumnya dimulai dari wajah, dada, dan punggung, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Ruam berkembang dari bintik merah kecil menjadi lepuh berisi cairan yang sangat gatal. Lepuh ini kemudian akan pecah, mengering, dan membentuk koreng sebelum akhirnya sembuh total. Biasanya akan ada beberapa gelombang lepuh baru yang muncul selama beberapa hari.

Pengobatan Cacar Air

Pengobatan cacar air umumnya berfokus pada meredakan gejala, karena sebagian besar kasus cacar air akan sembuh dengan sendirinya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meredakan gatal dan ketidaknyamanan meliputi penggunaan losion kalamin atau kompres dingin pada area yang gatal. Obat-obatan penurun demam seperti parasetamol dapat digunakan untuk mengatasi demam.

Untuk kasus yang lebih parah atau pada kelompok berisiko tinggi (misalnya bayi, dewasa, atau individu dengan sistem imun lemah), dokter mungkin meresepkan obat antivirus seperti asiklovir. Penting untuk tidak menggaruk lepuh karena dapat menyebabkan infeksi bakteri sekunder dan meninggalkan bekas luka permanen.

Pencegahan Cacar Air: Vaksinasi dan Higienitas

Vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah cacar air. Vaksin Varicella direkomendasikan untuk anak-anak, remaja, dan orang dewasa yang belum pernah menderita cacar air atau belum divaksinasi. Vaksin ini dapat memberikan perlindungan yang kuat terhadap infeksi virus VZV.

Selain vaksinasi, menjaga kebersihan diri dan lingkungan juga penting. Mencuci tangan secara teratur, menghindari kontak dekat dengan penderita cacar air, dan tidak berbagi peralatan pribadi dapat membantu mengurangi risiko penularan. Isolasi penderita cacar air selama masa penularan (sampai semua lepuh mengering menjadi koreng) sangat disarankan untuk mencegah penyebaran virus.

Pertanyaan Umum Seputar Cacar Air

Apa nama lain cacar air secara medis?

Secara medis, cacar air dikenal sebagai Varicella atau Varisela.

Apakah cacar air sama dengan cacar api?

Tidak sama. Cacar air disebabkan oleh infeksi virus Varicella-Zoster (VZV) untuk pertama kalinya. Cacar api, atau Herpes Zoster, terjadi ketika virus VZV yang sudah ada di dalam tubuh aktif kembali di kemudian hari.

Bagaimana cara penularan cacar air?

Cacar air dapat menular melalui percikan air liur saat batuk atau bersin, serta kontak langsung dengan cairan lepuh penderita.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Cacar air, atau Varicella, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Varicella-Zoster dan ditandai dengan ruam lepuh gatal. Meskipun umumnya ringan, cacar air dapat menimbulkan komplikasi pada kelompok tertentu.

Pencegahan terbaik adalah melalui vaksinasi Varicella. Apabila mengalami gejala cacar air atau memiliki kekhawatiran terkait kondisi kesehatan, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah mendapatkan saran medis profesional dan terpercaya.