Ad Placeholder Image

Kenali Penyakit Lato-Lato yang Dapat Menyerang Hewan Ternak

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

“Penyakit lato-lato atau lumpy skin disease merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi lumpy skin disease virus (LSDV). Penyakit ini dapat menyerang hewan ternak khususnya sapi dan kerbau.”

Kenali Penyakit Lato-Lato yang Dapat Menyerang Hewan TernakKenali Penyakit Lato-Lato yang Dapat Menyerang Hewan Ternak

DAFTAR ISI


Penyakit sapi bukan hanya menjadi ancaman bagi sektor peternakan dan ekonomi, tetapi juga memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat. Sebagai salah satu sumber protein hewani utama bagi masyarakat Indonesia, kesehatan sapi sangat berpengaruh pada kualitas pangan yang dikonsumsi sehari-hari. Beberapa jenis penyakit yang menyerang sapi diketahui bersifat zoonosis, yang berarti penyakit tersebut dapat menular dari hewan ke manusia, baik melalui kontak langsung, udara, maupun konsumsi produk olahan yang terkontaminasi.

Penting bagi kamu untuk memahami bahwa infeksi yang berasal dari hewan ternak sering kali memiliki gejala yang menyerupai penyakit umum lainnya, sehingga diagnosis dini menjadi sangat krusial. Penyakit seperti Anthrax, Brucellosis, hingga ancaman kontaminasi bakteri dari sapi yang sakit dapat menyebabkan komplikasi serius mulai dari infeksi kulit berat hingga kegagalan organ jika tidak ditangani dengan tepat oleh tenaga medis profesional.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai berbagai jenis penyakit sapi yang perlu diwaspadai, bagaimana mekanisme penularannya ke manusia, serta langkah-langkah pencegahan yang bisa kamu lakukan untuk melindungi diri dan keluarga. Memahami risiko ini adalah langkah awal dalam menjaga keamanan pangan dan kesehatan lingkungan di sekitar kita.

Nah, mau tahu apa saja informasi lengkap mengenai penyakit sapi dan cara menghadapinya? Berikut ulasannya!

Mengenal Penyakit Sapi yang Bersifat Zoonosis

Secara medis, zoonosis adalah penyakit yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia. Penyakit sapi dalam kategori ini sangat beragam, mulai dari yang disebabkan oleh bakteri, virus, hingga parasit. Di Indonesia, perhatian terhadap kesehatan ternak meningkat seiring dengan munculnya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) atau yang populer disebut penyakit lato-lato pada sapi.

Meskipun PMK dan LSD secara umum tidak menular ke manusia, dampaknya terhadap kualitas daging dan risiko infeksi sekunder pada sapi tetap perlu diperhatikan. Namun, penyakit lain seperti Anthrax (Bacillus anthracis) jauh lebih berbahaya karena spora bakterinya dapat bertahan hidup selama puluhan tahun di tanah dan sangat mematikan bagi manusia. Selain itu, ada pula penyakit “Sapi Gila” atau Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE) yang meski jarang terjadi di Indonesia, tetap menjadi perhatian global karena dampaknya pada sistem saraf manusia.

Penularan biasanya terjadi karena rendahnya standar kebersihan saat mengolah daging atau kebiasaan mengonsumsi produk susu mentah yang tidak dipasteurisasi. Oleh karena itu, jika kamu sering berinteraksi dengan ternak atau tinggal di dekat area peternakan dan mengalami gejala kesehatan yang mencurigakan, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang akurat.

Anthrax: Bahaya Nyata dari Sapi ke Manusia

Anthrax adalah salah satu penyakit sapi yang paling ditakuti. Bakteri penyebabnya menghasilkan spora yang sangat tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrem. Pada sapi, penyakit ini sering kali menyebabkan kematian mendadak dengan ciri keluar darah dari lubang-lubang tubuh. Bagi manusia, ada tiga jalur utama penularan anthrax:

1. Anthrax Kulit (Cutaneous Anthrax)

Ini adalah bentuk yang paling umum terjadi. Penularan terjadi ketika spora bakteri masuk melalui luka terbuka di kulit saat seseorang memegang kulit, daging, atau darah sapi yang terinfeksi. Gejalanya diawali dengan benjolan kecil yang gatal, kemudian berubah menjadi borok hitam yang tidak nyeri.

2. Anthrax Pencernaan (Gastrointestinal Anthrax)

Terjadi karena mengonsumsi daging sapi yang terinfeksi dan tidak dimasak dengan sempurna. Gejalanya meliputi mual, muntah darah, diare hebat, dan radang usus. Kondisi ini sangat fatal jika tidak segera mendapatkan bantuan medis darurat.

3. Anthrax Pernapasan (Inhalation Anthrax)

Bentuk yang paling mematikan, terjadi ketika spora terhirup ke dalam paru-paru. Biasanya dialami oleh pekerja di penyamakan kulit atau pemrosesan wol. Gejalanya menyerupai flu berat namun berkembang cepat menjadi sesak napas akut.

Tips Pencegahan Infeksi Ternak
  1. Hindari membeli daging yang harganya jauh di bawah harga pasar tanpa cap resmi rumah potong hewan.
  2. Selalu cuci tangan menggunakan sabun antiseptik setelah menyentuh hewan atau lingkungan peternakan.
  3. Pastikan memasak daging sapi hingga mencapai suhu internal minimal 70 derajat Celcius untuk membunuh bakteri.

Brucellosis dan Risiko Konsumsi Produk Ternak

Brucellosis adalah infeksi bakteri Brucella yang menyerang sapi dan dapat menular ke manusia, terutama melalui konsumsi produk susu mentah (unpasteurized). Sapi yang terinfeksi sering mengalami keguguran spontan, yang meningkatkan risiko bagi peternak atau dokter hewan yang menangani proses kelahiran ternak tersebut.

Pada manusia, Brucellosis menyebabkan “demam yang hilang timbul” (undulant fever), keringat dingin di malam hari, nyeri sendi, dan kelelahan kronis. Karena gejalanya yang tidak spesifik, penyakit ini sering salah didiagnosis sebagai malaria atau tifus. Penanganan Brucellosis membutuhkan terapi antibiotik jangka panjang yang harus dipantau ketat oleh dokter.

Untuk mendukung daya tahan tubuh saat berada di lingkungan berisiko, pastikan kamu selalu menjaga asupan nutrisi dan bisa [produk 100% asli dan produk diantar ke rumah](https://halodoc.onelink.me/cQvV/9gfr6qva) untuk memenuhi kebutuhan suplemen kesehatan harian kamu melalui layanan farmasi tepercaya.

Langkah Pencegahan dan Penanganan Medis

Menghadapi ancaman penyakit sapi membutuhkan pendekatan yang komprehensif, mulai dari biosekuriti di peternakan hingga perilaku hidup bersih di rumah tangga. Berikut adalah langkah-langkah yang disarankan secara medis:

1. Vaksinasi Ternak dan Kontrol Lingkungan

Peternak wajib memberikan vaksinasi rutin pada sapi-sapinya untuk mencegah penyakit seperti anthrax dan brucellosis. Selain itu, sanitasi kandang yang baik akan mencegah berkembangbiaknya vektor penyakit seperti lalat dan nyamuk yang dapat membawa virus LSD.

2. Keamanan Pangan (Food Safety)

Masyarakat harus sadar akan pentingnya memisahkan talenan untuk daging mentah dan sayuran. Kontaminasi silang sering menjadi penyebab utama penyebaran bakteri E. coli atau Salmonella yang mungkin terbawa dari kotoran sapi yang menempel pada daging.

3. Penanganan Luka

Jika kamu bekerja di lingkungan yang banyak bersentuhan dengan sapi, pastikan setiap luka sekecil apa pun segera dibersihkan dan ditutup. Spora atau bakteri dapat masuk dengan sangat mudah melalui celah kulit yang terbuka.

Studi Mengenai Zoonosis Penyakit Sapi

World Health Organization (WHO) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa keberadaan spora anthrax di dalam tanah dapat bertahan hingga lebih dari 40 tahun, terutama di daerah dengan kelembapan tinggi dan tanah alkali. Hal ini menekankan pentingnya penguburan bangkai ternak yang terinfeksi dengan cara yang benar (dibakar atau dikubur dalam dengan lapisan kapur).

Selain itu, penelitian dalam Journal of Clinical Microbiology menunjukkan bahwa Brucellosis tetap menjadi salah satu penyakit zoonosis paling umum di seluruh dunia yang sering terabaikan (neglected zoonosis), terutama di negara berkembang. Studi ini menegaskan bahwa edukasi mengenai proses pasteurisasi susu adalah kunci utama dalam menekan angka kasus pada manusia secara signifikan.

Jika kamu merasakan gejala seperti demam yang tidak kunjung turun setelah mengonsumsi daging atau susu yang meragukan, jangan menunda untuk memeriksakan diri. Penanganan yang cepat dapat mencegah kerusakan permanen pada organ tubuh.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas atau kebutuhan alat kesehatan lainnya dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2026. Anthrax in humans and animals.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2026. Brucellosis Reference Guide.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Anthrax di Indonesia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Brucellosis: Symptoms and Causes.
Journal of Clinical Microbiology. Diakses pada 2026. Human Brucellosis: Recent advances and future challenges.

FAQ

1. Apakah penyakit lato-lato pada sapi menular ke manusia?

Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau lato-lato pada sapi disebabkan oleh virus dari keluarga Poxviridae. Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa virus ini dapat menular ke manusia (bukan zoonosis), namun daging sapi yang terinfeksi sebaiknya tidak dikonsumsi karena adanya risiko infeksi sekunder dari bakteri lain.

2. Apa tanda-tanda daging sapi yang tidak sehat?

Daging sapi yang tidak sehat biasanya memiliki warna yang pucat atau terlalu gelap (kebiruan), berbau busuk atau asam, dan teksturnya berlendir. Pada kasus anthrax, daging mungkin tidak menunjukkan tanda fisik yang jelas, itulah sebabnya membeli daging dari sumber resmi sangat penting.

3. Bagaimana cara mematikan bakteri pada susu mentah?

Cara paling efektif adalah dengan proses pasteurisasi, yaitu memanaskan susu hingga suhu 63-72 derajat Celcius selama minimal 15-30 detik, kemudian segera didinginkan. Memasak susu hingga mendidih juga dapat membunuh sebagian besar bakteri patogen.

4. Apa yang harus dilakukan jika digigit kutu dari sapi?

Kutu sapi dapat membawa berbagai patogen. Jika digigit, segera bersihkan area gigitan dengan alkohol atau sabun antiseptik. Jika timbul kemerahan yang meluas atau demam dalam beberapa hari setelahnya, segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

## Punya Keluhan Kesehatan Setelah Kontak dengan Ternak? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti demam atau gatal setelah berinteraksi dengan hewan ternak, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.