Kenali Platonic Relationship, Beda dengan Hubungan Romantis

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   24 Oktober 2022

“Seseorang yang terlibat dalam platonic relationship tidak memiliki keinginan seksual. Mereka tertarik karena punya kesamaan, nilai, dan persepsi.”

Kenali Platonic Relationship, Beda dengan Hubungan RomantisKenali Platonic Relationship, Beda dengan Hubungan Romantis

Halodoc, Jakarta – Pada umumnya, kedekatan antara pria dan wanita akan berujung pada hubungan romantis. Tapi tidak untuk seseorang yang menganut platonic relationship atau hubungan platonik. Istilah yang barusan disebut terjadi ketika kedua orang yang terlibat dalam hubungan tersebut punya ikatan erat untuk berbagi perasaan tetapi tidak ada hasrat seksual. 

Nama platonic relationship ini terinspirasi dari dari ide-ide filsuf kuno Plato. Filsuf tersebut percaya kalau jenis cinta ini dapat membuat orang merasa lebih dekat pada cita-cita Illahi.

Ciri-Ciri Platonic Relationship

Meski tidak ada kegiatan seksual dalam hubungan ini, bukan berarti kedua individu yang terlibat di dalamnya tidak tertarik satu sama lain. Bisa dibilang, platonic relationship adalah persahabatan level baru. Berikut karakteristik platonic relationship:

1. Kedekatan

Kedua orang yang terlibat dalam platonic relationship punya ikatan erat antara satu sama lain. Hal ini yang menimbulkan perasaan bahwa mereka punya kesamaan.

2. Kejujuran

Orang-orang yang terlibat hubungan platonik akan saling jujur tentang perasaan antara keduanya maupun perasaannya terhadap orang lain. 

3. Saling menerima

Hubungan ini juga lebih nyaman dan mudah dijalani. Pasalnya, mereka merasa aman dan bebas untuk menunjukan jati diri masing-masing. 

4. Pemahaman

Mereka yang menjalani platonic relationship biasanya saling terikat atau terkoneksi. Mereka juga menghormati ruang pribadi satu sama lain. Selain itu, tidak ada paksaan untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan dalam hubungan ini. 

Manfaat Platonic Relationship untuk Kesehatan

Ternyata, ada manfaat kesehatan dari platonic relationship, lho! Melansir dari Verywell Mind, berikut manfaat kesehatan dari hubungan platonik:

1. Merasa didukung dan dicintai

Hubungan platonik bisa membuat orang-orang yang terlibat didalamnya merasa selalu didukung dan dicintai. Pasalnya, aspek terpenting dalam hubungan ini adalah dukungan dari sisi emosionalnya. Menurut penelitian oleh American Psychological Association, mendapat dukungan dapat menurunkan risiko penyakit, meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi risiko depresi serta kecemasan. 

2. Menurunkan stres

Stres terbukti meningkatkan risiko masalah kesehatan mental maupun fisik. Mempunyai hubungan platonik yang kuat di luar keluarga dekat bisa membantu kamu dalam mengatasi stres. Sebab, kamu bisa mencurahkan seluruh keluh kesah terhadap pasanganmu sehingga emosi negatif yang tertahan bisa tersalurkan dengan baik. 

3. Membantu menangani tantangan hidup

Kedua orang yang terlibat dalam hubungan ini dapat saling membantu untuk menghadapi tantangan hidup. Ini karena, hubungan mereka didasari oleh kesamaan, ketertarikan, nilai, dan persepsi. Melalui kesamaan tersebut, keduanya bisa saling membantu untuk menangani masalah atau tantangan hidup.

Nah, manfaat-manfaat bisa dirasakan jika kedua belah pihak sudah sama-sama sepakat setuju dan nyaman dengan situasinya saat ini.  Namun, bagi seseorang yang membutuhkan kepastian, sebaiknya hindari tipe hubungan seperti ini. Bukannya nyaman dan bahagia, hubungan tersebut bisa membuat kamu terjebak dalam situasi friendzone. 

Bila kamu mengalami masalah yang berhubungan dengan mental, jangan ragu untuk menemui psikolog. Segera buat janji medis dengan psikolog di aplikasi Halodoc. Jangan tunda sebelum kondisinya semakin memburuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Verywell Mind. Diakses pada 2022. What Is a Platonic Relationship?
Psych Central. Diakses pada 2022. This Is Platonic Love.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan