Ad Placeholder Image

Kenali Prosedur URS (Ureteroskopi): Manfaat, Proses, dan Risiko

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Ureteroskopi (URS) digunakan untuk mengatasi berbagai masalah pada saluran kemih bagian atas.

Kenali Prosedur URS (Ureteroskopi): Manfaat, Proses, dan RisikoKenali Prosedur URS (Ureteroskopi): Manfaat, Proses, dan Risiko

DAFTAR ISI


Masalah saluran kemih, khususnya batu ginjal dan batu ureter, merupakan salah satu gangguan kesehatan yang cukup sering dialami oleh masyarakat Indonesia. Gaya hidup, kurangnya asupan cairan, hingga faktor genetik kerap menjadi pemicu utama terbentuknya endapan kristal keras di dalam saluran kemih. Ketika batu ginjal ini turun ke saluran ureter dan menyumbat aliran urine, penderitanya akan merasakan nyeri pinggang yang luar biasa hebat, yang dalam istilah medis dikenal sebagai kolik ginjal.

Di masa lalu, penanganan batu ginjal dan batu saluran kemih yang berukuran besar sering kali membutuhkan operasi terbuka dengan sayatan yang cukup lebar. Tentunya, prosedur tersebut membutuhkan waktu pemulihan yang lama dan membawa risiko komplikasi yang lebih tinggi. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi medis, penanganan batu saluran kemih kini jauh lebih minim rasa sakit dan minim sayatan berkat inovasi prosedur modern. Salah satu prosedur yang paling sering direkomendasikan oleh dokter spesialis urologi saat ini adalah URS.

URS adalah singkatan dari Ureteroscopy atau Ureteroskopi. Prosedur ini telah menjadi standar emas (gold standard) di banyak rumah sakit untuk mengatasi batu saluran kemih bagian bawah dan tengah tanpa perlu melakukan sayatan pisau bedah sama sekali. Alat khusus yang dilengkapi kamera akan dimasukkan ke dalam saluran kemih alami tubuh untuk mencari, memecahkan, dan mengeluarkan batu ginjal. Selain untuk mengatasi batu ginjal, URS juga dapat dimanfaatkan sebagai alat diagnostik untuk mendeteksi tumor atau kelainan lain di sepanjang saluran kemih.

Nah, jika kamu atau kerabatmu baru saja didiagnosis memiliki batu ureter dan disarankan untuk menjalani prosedur ini, kamu mungkin bertanya-tanya tentang apa itu URS, bagaimana prosesnya, serta apa saja risikonya. Mari kita bahas secara tuntas dan mendalam mengenai URS dalam ulasan medis berikut ini!

Apa Itu URS (Ureteroskopi)?

URS (Ureteroskopi) adalah sebuah prosedur medis invasif minimal yang dilakukan oleh dokter spesialis urologi untuk memeriksa dan menangani masalah yang terjadi di dalam saluran kemih, khususnya pada area ureter dan ginjal. Ureter sendiri adalah dua tabung kecil yang berfungsi membawa urine dari ginjal turun menuju kandung kemih.

Dalam prosedur ini, dokter akan menggunakan sebuah alat bernama ureteroskop. Ureteroskop adalah tabung kecil yang sangat tipis dan panjang, dilengkapi dengan lensa kamera beresolusi tinggi dan sumber cahaya di bagian ujungnya. Karena alat ini dimasukkan langsung melalui lubang uretra (saluran tempat keluarnya urine) menuju kandung kemih dan naik ke ureter, prosedur URS sama sekali tidak memerlukan sayatan pada kulit perut atau pinggang pasien.

Secara umum, terdapat dua jenis ureteroskop yang digunakan dalam dunia medis saat ini, yaitu ureteroskop semi-kaku (semi-rigid) dan ureteroskop fleksibel (flexible). Ureteroskop semi-kaku biasanya digunakan untuk mengatasi batu ginjal yang tersangkut di bagian bawah ureter (dekat dengan kandung kemih). Sedangkan ureteroskop fleksibel memiliki ujung yang dapat ditekuk secara bebas, sehingga memungkinkan dokter untuk menelusuri saluran ureter bagian atas, bahkan hingga masuk ke dalam bilik-bilik ginjal (pelvis renalis) untuk memecahkan batu yang ada di sana.

Kondisi yang Membutuhkan Prosedur URS

Meskipun paling sering dikaitkan dengan penanganan batu ureter, URS adalah prosedur yang serbaguna dan dapat digunakan untuk berbagai tujuan, baik diagnostik maupun terapeutik (pengobatan). Berikut adalah beberapa kondisi medis utama yang umumnya membutuhkan tindakan URS:

1. Penghancuran dan Pengangkatan Batu Saluran Kemih

Ini adalah indikasi paling umum untuk URS. Ketika sebuah batu ginjal turun dan tersangkut di ureter (batu ureter), batu tersebut dapat menyumbat aliran urine. Hal ini menyebabkan ginjal membengkak (hidronefrosis) dan memicu rasa nyeri kolik yang sangat intens, mual, muntah, hingga kencing berdarah. Jika ukuran batu terlalu besar untuk keluar secara alami (biasanya di atas 5-6 milimeter), dokter akan menggunakan URS yang dipadukan dengan teknologi laser untuk menembak dan memecahkan batu tersebut menjadi debu atau serpihan kecil yang bisa ditarik keluar menggunakan keranjang jaring khusus (stone basket).

2. Evaluasi dan Biopsi Lesi Mencurigakan

Jika pasien mengalami kencing berdarah (hematuria) tanpa sebab yang jelas dan hasil pemeriksaan CT-Scan atau USG menunjukkan adanya benjolan atau jaringan tidak normal di saluran ureter, URS diagnostik dapat dilakukan. Dokter dapat melihat langsung ke dalam ureter dan mengambil sedikit sampel jaringan (biopsi) untuk diperiksa di laboratorium guna mendeteksi ada tidaknya sel kanker (karsinoma urothelial).

3. Mengatasi Striktur Ureter (Penyempitan Saluran)

Beberapa pasien mungkin mengalami penyempitan abnormal pada ureter akibat jaringan parut, infeksi berulang, atau pasca-operasi sebelumnya. Penyempitan ini dapat menghalangi aliran urine. Melalui prosedur URS, dokter dapat menemukan lokasi pasti penyempitan tersebut dan melakukan sayatan kecil menggunakan laser dari dalam saluran (endopielotomi) atau melebarkannya dengan balon khusus agar saluran kembali terbuka normal.

Jika kamu memiliki riwayat batu ginjal yang terus berulang atau mengalami gejala kencing berdarah yang tak kunjung membaik, sangat penting untuk tidak menunda pemeriksaan. Segeralah mencari bantuan medis dan melakukan konsultasi dokter spesialis urologi untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang paling tepat sebelum terjadi komplikasi pada fungsi ginjal.

Persiapan Sebelum Melakukan URS

Karena URS adalah prosedur bedah, meskipun sifatnya invasif minimal, persiapan yang matang tetap sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan pasien dan keberhasilan operasi. Jika dokter menjadwalkan tindakan URS untukmu, berikut adalah langkah-langkah persiapan yang umumnya harus dilalui:

1. Pemeriksaan Penunjang

Sebelum prosedur, dokter akan meminta pasien untuk melakukan beberapa tes diagnostik. Ini termasuk tes darah lengkap untuk mengecek fungsi ginjal dan pembekuan darah, tes urine (urinalisis) dan kultur urine untuk memastikan tidak ada infeksi bakteri aktif, serta rontgen perut (BNO), USG ginjal, atau CT-Scan urologi (CT Urography). Pencitraan ini sangat penting sebagai “peta” bagi dokter untuk mengetahui lokasi pasti, ukuran, dan kepadatan batu yang akan dipecahkan.

2. Menghentikan Konsumsi Obat Tertentu

Bagi pasien yang rutin mengonsumsi obat pengencer darah (seperti aspirin, clopidogrel, atau warfarin) untuk penyakit jantung, dokter biasanya akan menginstruksikan untuk menghentikan sementara konsumsi obat tersebut beberapa hari sebelum tindakan. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko perdarahan hebat selama prosedur memecahkan batu ginjal atau saat biopsi dilakukan.

3. Pemberian Antibiotik Profilaksis

Saluran kemih sangat rentan terhadap penyebaran bakteri saat alat medis dimasukkan. Oleh karena itu, dokter akan meresepkan antibiotik sebelum operasi untuk mencegah terjadinya infeksi saluran kemih pasca-tindakan. Jika dari hasil kultur urine ditemukan adanya infeksi aktif sebelumnya, infeksi tersebut harus diobati terlebih dahulu secara tuntas sebelum URS bisa dilaksanakan.

4. Puasa Sebelum Prosedur

Prosedur URS umumnya dilakukan di bawah pengaruh pembiusan (anestesi), baik itu bius total (pasien tidur sepenuhnya) maupun bius regional/spinal (mati rasa dari perut ke bawah). Oleh karena itu, pasien diwajibkan untuk berpuasa makan dan minum setidaknya 6 hingga 8 jam sebelum jadwal operasi dimulai guna mencegah komplikasi tersedak isi lambung ke dalam paru-paru selama anestesi berlangsung.

Pentingnya Mengenali Gejala Awal Batu Saluran Kemih
  1. Nyeri hebat dan tiba-tiba di area pinggang, punggung bawah, yang bisa menjalar ke perut bagian bawah atau selangkangan.
  2. Perubahan warna urine menjadi merah muda, merah, atau kecokelatan (Hematuria) akibat gesekan batu pada dinding ureter.
  3. Rasa terbakar saat buang air kecil, atau muncul dorongan untuk kencing terus-menerus namun urine yang keluar hanya sedikit.
  4. Jika disertai demam dan menggigil, ini menandakan batu telah memicu infeksi berat dan butuh penanganan gawat darurat segera.

Prosedur Pelaksanaan URS Langkah demi Langkah

Banyak pasien merasa cemas saat mendengar istilah operasi atau tindakan medis. Mengetahui dengan pasti tahapan yang akan dilalui selama prosedur URS dapat membantu meredakan rasa takut tersebut. Secara garis besar, berikut adalah proses pelaksanaan URS di ruang operasi:

1. Tahap Anestesi (Pembiusan)

Setelah pasien dibawa ke ruang operasi dan diposisikan khusus, dokter anestesi akan memberikan obat bius. Pemilihan jenis bius (umum atau spinal) akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan, estimasi durasi operasi, dan tingkat kenyamanan. Setelah bius bekerja, dokter urologi akan membersihkan area genitalia luar pasien dengan larutan antiseptik agar steril.

2. Memasukkan Ureteroskop

Dokter perlahan-lahan memasukkan alat ureteroskop melalui uretra (lubang kencing) ke dalam kandung kemih. Selama proses ini, cairan steril seperti cairan saline akan terus-menerus dialirkan melalui alat tersebut. Tujuannya adalah untuk mengembangkan dinding kandung kemih dan ureter, sehingga pandangan kamera dokter di layar monitor menjadi sangat jelas. Dokter kemudian mencari letak muara ureter dan memandu ureteroskop naik ke saluran ureter menuju lokasi batu ginjal berada.

3. Penghancuran Batu (Litotripsi)

Setelah batu atau jaringan tidak normal ditemukan, dokter memiliki beberapa opsi. Jika batunya kecil, dokter bisa langsung menggunakan instrumen mungil berbentuk keranjang (dormia basket) untuk menjerat batu tersebut dan menariknya keluar secara utuh. Namun, jika batunya cukup besar, dokter akan memasukkan serat fiber optik mikroskopis melalui saluran kecil pada ureteroskop. Fiber optik ini akan memancarkan energi laser (biasanya Holmium Laser atau Thulium Laser) yang langsung ditembakkan ke arah batu. Tembakan energi tinggi ini akan melumatkan batu keras menjadi serpihan debu atau pasir halus yang nantinya akan terbawa keluar dengan sendirinya melalui urine.

4. Pemasangan DJ Stent (Double J Stent)

Setelah batu dipastikan hancur atau bersih dari saluran kemih, langkah terakhir yang sangat krusial adalah pemasangan DJ Stent (Double J Stent). Stent ini adalah selang silikon tipis dan lembut yang ditempatkan sementara di dalam ureter. Ujung yang satu melingkar di dalam ginjal, dan ujung lainnya melingkar di kandung kemih. Fungsi DJ Stent adalah untuk mencegah pembengkakan dinding ureter akibat trauma pasca-operasi, serta memastikan aliran urine dan sisa pasir batu ginjal bisa turun dengan lancar. Stent ini tidak akan terlihat dari luar tubuh dan biasanya akan dilepas oleh dokter beberapa minggu setelah operasi URS selesai.

Pemulihan dan Perawatan Pasca URS

Salah satu keuntungan utama dari prosedur URS adalah waktu pemulihan yang sangat cepat. Karena tidak ada pembedahan terbuka, pasien biasanya dapat pulang ke rumah pada hari yang sama (one day care) atau setelah menjalani observasi 1 hari di rumah sakit. Namun, ada beberapa efek samping sementara yang mungkin akan dialami pasien selama beberapa hari pertama di rumah.

Rasa tidak nyaman ringan hingga sedang pada area pinggang, kandung kemih, atau sensasi terbakar saat buang air kecil adalah hal yang wajar. Pasien juga mungkin melihat urine berwarna agak kemerahan atau pink selama beberapa hari. Hal ini umumnya disebabkan oleh gesekan DJ Stent di dalam saluran kemih. Untuk meringankan gejala tersebut, setelah pasien diperbolehkan pulang, dokter biasanya akan meresepkan obat pereda nyeri, obat pelemas otot saluran kemih (antispasmodik), serta antibiotik oral.

Selama masa pemulihan di rumah, sangat diwajibkan bagi pasien untuk mengonsumsi air putih dalam jumlah yang banyak (minimal 2-3 liter per hari). Asupan cairan yang tinggi sangat penting untuk membantu “membilas” saluran kemih dari sisa-sisa darah dan sisa pasir batu ginjal yang masih tertinggal. Pasien juga disarankan untuk tidak menahan kencing dan menghindari aktivitas fisik yang terlalu berat, seperti mengangkat beban atau olahraga intens, setidaknya selama 1-2 minggu pasca prosedur URS atau selama DJ stent masih terpasang di dalam tubuh.

Studi Terkait Efektivitas URS

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi komprehensif yang membandingkan berbagai metode penanganan batu ureter modern. Studi tersebut menyimpulkan bahwa Ureteroskopi (URS) yang dikombinasikan dengan litotripsi laser holmium menawarkan tingkat keberhasilan (stone-free rate) yang luar biasa tinggi, mencapai di atas 90-95% hanya dalam satu kali tindakan, terutama untuk batu ureter bagian tengah dan bawah.

Dalam studi tersebut juga dijelaskan bahwa meskipun alternatif lain seperti ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy / tembak batu dari luar tubuh) tidak memerlukan bius total, namun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh kepadatan batu dan obesitas pasien. Sebaliknya, URS mampu memecahkan hampir semua jenis batu saluran kemih tanpa terpengaruh oleh indeks massa tubuh atau tingkat kekerasan batu. Tingkat komplikasi berat dari prosedur URS modern juga dilaporkan sangat minim, berada di angka kurang dari 2%, menjadikannya pilihan yang sangat aman dan andal bagi pasien.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Kidney stones – Diagnosis and treatment.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Ureteroscopy: Procedure, Details, and Recovery.
American Urological Association (AUA). Diakses pada 2024. Medical Management of Kidney Stones.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Ureteroscopy for Stone Disease: A Review.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Penanganan Terkini Batu Saluran Kemih di Indonesia.

FAQ

1. Apakah prosedur URS itu menyakitkan?

Tidak perlu khawatir, karena selama prosedur URS berlangsung, kamu akan berada di bawah pengaruh obat bius (baik bius total atau bius setengah badan). Artinya, kamu tidak akan merasakan rasa sakit sedikit pun saat tindakan dokter dilakukan di ruang operasi. Rasa tidak nyaman yang ringan umumnya baru akan terasa beberapa hari setelahnya saat kamu sudah sadar, yang dapat dengan mudah diatasi dengan obat antinyeri yang diresepkan dokter.

2. Berapa lama proses operasi URS berlangsung?

Durasi tindakan URS sangat bervariasi bergantung pada ukuran, jumlah, tingkat kekerasan, dan lokasi batu ginjal tersebut. Rata-rata, tindakan ini memakan waktu antara 30 menit hingga 2 jam. Tindakan diagnostik untuk biopsi biasanya berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan tindakan penghancuran batu berukuran besar.

3. Apakah saya tetap harus dipasang DJ Stent setelah URS?

Sebagian besar kasus pasca-URS membutuhkan pemasangan DJ stent di dalam saluran kemih. Stent ini berguna untuk mencegah ureter bengkak menutup akibat iritasi pasca tindakan laser, serta memastikan pecahan batu kecil dan urine dapat lewat tanpa masalah. Namun, jika batunya sangat kecil dan tidak ada trauma pada dinding saluran, dokter mungkin dapat memutuskan untuk tidak memasang stent. Ini murni merupakan penilaian klinis dokter urologi yang menanganimu.

4. Kapan saya bisa beraktivitas normal setelah menjalani URS?

Kelebihan utama URS adalah pemulihannya yang tergolong sangat singkat. Kebanyakan pasien sudah dapat melakukan aktivitas harian ringan (seperti berjalan, bekerja di depan komputer) dalam waktu 1 hingga 3 hari setelah prosedur. Namun, untuk aktivitas fisik yang lebih berat seperti olahraga keras, lari, atau angkat beban berat, sebaiknya ditunda hingga dokter telah melepaskan DJ Stent dari tubuhmu, yang biasanya dilakukan 1 hingga 4 minggu setelah operasi.