• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Tanda Gangguan Ginjal yang Kerap Diabaikan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Tanda Gangguan Ginjal yang Kerap Diabaikan

Kenali Tanda Gangguan Ginjal yang Kerap Diabaikan

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 12 Maret 2021
Kenali Tanda Gangguan Ginjal yang Kerap Diabaikan

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu pernah merasakan gejala seperti sering buang air kecil saat larut malam, kelelahan, dan bengkak di sekitar kaki? Ini adalah beberapa tanda gangguan ginjal tahap awal. Penyakit ginjal pada dasarnya dapat dengan mudah luput dari perhatian, dan kemudian lama kelamaan kondisi akan semakin memburuk. Oleh karena itu, kamu tak boleh mengabaikan gejalanya, walau masih dalam tahap ringan. 

Ginjal adalah sepasang organ seukuran kepalan tangan yang terletak di bagian bawah tulang rusuk. Ginjal penting untuk memiliki tubuh yang sehat. Mereka terutama bertanggung jawab untuk menyaring produk limbah, kelebihan air, dan kotoran lain dari darah. Racun ini disimpan di kandung kemih dan kemudian dikeluarkan saat buang air kecil. Tak hanya itu, ginjal juga mengatur kadar pH, garam, dan kalium dalam tubuh. Karena sangat vital, maka kamu harus menjaga kesehatan ginjal dengan baik. Salah satunya mewaspadai gejala gangguan ginjal tahap awal agar tidak berkembang semakin parah.

Baca juga: Kerusakan Ginjal Sebabkan Gagal Ginjal Akut, Kenapa?

Gejala Gangguan Ginjal 

Berikut ini adalah tanda peringatan dini bahwa kamu mungkin mengembangkan penyakit ginjal:

  • Kesulitan berkonsentrasi.
  • Kesulitan tidur.
  • Nafsu makan yang buruk.
  • Kram otot.
  • Bengkak di sekitar mata saat pagi, atau bengkak di pergelangan kaki.
  • Kulit kering dan bersisik.
  • Sering buang air kecil, terutama saat larut malam.

Sementara itu, saat kondisi semakin parah, maka penyakit ginjal bisaberkembang menjadi gagal ginjal dengan gejala seperti: 

  • Mual.
  • Muntah.
  • Kehilangan selera makan.
  • Perubahan keluaran urine.
  • Retensi cairan.
  • Anemia (penurunan sel darah merah).
  • Penurunan gairah seks.
  • Peningkatan tiba-tiba dalam kadar kalium (hiperkalemia).
  • Radang perikardium (kantung berisi cairan yang menutupi jantung).

Jika penyakitnya semakin parah dari waktu ke waktu, ginjal mungkin berhenti bekerja sepenuhnya. Artinya, dialisis atau prosedur cuci darah diperlukan untuk menjalankan fungsi ginjal. Meski dialisis tidak bisa menyembuhkan penyakit ginjal, tapi cara ini bisa memperpanjang hidup pengidapnya.

Baca juga: Siapa yang Perlu Lakukan Cuci Darah?

Faktor Risiko untuk Mengembangkan Penyakit Ginjal

Pengidap diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit ginjal. Diabetes juga merupakan penyebab utama penyakit ginjal, terhitung sekitar 44 persen dari kasus baru. Kamu juga mungkin lebih mungkin terkena penyakit ginjal jika:

  • Memiliki tekanan darah tinggi.
  • Memiliki anggota keluarga lain dengan penyakit ginjal kronis.
  • Sudah berusia lanjut.
  • Keturunan India Afrika, Hispanik, Asia, atau Amerika.

Oleh karena itu, jika kamu mengidap diabetes atau hipertensi, pastikan kamu selalu mengonsumsi obat yang diresepkan dokter. Jika obat akan habis, segera tebus resep dokter di Halodoc supaya lebih praktis. Pesanan obat kamu ini bisa segera dikirim kurang dari satu jam ke tempatmu, jadi kamu tak perlu lagi repot keluar rumah.

Baca juga: Tanpa Cuci Darah, Apakah Gagal Ginjal Kronis Bisa Diobati?

Pengobatan Penyakit Ginjal

Perawatan untuk penyakit ginjal biasanya berfokus pada pengendalian penyebab penyakit. Ini berarti dokter akan membantu mengelola tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol dengan lebih baik. Mereka juga mungkin menggunakan satu atau lebih metode berikut untuk mengobati penyakit ginjal.

Pemberian Obat

Dokter akan meresepkan penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE), atau penghambat reseptor angiotensin (ARB). Ini adalah obat tekanan darah yang dapat memperlambat perkembangan penyakit ginjal. Dokter mungkin meresepkan obat-obatan ini untuk menjaga fungsi ginjal, bahkan jika Anda tidak memiliki tekanan darah tinggi.

Kamu juga dapat diobati dengan obat kolesterol. Obat-obatan ini dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan membantu menjaga kesehatan ginjal. Tergantung pada gejala, dokter mungkin juga meresepkan obat untuk meredakan pembengkakan dan mengobati anemia.

Perubahan Pola Makan dan Gaya Hidup

Mengubah pola makan sama pentingnya dengan minum obat. Menerapkan gaya hidup sehat juga dapat membantu mencegah banyak penyebab penyakit ginjal. Dokter mungkin merekomendasikan agar kamu melakukan beberapa hal seperti:

  • Mengontrol diabetes melalui suntikan insulin.
  • Mengurangi makanan tinggi kolesterol dan tinggi garam.
  • Konsumsi makanan sehat seperti buah-buahan segar, sayuran, biji-bijian, dan produk susu rendah lemak.
  • Membatasi konsumsi alkohol.
  • Berhenti merokok.
  • Meningkatkan aktivitas fisik.
  • Menurunkan berat badan.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Kidney Health and Kidney Disease Basics.
U.S. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Diakses pada 2021. Kidney Disease.
WebMD. Diakses pada 2021. Kidney Disease.