• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenapa Anak-Anak Lebih Berisiko Alami Keracunan Timbal?

Kenapa Anak-Anak Lebih Berisiko Alami Keracunan Timbal?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Keracunan timbal terjadi ketika timbal menumpuk di dalam tubuh selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Sejumlah kecil timah dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Anak-anak di bawah 6 tahun sangat rentan terhadap keracunan timbal, yang sangat memengaruhi perkembangan mental dan fisik. Pada tingkat yang sangat tinggi, keracunan timbal bahkan bisa berakibat fatal. 

Zat berbasis timbal dan debu yang terkontaminasi timbal di bangunan yang lebih tua merupakan sumber keracunan timbal yang paling umum pada anak-anak. Sumber lain termasuk yang terkandung di udara, air dan tanah yang terkontaminasi. Orang dewasa yang bekerja dalam proyek renovasi rumah atau bekerja di bengkel mobil yang juga mungkin terpapar timah. 

Baca juga: Keracunan Timbal Bisa Sebabkan Meningitis?

Alasan Anak Lebih Berisiko Keracunan Timbal

Timbal merupakan logam yang terjadi secara alami di kerak bumi, tetapi aktivitas manusia, menambang, serta membakar bahan bakar fosil, telah menyebabkan penyebaran menjadi lebih luas. Timbal juga digunakan dalam cat, mesin, dan masih digunakan dalam baterai, solder, pipa, tembikar, bahan atap, dan beberapa kosmetik. 

Cara paling umum anak-anak dapat keracunan timbal adalah dari cat berbasi timah. Jenis cat ini digunakan di banyak rumah di Amerika Serikat hingga akhir 1970-an, ketika pemerintah melarang pembuatan cat mengandung timbal. Anak-anak juga dapat bersentuhan dengan timah melalui:

  • Tanah yang ada di dekat jalan-jalan yang sibuk dan sekitar rumah yang dicat dengan cat berbasis timah.
  • Air yang mengalir melalui pipa atau faucet timah tua.
  • Makanan yang disimpan dalam mangkuk berlapis kaca atau dicat dengan timah, atau diimpor dari negara-negara yang menggunakan timah untuk menyegel makanan kaleng.
  • Beberapa mainan, perhiasan, hobi, dan benda olahraga (seperti kaca patri, tinta, cat, dan plester).
  • Beberapa pengobatan rumahan, seperti greta dan azarcon (digunakan untuk mengobati sakit perut).

Baca juga: Waspadai Keracunan Timbal pada Anak

Sumber paparan timbal lainnya terkadang juga dapat ditemukan di:

  • Debu rumah tangga, dapat mengandung timbal dari serpihan cat timbal atau dari tanah yang terkontaminasi yang dibawa dari luar.
  • Tembikar. Glasir yang ditemukan pada beberapa keramik, porselen, dapat mengandung timbal yang dapat larut ke dalam makanan yang disajikan atau disimpan dalam tembikar. 
  • Kosmetik. 
  • Obat herbal atau obat tradisional. 
  • Permen. Beberapa permen mungkin mengandung timah.
  • Pekerjaan. Orang-orang terpapar timah dapat membawanya pulang yang menempel pada pakaian ketika mereka bekerja dalam perbaikan mobil, penambangan, pemasangan pipa, pembuatan baterai, pengecatan, konstruksi dan bidang-bidang tertentu lainnya. 

Pada beberapa anak yang keracunan timbal mungkin tidak mengalami gejala sakit. Namun jika ia mengalami gejala, maka tandanya akan seperti:

  • Sakit kepala.
  • Masalah perilaku dan kesulitan berkonsentrasi.
  • Kehilangan selera makan.
  • Penurunan berat badan.
  • Mual dan muntah.
  • Sembelit.
  • Rasa logam di mulut.
  • Merasa lelah.
  • Kelemahan otot dan sendi.
  • Terlihat pucat.

Baca juga: Langkah Pencegahan Keracunan Timbal Pada Anak

Mencegah Keracunan Timbal pada Anak

Tindakan sederhana dapat melindungi anak dan keluarga lainnya dari keracunan timbal:

  • Cuci tangan dan mainan. Untuk membantu mengurangi transfer dari tangan ke mulut dari debu atau tanah yang terkontaminasi, cuci tangan anak setelah bermain di luar, sebelum makan, dan sebelum tidur. Cuci mainan mereka secara teratur. 
  • Bersihkan permukaan berdebu, seperti lantai, furniture, jendela, dan permukaan lainnya.
  • Lepaskan sepatu sebelum memasuki rumah.
  • Sebelum menggunakan air dari pipa timah, jalankan air pada pipa atau ledeng setidaknya satu menit sebelum menggunakannya. Sebaiknya jangan gunakan air keran untuk membuat susu formula atau untuk memasak. 
  • Cegah anak-anak bermain di tanah.
  • Makan makanan yang sehat dan bersih. 
  • Jaga rumah agar terawat dengan baik.

Jika Si Kecil ataupun keluarga lainnya ada yang mengalami keracunan timbal, sebaiknya segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran penanganan. Tanpa perlu keluar rumah, kamu dapat berinteraksi dengan dokter hanya dengan download aplikasi Halodoc. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Lead poisoning.
Kids Health. Diakses pada 2020. Lead Poisoning.