Langkah Pencegahan Keracunan Timbal Pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Langkah Pencegahan Keracunan Timbal Pada Anak

Halodoc, Jakarta – Timbal adalah zat kimia beracun yang mudah ditemukan dalam bahan-bahan bangunan. Keracunan timbal terjadi ketika zat ini masuk ke tubuh seseorang melalui kulit, menghirupnya, memakannya atau meminumnya dalam jumlah yang cukup banyak. Ketika masuk ke dalam tubuh, timbal melakukan perjalanan dan membahayakan berbagai fungsi tubuh. Bayi dan anak-anak ternyata berisiko mengalami keracunan timbal. 

Baca Juga: Waspadai Keracunan Timbal pada Anak

Timbal mudah ditemukan pada tanah yang berada di dekat jalanan ramai dan di sekitar rumah yang dicat dengan cat yang mengandung timbal. Air yang mengalir melalui pipa berbahan timbal juga berisiko menyebabkan keracunan timbal. Anak yang terkena paparan timbal yang cukup tinggi dapat menyebabkan kerusakan otak dan ginjal.

Tanda dan Gejala Keracunan Timbal

Beberapa anak yang mengalami keracunan timbal mungkin tidak menimbulkan tanda-tanda sakit. Namun, umumnya keracunan timbal menimbulkan gejala berikut ini:

  • Sakit kepala;

  • Masalah perilaku dan kesulitan berkonsentrasi;

  • Kehilangan selera makan;

  • Penurunan berat badan;

  • Mual dan muntah;

  • Sembelit;

  • Adanya rasa logam di mulut;

  • Merasa lelah;

  • Kelemahan otot dan sendi;

  • Terlihat pucat.

Baca Juga: Pengendapan Timbal dalam Tubuh Sebabkan Efek Samping Ini

Perawatan Keracunan Timbal

Perawatan untuk keracunan timbal tergantung pada seberapa banyak timbal yang masuk ke dalam tubuh. Anak yang terkena paparan timbal dalam jumlah kecil dapat diobati dengan mudah karena tubuh bisa menghilangkan timbal secara alami. Anak-anak dengan kasus yang parah akibat paparan timbal yang tinggi perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan obat yang disebut chelator. 

Chelator menempel pada timbal dan membuat zat ini lebih lemah, sehingga tubuh dapat membuangnya secara alami. Kalsium, zat besi dan vitamin C yang bisa diperoleh dari makanan juga membantu mengurangi jumlah timbal yang diserap tubuh. Dokter dapat merekomendasikan anak untuk mengonsumsi suplemen jika nafsu makannya buruk.

Kalau ibu curiga Si Kecil mengalami keracunan timbal, sebaiknya segera periksakan ke rumah sakit agar ditangani dokter dengan tepat. Sebelum mengunjungi rumah sakit, buat janji dengan dokter terlebih dahulu lewat aplikasi Halodoc.

Cara Mencegah Keracunan Timbal

Berikut ini sejumlah tips yang perlu ibu coba untuk membantu melindungi anak-anak dari keracunan timbal, yaitu:

  • Berhati-hatilah dengan pipa ledeng tua yang dilapisi timah. Jika ibu memiliki sistem pipa yang lama yang menggunakan pipa tembaga dan solder timah, sebaiknya uji kandungan airnya. 

  • Jika air tidak mengalir selama beberapa jam, biarkan air mengalir selama 30 detik sebelum menggunakannya. Perlu diketahui bahwa keran air panas menyerap lebih banyak timbal daripada air dingin, jadi hindari menggunakannya untuk makan. 

  • Sering-seringlah mencuci tangan dan mainan anak-anak, serta bersihkan permukaan yang berdebu dengan kain basah.

  • Pastikan zat besi dan kalsium ada dalam makanan. Jika anak-anak terpapar timbal, nutrisi yang baik dapat mengurangi jumlah yang diserap oleh tubuh mereka. Mengonsumsi makanan biasa membantu karena timbal lebih banyak diserap selama anak tidak makan.

  • Ketahui di mana anak-anak bermain. Jauhkan dari jalan yang sibuk dan di bawah jembatan.

Baca Juga: Mulai Green Living Agar Terhindar dari Keracunan Timbal

Itulah sejumlah tips yang perlu ibu ketahui agar anak terhindar dari paparan timbal. Ibu perlu membuang atau menjauhkan barang-barang logam yang sudah berkarat, seperti baterai dari anak-anak. Alasannya, logam-logam tersebut juga berisiko meracuni Si Kecil.

Referensi :
Kids Health. Diakses pada 2019. Lead Poisoning.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Lead Poisoning.