Ad Placeholder Image

Kenapa Berat Badan Susah Naik? Ini Penyebabnya

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Sebagian orang justru mengalami kesulitan untuk menaikkan berat badan.

Kenapa Berat Badan Susah Naik? Ini PenyebabnyaKenapa Berat Badan Susah Naik? Ini Penyebabnya

DAFTAR ISI


Menimbang berat badan sering kali menjadi rutinitas harian, terutama bagi mereka yang sedang menjalani program diet atau sekadar ingin memantau kesehatan tubuh. Namun, tidak jarang angka di timbangan justru memicu kebingungan dan kecemasan. Pagi ini angka menunjukkan penurunan, tetapi keesokan harinya angka tersebut melonjak naik. Jika kamu pernah mengalaminya, kamu pasti penasaran dan mencari tahu tentang kenapa bb naik turun dalam waktu yang sangat singkat.

Fluktuasi berat badan adalah kondisi yang sangat wajar dan dialami oleh hampir semua orang. Tubuh manusia adalah sistem biologis yang dinamis, bukan mesin yang statis. Berat badan kita terdiri dari berbagai komponen, mulai dari tulang, organ, otot, lemak, massa makanan di dalam saluran pencernaan, hingga volume air. Perubahan pada salah satu komponen ini, terutama kandungan air dan sisa metabolisme, dapat langsung memengaruhi angka yang muncul di timbangan.

Penting untuk dipahami bahwa kenaikan satu atau dua kilogram dalam semalam hampir tidak mungkin disebabkan oleh penumpukan lemak murni. Dibutuhkan surplus kalori yang sangat besar—sekitar 7.000 hingga 7.700 kalori di atas kebutuhan harian—hanya untuk menaikkan satu kilogram lemak tubuh. Oleh karena itu, fluktuasi harian biasanya berkaitan erat dengan hidrasi, respons hormon, dan asupan nutrisi harian yang memengaruhi bagaimana tubuh menyimpan cairan.

Mengetahui akar penyebab dari fluktuasi ini sangat penting agar kamu tidak mudah stres atau kehilangan motivasi saat menjalani gaya hidup sehat. Stres akibat melihat angka timbangan justru dapat memicu pelepasan hormon kortisol yang membuat tubuh semakin rentan menahan cairan dan lemak. Nah, mau tahu apa saja alasan medis di balik fenomena ini? Berikut ulasan lengkapnya!

Penyebab Umum Kenapa Berat Badan Naik Turun

Ada berbagai mekanisme fisiologis dalam tubuh yang menyebabkan berat badan bergeser setiap harinya. Berikut adalah beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap naik turunnya angka timbangan secara drastis dalam waktu singkat.

1. Retensi Air (Water Weight)

Air menyumbang sekitar 55 hingga 60 persen dari total berat badan orang dewasa. Perubahan volume air dalam tubuh adalah alasan paling umum mengapa berat badanmu bisa naik atau turun dengan cepat. Saat kamu mengonsumsi banyak cairan, berat badan secara otomatis akan bertambah. Sebaliknya, saat kamu berkeringat hebat, buang air kecil, atau bernapas (proses pernapasan melepaskan uap air), berat badan akan sedikit menyusut.

Selain itu, asupan karbohidrat memainkan peran besar dalam menahan air. Karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh akan dipecah menjadi glukosa. Glukosa berlebih yang tidak langsung digunakan sebagai energi akan disimpan di otot dan organ hati dalam bentuk glikogen. Secara biologis, setiap satu gram glikogen yang disimpan akan mengikat sekitar tiga gram air. Jadi, jika malam sebelumnya kamu makan malam kaya karbohidrat (seperti nasi, pasta, atau roti), tubuhmu akan menahan lebih banyak air keesokan harinya, membuat angka timbangan melonjak tajam.

2. Asupan Natrium (Garam) yang Tinggi

Ginjal bertugas mengatur keseimbangan natrium dan cairan di dalam aliran darah. Ketika kamu mengonsumsi makanan yang sangat asin atau tinggi natrium—seperti makanan olahan, makanan cepat saji, keripik, atau mi instan—konsentrasi natrium dalam darah akan meningkat. Untuk menjaga keseimbangan osmotik dan menstabilkan rasio darah, ginjal akan memberikan sinyal kepada tubuh untuk menahan lebih banyak air.

Retensi cairan akibat natrium ini bisa membuat perut terasa kembung, jari-jari tangan membengkak, dan tentu saja, berat badan naik 1-2 kilogram keesokan paginya. Efek ini bersifat sementara. Begitu kamu kembali mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup dan mengurangi garam, ginjal akan membuang kelebihan cairan tersebut melalui urine, dan berat badan akan kembali ke angka asalnya.

3. Pengaruh Siklus Menstruasi dan Hormon

Bagi wanita, siklus menstruasi adalah salah satu faktor dominan penyebab berat badan naik turun. Menjelang hari pertama menstruasi (fase luteal), terjadi fluktuasi hormon estrogen dan progesteron yang cukup signifikan. Perubahan hormonal ini sering kali memicu tubuh untuk menahan lebih banyak air (edema pramenstruasi) dan memperlambat sistem pencernaan yang memicu sembelit.

Penelitian menunjukkan bahwa wanita dapat mengalami kenaikan berat badan antara 1 hingga 3 kilogram selama masa pramenstruasi (PMS). Kenaikan ini juga sering dibarengi dengan peningkatan nafsu makan, terutama craving terhadap makanan manis dan asin, yang semakin memperburuk retensi air. Angka timbangan umumnya akan berangsur normal kembali setelah hari ketiga atau keempat masa menstruasi.

4. Massa Makanan dan Kesehatan Pencernaan

Proses pencernaan dari mulut hingga sisa makanan dikeluarkan melalui feses dapat memakan waktu antara 24 hingga 72 jam, tergantung pada metabolisme individu dan jenis makanan yang dikonsumsi. Makanan dan minuman yang masuk ke lambung dan usus memiliki berat fisiknya sendiri. Jika kamu menimbang badan setelah makan besar, wajar jika kamu “lebih berat”.

Selain itu, frekuensi buang air besar (BAB) juga memengaruhi angka timbangan. Jika kamu sedang mengalami konstipasi (sembelit) karena kurang serat atau dehidrasi, tumpukan feses di usus besar dapat menambah berat badan. Segera setelah siklus BAB kembali lancar, berat badan akan mengalami sedikit penurunan.

Tips Menimbang Badan yang Akurat
  1. Konsistensi Waktu: Timbang badanmu di waktu yang sama setiap hari, idealnya di pagi hari setelah bangun tidur.
  2. Kosongkan Perut: Lakukan penimbangan setelah buang air kecil dan besar, serta sebelum makan atau minum apa pun.
  3. Pakaian Konsisten: Gunakan pakaian seringan mungkin, atau tanpa pakaian sama sekali, karena celana jeans atau jaket bisa menambah berat hingga 1 kg.
  4. Fokus pada Tren: Jangan panik melihat angka harian. Catat selama 7 hari, lalu hitung rata-ratanya untuk melihat tren penurunan atau kenaikan yang sebenarnya.

Faktor Gaya Hidup dan Kebiasaan Sehari-hari

Di luar mekanisme biologi dasar, kebiasaan hidup sehari-hari juga sangat memengaruhi fluktuasi berat badan. Banyak orang tidak menyadari bahwa stres dan kualitas tidur berdampak langsung pada timbangan mereka.

1. Olahraga dan Peradangan Otot

Kamu mungkin merasa heran saat berat badan justru naik sehari setelah melakukan sesi olahraga angkat beban yang berat. Apakah itu lemak? Tentu saja bukan. Saat kamu melatih otot dengan intensitas tinggi, otot akan mengalami robekan mikroskopis (micro-tears). Tubuh merespons kondisi ini dengan mengirimkan darah, cairan, dan nutrisi ke area otot tersebut untuk proses penyembuhan (inflamasi akut).

Penumpukan cairan di dalam jaringan otot inilah yang membuat otot terlihat lebih “pumped” (besar) dan angka timbangan sedikit naik. Selain itu, seiring berjalannya waktu, olahraga beban akan meningkatkan massa otot. Karena otot lebih padat daripada lemak, berat badanmu bisa saja naik atau tetap (stagnan), padahal ukuran lingkar perut atau pinggangmu sebenarnya menyusut.

2. Kurang Tidur dan Stres Kronis

Tidur yang tidak berkualitas mengacaukan regulasi dua hormon rasa lapar: ghrelin dan leptin. Ghrelin, hormon yang memberi sinyal lapar, akan meningkat drastis jika kamu kurang tidur. Sementara itu, leptin, hormon yang memberi sinyal kenyang, justru menurun. Akibatnya, kamu cenderung makan lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh.

Selain itu, stres emosional atau fisik kronis memicu kelenjar adrenal memproduksi lebih banyak hormon kortisol. Tingkat kortisol yang tinggi secara terus-menerus akan mendorong tubuh untuk menyimpan kalori sebagai lemak, terutama di area perut (lemak viseral), dan meningkatkan retensi cairan. Menjaga pola istirahat yang baik sering kali menjadi kunci pemecah stagnasi penurunan berat badan.

Kapan Fluktuasi Berat Badan Menjadi Pertanda Penyakit?

Meski fluktuasi harian sekitar 1-2 kilogram sangat normal, ada kondisi medis tertentu yang membuat berat badan naik turun secara ekstrem atau tidak dapat dijelaskan (tanpa ada perubahan pola makan dan aktivitas).

1. Gangguan Tiroid

Kelenjar tiroid yang berada di leher memproduksi hormon yang mengatur metabolisme tubuh. Jika tiroid kurang aktif (hipotiroidisme), metabolisme akan melambat secara drastis, sehingga tubuh lebih mudah menyimpan lemak dan menahan cairan. Sebaliknya, tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) membuat metabolisme terlalu cepat, menyebabkan penurunan berat badan yang drastis meski kamu makan banyak.

2. PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)

PCOS memengaruhi wanita usia subur dan ditandai dengan ketidakseimbangan hormon androgen dan masalah resistensi insulin. Resistensi insulin membuat sel tubuh tidak responsif terhadap hormon insulin, sehingga pankreas memproduksi lebih banyak insulin. Tingginya kadar insulin di dalam darah membuat tubuh berada dalam “mode penyimpanan lemak”, sehingga penderita PCOS sangat rentan mengalami kenaikan berat badan yang sulit diturunkan.

3. Gagal Jantung dan Masalah Ginjal

Jika kenaikan berat badan terjadi sangat cepat (misalnya 2-3 kilogram dalam 1-2 hari) yang disertai pembengkakan (edema) pada pergelangan kaki, tungkai, atau perut, ini bisa menjadi tanda penumpukan cairan akibat gangguan sirkulasi jantung atau penurunan fungsi ginjal. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera.

Untuk menunjang kesehatan metabolisme dan mencegah masalah gizi, terkadang tubuh memerlukan bantuan dari luar. Jika kamu membutuhkan vitamin, suplemen penunjang metabolisme, atau produk kesehatan lainnya, kamu bisa mendapatkannya dengan mudah secara online dari apotek tepercaya.

Studi Terkait Fluktuasi Berat Badan

Obes Facts Journal menerbitkan studi di tahun 2014 yang menjelaskan bahwa berat badan manusia memiliki pola ritme mingguan yang sangat konsisten. Studi yang dipimpin oleh para peneliti dari Cornell University ini menemukan bahwa bagi kebanyakan individu, berat badan mencapai puncaknya (paling berat) pada hari Minggu malam hingga Senin pagi akibat pola makan yang lebih bebas di akhir pekan.

Sebaliknya, angka timbangan cenderung menurun secara bertahap sepanjang minggu dan mencapai titik terendahnya pada hari Jumat pagi, seiring dengan kembalinya rutinitas kerja dan pola makan yang lebih terkontrol. Penemuan klinis ini menegaskan bahwa menimbang berat badan setiap hari sering kali menyesatkan pikiran secara psikologis. Para ahli menyarankan agar individu tidak panik melihat fluktuasi harian, melainkan fokus pada tren jangka panjang dari minggu ke minggu atau bulan ke bulan.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Weight loss: 6 strategies for success.
Healthline. Diakses pada 2024. Why Does My Weight Fluctuate So Much?
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2024. Water Retention: Causes and Treatment.
PubMed Central. Diakses pada 2024. Weight rhythms: weight increases during weekends and decreases during weekdays.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Edema: Causes, Symptoms & Treatment.

FAQ

1. Normalkah kenapa bb naik turun 2 kg dalam sehari?

Sangat normal. Kenaikan atau penurunan hingga 2-3 kilogram dalam waktu 24 jam sebagian besar disebabkan oleh perubahan kadar cairan (water weight), isi lambung, dan sisa makanan di saluran cerna, bukan karena bertambahnya massa lemak tubuh secara instan.

2. Kapan waktu paling akurat untuk menimbang badan?

Waktu yang paling disarankan oleh ahli gizi adalah di pagi hari setelah kamu bangun tidur dan setelah buang air kecil/besar, tetapi sebelum kamu makan sarapan atau minum air. Pada waktu ini, tubuh berada pada kondisi paling “kosong” sehingga angkanya lebih objektif.

3. Mengapa berat badan naik setelah hari curang (cheat day)?

Pada hari curang, kamu cenderung mengonsumsi lebih banyak karbohidrat (gula/tepung) dan natrium (garam). Karbohidrat disimpan sebagai glikogen yang mengikat banyak air, sementara garam membuat sel tubuh menahan cairan tambahan. Ini memicu berat badan melonjak keesokan paginya.

4. Kenapa berat badan tidak turun padahal sudah makan sedikit?

Ada beberapa kemungkinan. Pertama, metabolisme melambat akibat pembatasan kalori yang terlalu ekstrem. Kedua, tingginya tingkat stres atau kurang tidur yang meningkatkan kortisol. Ketiga, tubuh sedang mengalami retensi air akibat menstruasi atau perubahan rutinitas olahraga beban.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang