Kenapa Berat Badan Susah Naik? Ini Penyebabnya
Sebagian orang justru mengalami kesulitan untuk menaikkan berat badan.

DAFTAR ISI
- Gejala Berat Badan Kurang
- Penyebab Berat Badan Susah Naik
- Cara Menaikkan Berat Badan dengan Sehat
- Rekomendasi Produk Halodoc
- Pencegahan Berat Badan Kurang
Berat badan kurang atau underweight adalah kondisi ketika berat badan seseorang berada di bawah nilai ideal berdasarkan tinggi badannya.
Umumnya, kondisi ini diukur dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI). Seseorang dianggap memiliki berat badan kurang jika nilai IMT-nya di bawah 18,5.
Gejala Berat Badan Kurang
Selain angka IMT yang rendah, ada beberapa gejala lain yang bisa mengindikasikan berat badan kurang, antara lain:
- Kelelahan dan kekurangan energi
- Sering merasa kedinginan
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah, sehingga lebih rentan terhadap infeksi
- Kulit kering dan rambut rontok
- Pada wanita, siklus menstruasi tidak teratur atau bahkan berhenti
Jika butuh saran tentang pola makan sesuai kondisi tubuhmu, Ini Rekomendasi Dokter Gizi di Halodoc yang Bisa Dihubungi.
Penyebab Berat Badan Susah Naik
Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan seseorang sulit menaikkan berat badan. Berikut adalah beberapa penyebab umum:
Penyakit kronis
Beberapa penyakit kronis dapat menyebabkan penurunan berat badan atau kesulitan menaikkan berat badan. Penyakit tersebut antara lain:
- Hipertiroidisme: Kondisi di mana kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid secara berlebihan, meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar kalori lebih cepat.
- Diabetes Tipe 1: Kekurangan insulin dapat menyebabkan tubuh kesulitan menggunakan glukosa sebagai energi, sehingga berat badan menurun.
- Penyakit celiac: Reaksi autoimun terhadap gluten yang merusak lapisan usus halus dan mengganggu penyerapan nutrisi.
- Inflammatory bowel disease (IBD): Peradangan kronis pada saluran pencernaan, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulserativa, dapat menyebabkan penurunan nafsu makan dan gangguan penyerapan nutrisi.
- Kanker: Beberapa jenis kanker, terutama kanker yang menyerang sistem pencernaan, dapat menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan.
- Infeksi kronis: Infeksi seperti tuberkulosis (TBC) atau HIV/AIDS dapat menyebabkan penurunan berat badan karena peningkatan kebutuhan energi dan gangguan metabolisme.
Faktor genetik
Faktor genetik atau keturunan juga dapat berperan dalam menentukan berat badan seseorang. Beberapa orang secara alami memiliki tubuh yang lebih kurus dan kesulitan menaikkan berat badan, meskipun sudah makan banyak.
Metabolisme yang tinggi
Orang dengan metabolisme tinggi membakar kalori lebih cepat daripada orang lain. Hal ini dapat membuat mereka sulit menaikkan berat badan, meskipun asupan kalori sudah cukup.
Asupan kalori yang kurang
Penyebab paling umum berat badan susah naik adalah asupan kalori yang lebih sedikit daripada yang dibutuhkan tubuh untuk beraktivitas. Untuk menaikkan berat badan, seseorang perlu mengonsumsi kalori lebih banyak daripada yang dibakar setiap hari.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) merekomendasikan asupan kalori harian yang berbeda-beda berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas fisik. Penting untuk menghitung kebutuhan kalori harian dan memastikan asupan makanan mencukupi.
Ketahui juga informasi lain mengenai, Diet dan Nutrisi Kebutuhan Tubuh – Informasi Lengkapnya berikut ini.
Aktivitas fisik berlebihan
Aktivitas fisik yang berlebihan tanpa diimbangi dengan asupan kalori yang cukup dapat menyebabkan tubuh membakar lebih banyak kalori daripada yang dikonsumsi, sehingga berat badan sulit naik.
Masalah psikologis
Kondisi psikologis seperti stres, depresi, dan gangguan makan (anoreksia atau bulimia) dapat memengaruhi nafsu makan dan kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi, sehingga menyebabkan berat badan sulit naik.
Cara Menaikkan Berat Badan dengan Sehat
Menaikkan berat badan membutuhkan pendekatan yang tepat dan konsisten. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan:
Konsultasi medis
Langkah pertama yang penting adalah berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Dokter dapat membantu mengidentifikasi penyebab medis yang mendasari kesulitan menaikkan berat badan dan memberikan saran yang sesuai.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), konsultasi dengan tenaga medis profesional sangat penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan rencana perawatan yang tepat.
Pola makan seimbang
Pola makan yang sehat dan seimbang adalah kunci utama untuk menaikkan berat badan. Berikut adalah beberapa tips:
- Konsumsi makanan tinggi kalori dan nutrisi: Pilih makanan seperti daging merah tanpa lemak, ayam, ikan berlemak, telur, produk susu, kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, dan minyak sehat.
- Makan lebih sering: Alih-alih tiga kali makan besar, cobalah makan lima hingga enam kali sehari dengan porsi kecil namun padat nutrisi.
- Ngemi di antara waktu makan: Pilih camilan sehat seperti buah-buahan kering, kacang-kacangan, atau yogurt.
- Jangan lupakan protein: Protein penting untuk membangun massa otot. Konsumsi protein sebanyak 1,5-2 gram per kilogram berat badan setiap hari.
- Minum yang cukup: Pastikan untuk minum air yang cukup sepanjang hari.
Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association (JAMA) menunjukkan bahwa peningkatan asupan protein dapat membantu meningkatkan massa otot pada orang yang kekurangan berat badan.
Ketahui juga informasi lain mengenai Vitamin dan Suplemen – Jenis, Manfaat, dan Waktu Konsumsinya berikut ini.
Olahraga yang tepat
Olahraga, terutama latihan kekuatan (resistance training), dapat membantu membangun massa otot dan meningkatkan berat badan. Contoh latihan kekuatan meliputi angkat beban, push-up, dan squat.
Sebuah artikel penelitian dari PLOS One menyoroti efektivitas latihan resistensi dalam meningkatkan massa otot dan berat badan pada individu dengan berat badan kurang.
Suplemen penambah berat badan (perhatian khusus)
Suplemen penambah berat badan, seperti mass gainer, dapat membantu meningkatkan asupan kalori. Namun, perlu diingat bahwa suplemen bukanlah pengganti makanan sehat. Selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi suplemen apa pun.
Beberapa produk mass gainer mengandung maltodekstrin, yang memiliki indeks glikemik tinggi. Konsumsi berlebihan maltodekstrin dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Berhati-hatilah dalam memilih suplemen dan selalu perhatikan kandungan nutrisinya.
Rekomendasi Produk Halodoc
Untuk mendukung program peningkatan berat badanmu, Halodoc menyediakan berbagai produk kesehatan yang dapat membantu:
- Susu protein: Membantu memenuhi kebutuhan protein harian untuk pembentukan otot.
- Multivitamin: Memastikan tubuh mendapatkan semua nutrisi penting yang dibutuhkan.
Pencegahan Berat Badan Kurang
Ini cara mencegahnya:
- Makan makanan yang bergizi seimbang secara teratur.
- Hindari stres dan kelola emosi dengan baik.
- Tidur yang cukup (7-8 jam setiap malam).
- Rutin berolahraga, tetapi jangan berlebihan.
- Periksakan diri ke dokter secara teratur untuk memantau kesehatan.
Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc.
Caranya mudah, kamu bisa klik banner di bawah ini!



