Ad Placeholder Image

Kenapa Berat Badan Susah Naik? Ini Penyebabnya

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 11 September 2026

Sebagian orang justru mengalami kesulitan untuk menaikkan berat badan.

Kenapa Berat Badan Susah Naik? Ini PenyebabnyaKenapa Berat Badan Susah Naik? Ini Penyebabnya

DAFTAR ISI


Memiliki berat badan di bawah rata-rata atau terlalu kurus dapat memengaruhi sistem imun dan tingkat energi tubuh. Kondisi ini sering kali memicu kekhawatiran, terutama jika Anda sudah mencoba makan banyak namun berat badan tetap tidak kunjung bertambah.

Memahami pemicu di balik kondisi ini merupakan langkah penting agar Anda bisa mengambil penanganan medis atau perubahan gaya hidup yang tepat.

Penyebab Berat Badan Susah Naik

Kesulitan menaikkan berat badan bisa disebabkan oleh kombinasi faktor biologis, pola makan, hingga adanya penyakit dasar. Berikut adalah beberapa penyebab utamanya:

  • Metabolisme Tubuh yang Tinggi: Pemilik metabolisme yang sangat cepat memproses energi secara efisien sehingga kalori yang dibakar jauh lebih banyak, bahkan saat tubuh sedang beristirahat.
  • Gangguan Kelenjar Tiroid (Hipertiroidisme): Kelenjar tiroid yang terlalu aktif memproduksi hormon tiroid berlebih, yang memicu percepatan metabolisme tubuh secara drastis dan menyebabkan penurunan berat badan drastis.
  • Masalah Pencernaan dan Malabsorpsi: Kondisi medis seperti penyakit Celiac, inflammatory bowel disease (IBD), atau infeksi parasit dapat menghambat usus dalam menyerap nutrisi dari makanan.
  • Kondisi Kesehatan Mental: Masalah kesehatan mental seperti stres kronis, kecemasan, atau gangguan makan (anoreksia dan bulimia) dapat menurunkan nafsu makan secara signifikan.
  • Penyakit Kronis: Penyakit tertentu seperti diabetes tipe 1 yang tidak terdiagnosis, TBC, atau kanker dapat menguras energi tubuh dan menyebabkan massa otot berkurang.

Cara Sehat Meningkatkan Berat Badan

Menambah berat badan secara sehat tidak berarti mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak jenuh. Anda perlu menerapkan surplus kalori yang bernutrisi tinggi melalui langkah-langkah berikut:

  • Konsumsi Makanan Padat Nutrisi: Pilih makanan yang kaya protein, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks seperti kacang-kacangan, alpukat, telur, daging tanpa lemak, serta susu murni.
  • Makan Lebih Sering dengan Porsi Kecil: Jika Anda cepat merasa kenyang, cobalah makan 5–6 kali sehari dalam porsi sedang ketimbang makan 3 kali dalam porsi besar.
  • Latihan Beban (Strength Training): Olahraga seperti angkat beban membantu mengubah kelebihan kalori menjadi massa otot, bukan jaringan lemak.
  • Hindari Minum Sebelum Makan: Minum air putih terlalu banyak tepat sebelum makan dapat membuat perut terasa penuh sehingga mengurangi porsi makanan yang masuk.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika berat badan Anda terus turun secara mendadak tanpa alasan yang jelas, atau jika usaha menambah berat badan selalu gagal meski sudah menerapkan pola makan tinggi kalori, segera lakukan konsultasi medis. Anda dapat berkonsultasi langsung dengan Dokter Gizi Klinik atau Dokter Penyakit Dalam di Halodoc untuk mendeteksi potensi gangguan medis yang mendasarinya.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Melakukan konsultasi kesehatan secara online melalui layanan konsultasi dokter Halodoc memberikan banyak kemudahan bagi Anda:

  • Dokter Berpengalaman: Terhubung dengan dokter spesialis gizi dan dokter umum berpengalaman yang terverifikasi legalitasnya.
  • Respon Cepat 24 Jam: Layanan tersedia kapan saja dan di mana saja tanpa perlu mengantre di rumah sakit.
  • Privasi Terjamin: Diskusi medis dilakukan secara aman dan terjaga kerahasiaannya.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Body Mass Index – BMI and Underweight Risks.
WebMD. Diakses pada 2026. Healthy Ways to Gain Weight.
PubMed / National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2026. Etiology of Unintentional Weight Loss and Underweight Status.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pentingnya Menjaga Berat Badan Ideal dan Asupan Gizi Seimbang.

FAQ

Apakah sering makan malam bisa bikin berat badan cepat naik?
Makan malam dapat menambah berat badan jika total asupan kalori seharian melebihi kebutuhan kalori harian (surplus kalori). Namun, sebaiknya pilih makanan bernutrisi dan hindari makan terlalu dekat dengan waktu tidur agar tidak mengganggu kualitas tidur serta pencernaan.

Apakah orang yang metabolisme cepat bisa menambah berat badan?
Bisa. Orang dengan metabolisme tinggi tetap bisa menambah berat badan dengan cara meningkatkan asupan kalori harian melebihi tingkat pembakaran tubuh serta memfokuskan latihan pada pembentukan otot (strength training).

Kenapa berat badan tidak naik padahal porsi makan sudah banyak?
Hal ini bisa disebabkan oleh kualitas makanan yang kurang padat kalori, adanya gangguan penyerapan nutrisi (malabsorpsi), atau penyakit mendasar seperti hipertiroidisme. Konsultasi ke dokter diperlukan untuk menemukan penyebab pastinya.