Advertisement

Kenapa Keripik Kaca Tidak Sehat? Ini Fakta dan Tips Aman Mengonsumsinya

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   08 Januari 2026

Keripik kaca tinggi kalori dan natrium sehingga perlu dibatasi konsumsinya guna mencegah risiko hipertensi serta obesitas.

Kenapa Keripik Kaca Tidak Sehat? Ini Fakta dan Tips Aman MengonsumsinyaKenapa Keripik Kaca Tidak Sehat? Ini Fakta dan Tips Aman Mengonsumsinya

DAFTAR ISI


Keripik kaca adalah camilan renyah dan tipis yang terbuat dari tepung tapioka. Meski ringan, konsumsi berlebihan dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Mari pahami mengapa keripik kaca sebaiknya tidak dikonsumsi sembarangan dan bagaimana cara menikmatinya dengan lebih sehat.

Apa Itu Keripik Kaca?

Keripik kaca bukanlah “kaca” sebenarnya. Ini adalah camilan yang dibuat dari tepung tapioka (pati singkong) yang diolah menjadi sangat tipis dan transparan, kemudian digoreng hingga renyah.

Teksturnya yang unik dan rasanya yang gurih seringkali membuat camilan ini digemari. Namun, penting untuk diingat bahwa keripik kaca tidak selalu menjadi pilihan yang sehat jika dikonsumsi tanpa memperhatikan porsi dan kualitasnya.

Kenapa Keripik Kaca Tidak Sehat?

Meskipun terlihat ringan, ada beberapa alasan mengapa konsumsi keripik kaca perlu dibatasi:

1. Kandungan kalori dan tinggi lemak

Proses pembuatan keripik kaca melibatkan penggorengan dalam minyak panas. Hal ini menyebabkan keripik menyerap banyak minyak, sehingga kandungan kalori dan lemaknya meningkat.

Konsumsi berlebihan makanan tinggi kalori dan lemak jenuh dapat meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, dan masalah kesehatan lainnya.

Asupan lemak jenuh yang tinggi berhubungan dengan peningkatan kadar kolesterol LDL (“jahat”) dalam darah.

2. Risiko efek samping pencernaan

Beberapa orang melaporkan mengalami masalah pencernaan setelah mengonsumsi keripik kaca, seperti kembung, sakit perut, mual, muntah, atau bahkan diare.

Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kandungan minyak yang tinggi atau penggunaan bumbu pedas dan penyedap rasa yang berlebihan.

3. Bumbu dan penyedap yang berlebihan

Keripik kaca seringkali ditaburi dengan berbagai bumbu, seperti garam, cabai, dan penyedap rasa (MSG).

Konsumsi garam dan MSG berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi) dan masalah kesehatan jantung lainnya. Sebaiknya, batasi asupan garam hingga kurang dari 5 gram per hari.

4. Kualitas produk yang tidak terstandar

Karena banyak diproduksi oleh industri rumahan, kualitas keripik kaca dapat sangat bervariasi. Standar kebersihan dan bahan yang digunakan mungkin tidak selalu terjamin.

Penggunaan bahan berkualitas rendah atau proses produksi yang tidak higienis dapat meningkatkan risiko kontaminasi dan masalah kesehatan.

Ketahui juga informasi lain mengenai, Diet dan Nutrisi Kebutuhan Tubuh – Informasi Lengkapnya berikut ini.

Tips Memilih dan Mengonsumsi Keripik Kaca yang Lebih Sehat

Jika kamu tetap ingin menikmati keripik kaca, berikut adalah beberapa tips untuk meminimalkan risiko kesehatan:

  • Pilih produk dengan merek terpercaya: Cari merek yang memiliki izin edar dari BPOM untuk memastikan kualitas dan keamanannya.
  • Perhatikan kandungan gizi: Pilih keripik kaca yang rendah garam, gula, dan lemak jenuh.
  • Batasi porsi: Jangan mengonsumsi keripik kaca terlalu banyak. Nikmati sebagai camilan sesekali, bukan sebagai makanan utama.
  • Buat sendiri: Jika memungkinkan, buat keripik kaca sendiri di rumah. Dengan begitu, kamu dapat mengontrol bahan-bahan dan proses pembuatannya. kamu bisa menggunakan oven daripada menggoreng untuk mengurangi kandungan lemak.

Apabila kamu sedang memulai pola makan sehat, optimalkan perjalanan sehatmu dengan program klinis yang diawasi langsung oleh dokter dan ahli gizi profesional. Yuk, coba Halofit sekarang dan mulai langkah sehatmu hari ini!

Cari tahu info lebih lanjut mengenai Halofit dengan baca artikel berikut:

Alternatif Camilan Sehat

Jika kamu mencari camilan yang lebih sehat, pertimbangkan pilihan berikut:

  • Buah-buahan segar: Kaya akan vitamin, mineral, dan serat.
  • Sayuran: Wortel, seledri, atau timun bisa menjadi camilan yang menyegarkan dan rendah kalori.
  • Kacang-kacangan: Sumber protein dan lemak sehat yang baik.
  • Yogurt tanpa gula: Mengandung probiotik yang baik untuk kesehatan pencernaan.

Intip juga inspirasi Camilan – Rekomendasi, Tips, dan Informasi Lengkap berikut ini.

Kesimpulan

Keripik kaca bukanlah makanan berbahaya seperti yang mungkin dibayangkan, tetapi juga bukan camilan yang ideal untuk kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Kandungan kalori, lemak, garam, dan penyedap rasa yang tinggi, serta potensi masalah kualitas produk, menjadi alasan untuk membatasi konsumsinya.

Nikmati keripik kaca sesekali saja, perhatikan kualitas produk, dan imbangi dengan konsumsi makanan sehat lainnya.

Jika kamu punya pertanyaan lain terkait pilihan camilan yang sehat, hubungi dokter spesialis gizi di Halodoc saja!

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2026. Tapioca – Uses, Side Effects, and More.
Healthline. Diakses pada 2026. What Is Tapioca and What Is It Good For?