Ad Placeholder Image

Kenapa Kucing Sakit Mata? Kenali Penyebabnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 18 Juni 2026

Kenapa Kucing Sakit Mata? Intip Biang Keroknya!

Kenapa Kucing Sakit Mata? Kenali PenyebabnyaKenapa Kucing Sakit Mata? Kenali Penyebabnya

DAFTAR ISI


Kucing adalah hewan peliharaan yang sangat pandai menyembunyikan rasa sakit, termasuk ketika mereka mengalami masalah kesehatan pada indera penglihatannya. Sebagai pemilik anabul, kamu mungkin sering kali baru menyadari ada yang tidak beres ketika kondisi mata kucing sudah cukup parah, seperti terus-menerus berair, kemerahan, atau tertutup oleh kotoran mata (belek).

Kesehatan mata sangat krusial bagi kucing. Di alam liar maupun di dalam rumah, kucing sangat mengandalkan ketajaman visual mereka untuk berburu, bermain, dan menavigasi lingkungan. Ketika mata kucing sakit, kualitas hidup mereka akan menurun drastis. Berbagai faktor bisa memicu masalah ini, mulai dari debu ringan, infeksi bakteri, hingga virus menular yang membutuhkan penanganan medis intensif.

Dalam beberapa kasus, pemilik kucing sering kali panik dan mencoba memberikan obat sembarangan. Sebagai langkah yang tepat, kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc spesialis hewan (veterinarian) untuk mendapatkan diagnosis awal yang akurat. Selain itu, untuk menunjang kesehatan anggota keluarga di rumah yang mungkin tertular masalah kebersihan dari hewan peliharaan, kamu juga bisa beli obat online di Halodoc, mulai dari vitamin hingga produk kebersihan yang 100% asli dan diantar langsung ke rumah.

Memahami penyebab mata kucing sakit adalah langkah pertama yang sangat penting sebelum melakukan tindakan pengobatan apa pun. Mari kita bahas secara mendalam berbagai penyebab, gejala, dan pantangan medis yang wajib kamu ketahui sebagai *pawrent* yang cerdas!

Gejala Umum Masalah Mata pada Kucing

Sebelum mengetahui penyebabnya, kamu perlu mengenali tanda-tanda klinis bahwa mata kucing sedang bermasalah. Mengingat kucing tidak bisa berbicara, bahasa tubuh dan perubahan fisik adalah satu-satunya cara mereka berkomunikasi denganmu. Beberapa gejala yang paling sering muncul meliputi:

  • Mata berair berlebihan (Epifora): Air mata yang keluar terus-menerus hingga membasahi bulu di sekitar wajah.
  • Kotoran mata abnormal: Lendir bisa berwarna bening, kuning, atau hijau kemerahan yang mengeras di sudut mata.
  • Sering mengedip atau memicingkan mata (Blefarospasme): Ini adalah tanda nyata bahwa kucing merasakan nyeri atau silau terhadap cahaya.
  • Mata kemerahan: Bagian putih mata (sklera) atau jaringan di sekitarnya tampak meradang dan merah.
  • Selaput mata ketiga (Nictitating membrane) terlihat: Kucing memiliki kelopak mata ketiga di sudut mata bagian dalam. Jika selaput ini menonjol menutupi sebagian bola mata, itu adalah tanda pasti adanya iritasi atau penyakit sistemik.
  • Sering menggaruk area mata: Kucing akan sering menggosokkan wajahnya ke perabotan atau menggunakan kaki depannya karena rasa gatal dan nyeri.

Penyebab Mata Kucing Sakit

1. Konjungtivitis (Mata Merah)

Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva, yaitu membran mukosa merah muda pucat yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan menutupi bagian putih mata. Penyakit ini adalah penyebab mata kucing sakit yang paling umum. Kucing yang mengalami kondisi ini biasanya memiliki mata yang bengkak, merah, dan mengeluarkan banyak kotoran. Penyebab konjungtivitis pada kucing paling sering dikarenakan infeksi patogen (virus atau bakteri), bukan sekadar iritasi debu.

2. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (Feline Calicivirus & Herpesvirus)

Tahukah kamu bahwa flu kucing sering kali menyerang mata? Feline Herpesvirus type-1 (FHV-1) dan Feline Calicivirus (FCV) adalah dua virus utama penyebab infeksi pernapasan atas pada kucing yang berdampak langsung pada mata. Terutama pada kasus herpesvirus, virus ini bisa berdiam di sistem saraf kucing seumur hidup (fase laten) dan akan kembali kambuh menyerang mata ketika kucing mengalami stres atau penurunan sistem imun.

3. Infeksi Bakteri Chlamydia dan Mycoplasma

Chlamydia felis dan Mycoplasma adalah bakteri yang sangat menular antar kucing dan sering menyebabkan konjungtivitis parah. Infeksi Chlamydia biasanya dimulai dari satu mata terlebih dahulu sebelum akhirnya menyebar ke mata yang sebelahnya. Gejala khasnya adalah pembengkakan kelopak mata yang cukup parah hingga kucing tidak bisa membuka matanya, disertai kotoran mata bernanah (purulen).

4. Ulkus Kornea (Luka pada Permukaan Mata)

Ulkus kornea adalah luka terbuka atau goresan pada lapisan kornea (bagian bening di depan mata). Penyebab paling umum adalah trauma akibat perkelahian dengan kucing lain (terkena cakar), ranting pohon, atau komplikasi parah dari infeksi herpesvirus. Ulkus kornea sangat menyakitkan. Kucing biasanya akan memicingkan mata, sensitif terhadap cahaya, dan kornea mungkin terlihat keruh atau kebiruan. Ini adalah kondisi darurat yang bisa menyebabkan kebutaan jika tidak segera ditangani.

5. Uveitis (Radang pada Lapisan Dalam Mata)

Uveitis adalah peradangan yang terjadi pada uvea, yakni bagian dalam mata yang terdiri dari iris, badan siliaris, dan koroid. Berbeda dengan konjungtivitis yang terjadi di luar, uveitis terjadi di dalam struktur bola mata. Penyebabnya sering kali berkaitan dengan penyakit sistemik yang mematikan pada kucing, seperti Feline Infectious Peritonitis (FIP), Feline Leukemia Virus (FeLV), Feline Immunodeficiency Virus (FIV), atau toksoplasmosis. Gejalanya meliputi mata keruh, pupil yang tidak merespons cahaya dengan baik, dan perubahan warna iris.

6. Glaukoma

Glaukoma pada kucing terjadi akibat peningkatan tekanan di dalam bola mata karena cairan *aqueous humor* tidak bisa mengalir keluar dengan normal. Tekanan yang tinggi ini akan merusak saraf optik dan retina. Gejala glaukoma meliputi bola mata yang terlihat membesar atau menonjol (buftalmos), mata keruh, dan kucing tampak kesakitan atau lesu. Kondisi ini bisa berujung pada kebutaan permanen dalam hitungan hari jika tidak diobati.

Tanda Bahaya: Kapan Harus Segera ke Dokter Hewan?
  1. Kucing sama sekali tidak bisa membuka matanya (mata tertutup rapat).
  2. Terdapat luka tusuk atau robekan yang terlihat jelas pada bola mata.
  3. Warna kornea berubah menjadi sangat keruh, putih susu, atau kebiruan.
  4. Kucing berhenti makan, lesu, dan menyembunyikan diri terus-menerus.

Mengapa Obat Mata Manusia Berbahaya untuk Kucing?

Sebagai apoteker, saya sering mendapati pertanyaan: “Bolehkah saya meneteskan obat tetes mata manusia yang dijual bebas ke mata kucing saya?” Jawabannya adalah SANGAT TIDAK BOLEH.

Banyak obat tetes mata manusia di pasaran yang mengandung kortikosteroid (seperti dexamethasone). Jika kamu meneteskan obat mata yang mengandung steroid pada kucing yang ternyata mengalami ulkus kornea (goresan mata akibat cakaran atau herpesvirus), steroid akan menghambat proses penyembuhan luka dan memicu aktivitas enzim yang menghancurkan kornea. Akibatnya, kornea bisa meleleh (melting ulcer) dan bola mata kucing bisa pecah, berujung pada kebutaan dan pengangkatan bola mata.

Selain itu, obat tetes mata manusia yang berfungsi untuk “meredakan mata merah” biasanya mengandung bahan aktif dekongestan (seperti tetrahydrozoline). Bahan ini bekerja dengan menyempitkan pembuluh darah, namun tidak mengatasi akar infeksi bakteri atau virus pada kucing. Penggunaannya pada kucing justru dapat memperparah iritasi toksik pada mata mereka.

Cara Aman Merawat Mata Kucing di Rumah

Sambil menunggu jadwal konsultasi ke dokter hewan, ada beberapa langkah pertolongan pertama yang aman dan bisa kamu lakukan di rumah:

1. Bersihkan Mata Secara Lembut

Gunakan kapas atau cotton pad bersih yang telah dibasahi dengan air hangat atau cairan infus (NaCl 0.9%). Usap kotoran mata secara perlahan dari sudut dalam mata ke arah luar. Gunakan kapas yang berbeda untuk setiap mata agar infeksi tidak menular dari satu mata ke mata lainnya.

2. Cegah Kucing Menggaruk Mata

Jika kucing terus-menerus menggaruk matanya, pakaikan Elizabethan collar (corong leher/cone) untuk mencegah luka lebih lanjut pada kornea akibat cakaran kuku mereka sendiri.

3. Pisahkan dari Kucing Lain

Banyak penyakit mata kucing, seperti herpesvirus dan chlamydia, sangat menular. Segera isolasi kucing yang sakit di ruangan terpisah hingga dipastikan oleh dokter hewan bahwa kondisinya tidak lagi menular.

Studi Mengenai Penyakit Mata Kucing

Veterinary Ophthalmology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa Feline Herpesvirus-1 (FHV-1) merupakan penyebab paling dominan dari infeksi konjungtivitis dan ulkus kornea pada populasi kucing peliharaan. Studi tersebut menyoroti pentingnya manajemen stres pada lingkungan kucing, karena virus ini dapat bersembunyi dalam saraf trigeminal dan kembali aktif saat imun kucing turun.

Lebih lanjut, riset dari Cornell University Feline Health Center menekankan bahwa pemberian vaksinasi FVRCP (Feline Viral Rhinotracheitis, Calicivirus, Panleukopenia) pada anak kucing sangat efektif dalam menurunkan tingkat keparahan penyakit mata yang diakibatkan oleh virus pernapasan. Meskipun tidak 100% mencegah infeksi, vaksinasi mencegah kerusakan mata permanen yang mengancam fungsi penglihatan.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Konsultasi dengan Dokter Hewan via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Hewan terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Referensi:
Cornell University College of Veterinary Medicine. Diakses pada 2024. Feline Herpesvirus (FHV).
ASPCA (American Society for the Prevention of Cruelty to Animals). Diakses pada 2024. Cat Eye Care.
Journal of Feline Medicine and Surgery. Diakses pada 2024. Chlamydia felis infection.
Veterinary Medical Teaching Hospital UC Davis. Diakses pada 2024. Corneal Ulcers in Cats.

FAQ

1. Apakah mata kucing berair selalu menandakan penyakit serius?

Tidak selalu. Terkadang mata kucing berair hanya karena iritasi ringan seperti terkena debu, asap rokok, atau alergi lingkungan. Namun, jika air mata disertai kotoran berwarna, kemerahan, atau kucing terus memicingkan mata, itu adalah tanda infeksi atau luka yang membutuhkan perhatian medis.

2. Apakah infeksi mata kucing bisa menular ke manusia?

Secara umum, penyakit mata kucing seperti feline herpesvirus dan calicivirus tidak dapat menular ke manusia. Namun, bakteri penyebab konjungtivitis pada kucing (seperti *Chlamydia felis*) dalam kasus yang sangat jarang bisa menyebabkan infeksi mata ringan pada manusia. Selalu cuci tangan menggunakan sabun setelah membersihkan mata kucing yang sakit.

3. Bagaimana cara membuang kotoran mata kucing yang sudah mengering dan keras?

Jangan pernah mencabut atau menarik kotoran mata yang keras secara paksa karena bisa melukai kulit di sekitar kelopak mata. Kompres area mata dengan kapas yang dibasahi air hangat selama 1-2 menit hingga kotoran melunak, lalu usap perlahan hingga bersih.

4. Bisakah kucing yang buta tetap hidup dengan baik?

Bisa. Kucing sangat adaptif dan memiliki indera penciuman serta pendengaran (termasuk fungsi kumis mereka) yang sangat luar biasa. Jika seekor kucing harus kehilangan penglihatannya akibat glaukoma atau infeksi parah, mereka masih bisa menjalani hidup yang bahagia asalkan lingkungan di dalam rumah tetap konsisten (tidak memindah-mindahkan perabotan).