Kenapa Roti Sourdough Lebih Sehat? Ternyata Ini Alasannya
Roti sourdough lebih sehat karena proses fermentasi alaminya menurunkan indeks glikemik dan meningkatkan penyerapan nutrisi tubuh.

DAFTAR ISI
- Kenapa Roti Sourdough Lebih Sehat?
- Perhatikan Hal Ini Saat Ingin Membeli Roti Sourdough
- Perbedaan Sourdough vs. Roti Gandum Utuh
- Kesimpulan
Di tengah meningkatnya tren pola makan sehat, roti sourdough kini menjadi primadona bagi kamu yang ingin tetap menikmati kelezatan roti tanpa khawatir akan gangguan pencernaan atau lonjakan gula darah.
Berbeda dengan roti komersial yang mengandalkan ragi instan, keunggulan roti sourdough terletak pada proses fermentasi alami yang lambat menggunakan starter bakteri asam laktat.
Proses tradisional inilah yang mengubah struktur kimiawi tepung, menjadikannya pilihan roti yang lebih “ramah” bagi sistem metabolisme tubuh kamu.
Memahami kenapa roti sourdough lebih sehat akan membantu kamu dalam mengurasi asupan karbohidrat harian secara lebih bijak.
Kenapa Roti Sourdough Lebih Sehat?
Roti sourdough sering dianggap lebih sehat dibandingkan roti biasa karena proses pembuatannya yang unik dan efek positifnya bagi tubuh.
Fermentasi alami pada sourdough menghasilkan berbagai manfaat yang tidak ditemukan pada roti biasa. Ini alasan kenapa roti sourdough lebih sehat:
1. Fermentasi alami membuatnya lebih mudah dicerna
Sourdough dibuat melalui fermentasi alami menggunakan ragi liar dan bakteri asam laktat, bukan hanya ragi instan. Proses ini memecah sebagian protein dan karbohidrat, termasuk gluten, sehingga lebih mudah dicerna.
Bagi individu dengan sensitivitas gluten non-celiac, sourdough bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Fermentasi sourdough dapat mengurangi kadar gluten secara signifikan.
2. Indeks glikemik lebih rendah
Fermentasi mengubah struktur karbohidrat dalam sourdough, memperlambat penyerapannya oleh tubuh. Hasilnya, sourdough memiliki indeks glikemik (GI) yang lebih rendah dibandingkan roti biasa.
Ini berarti konsumsi sourdough tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis, sehingga lebih cocok bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin menjaga kadar gula darah stabil.
Yuk, ketahui info lain tentang Makanan Sehat- Jenis, Manfaat & Khasiatnya di sini.
3. Mendukung kesehatan pencernaan
Meskipun proses pemanggangan menghilangkan probiotik hidup, sourdough tetap kaya akan prebiotik. Prebiotik adalah senyawa yang menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus.
Dengan menyediakan nutrisi bagi mikrobioma usus, sourdough dapat mendukung kesehatan sistem pencernaan secara keseluruhan.
4. Nutrisi lebih tersedia
Fermentasi pada sourdough menurunkan kadar asam fitat, suatu anti-nutrien yang menghambat penyerapan mineral seperti zat besi, kalsium, dan magnesium.
Penurunan asam fitat ini meningkatkan ketersediaan nutrisi, sehingga tubuh dapat menyerap mineral lebih efisien dari sourdough dibandingkan roti yang tidak difermentasi.
5. Bisa membantu kontrol gula darah dan kenyang lebih lama
Karena karbohidratnya dipecah dan diserap lebih lambat, sourdough dapat membantu mengatur kadar gula darah dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
Efek ini sangat bermanfaat bagi mereka yang sedang berusaha mengontrol berat badan atau menjaga kadar gula darah yang sehat.
Apabila kamu sedang memulai pola makan sehat, optimalkan perjalanan sehatmu dengan program klinis yang diawasi langsung oleh dokter dan ahli gizi profesional. Yuk, coba Halofit sekarang dan mulai langkah sehatmu hari ini!
Cari tahu info lebih lanjut mengenai Halofit dengan baca artikel berikut:
- Halofit, Layanan Klinik Obesitas Digital dengan Program Klinis dan Menyeluruh
- Paket Halofit Advanced, Program Menurunkan Berat Badan dengan Obat Diet Ampuh
- Paket Halofit Transform, Program Menurunkan Berat Badan dengan Injeksi GLP-1
Perhatikan Hal Ini Saat Ingin Membeli Roti Sourdough
Sebelum membeli roti sourdough di toko roti, perhatikan dulu beberapa hal ini:
- Tidak semua sourdough sama: Roti yang berlabel “sourdough” di toko seringkali menggunakan ragi komersial dan tidak melalui fermentasi panjang, sehingga manfaatnya mungkin berkurang.
- Bukan untuk penderita celiac: Sourdough tetap mengandung gluten dan tidak aman bagi penderita penyakit celiac atau intoleransi gluten parah.
Perbedaan Sourdough vs. Roti Gandum Utuh
Meskipun keduanya sering dianggap pilihan yang lebih sehat, sourdough dan roti gandum utuh memiliki perbedaan. Roti gandum utuh kaya akan serat karena menggunakan seluruh bagian biji gandum.
Sourdough, di sisi lain, unggul dalam kemudahan pencernaan dan ketersediaan nutrisi karena proses fermentasinya. Pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan dan preferensi individu.
Jika kamu mencari sumber serat tinggi, roti gandum utuh mungkin lebih cocok. Jika kamu memiliki masalah pencernaan atau sensitivitas terhadap gluten, sourdough bisa menjadi pilihan yang lebih baik.
Ketahui juga informasi lain mengenai, Diet dan Nutrisi Kebutuhan Tubuh – Informasi Lengkapnya berikut ini.
Kesimpulan
Roti sourdough menawarkan sejumlah manfaat kesehatan dibandingkan roti biasa, terutama karena proses fermentasi alaminya. Fermentasi ini meningkatkan pencernaan, menurunkan indeks glikemik, mendukung kesehatan usus, dan meningkatkan penyerapan nutrisi.
Konsumsi makanan fermentasi seperti sourdough dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan mikrobioma usus. Penting untuk konsumsi makanan bergizi seimbang, di mana sourdough dapat menjadi salah satu pilihan roti yang lebih sehat.
Sebagai rekomendasi, pilihlah sourdough yang dibuat secara tradisional dengan fermentasi panjang untuk mendapatkan manfaat maksimal. Perhatikan juga kandungan bahan lainnya dan pastikan tidak ada tambahan gula atau bahan pengawet yang berlebihan.
Jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan dengan dokter spesialis gizi di Halodoc untuk mendapatkan saran yang lebih personal.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:



