Ad Placeholder Image

Keputihan saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

7 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 23 Juni 2026

Keputihan saat hamil dapat disebabkan oleh infeksi jamur.

Keputihan saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara MengatasinyaKeputihan saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Memasuki trimester ketiga kehamilan, tubuh ibu mengalami berbagai perubahan signifikan sebagai persiapan menjelang proses persalinan. Salah satu keluhan yang paling sering muncul dan sering kali menimbulkan kekhawatiran adalah peningkatan volume cairan vagina atau keputihan. Memahami karakteristik cairan ini sangat penting untuk membedakan mana yang merupakan respons alami tubuh dan mana yang mengindikasikan adanya infeksi atau komplikasi kehamilan.

Keputihan pada ibu hamil, atau yang secara medis disebut sebagai leukorrhea, sebenarnya memiliki fungsi protektif. Cairan ini membantu mencegah infeksi naik dari vagina ke rahim, sehingga melindungi janin yang sedang berkembang. Namun, pada usia kehamilan tua, perubahan hormon estrogen yang meningkat drastis serta peningkatan aliran darah ke area panggul membuat intensitas keputihan menjadi jauh lebih banyak dibandingkan trimester sebelumnya.

Bagi ibu hamil, sangat penting untuk memperhatikan warna, tekstur, dan bau dari cairan yang keluar. Ketidaktahuan dalam membedakan jenis cairan ini bisa menyebabkan keterlambatan penanganan medis, terutama jika yang keluar sebenarnya adalah air ketuban atau tanda awal persalinan prematur. Oleh karena itu, edukasi mengenai visualisasi atau gambaran keputihan menjadi krusial untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi.

Jika kamu merasa ragu atau menemukan perubahan yang mencurigakan pada cairan vagina, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang akurat. Deteksi dini terhadap infeksi atau pecah ketuban dini dapat meminimalisir risiko komplikasi saat persalinan nanti.

Nah, mau tahu apa saja penjelasan lengkap mengenai gambar keputihan saat hamil trimester 3 dan bagaimana cara membedakannya? Berikut ulasannya!

Mengenal Keputihan di Trimester 3

Keputihan pada akhir masa kehamilan sering kali membuat ibu hamil merasa tidak nyaman karena area kewanitaan yang cenderung lebih lembap. Secara fisiologis, hal ini disebabkan oleh serviks (leher rahim) dan dinding vagina yang menjadi lebih lunak. Tubuh memproduksi lebih banyak lendir untuk menutupi jalan lahir dan melindungi rahim dari bakteri luar. Semakin mendekati HPL (Hari Perkiraan Lahir), kepala bayi yang mulai turun ke panggul juga dapat menekan serviks, yang memicu keluarnya lebih banyak lendir.

Ciri-Ciri Keputihan Normal (Fisiologis)

Sebelum mengkhawatirkan adanya infeksi, kamu perlu tahu seperti apa gambaran keputihan yang sehat selama trimester ketiga:

  • Warna: Jernih atau putih susu (seperti warna putih telur atau susu cair).
  • Tekstur: Cair hingga agak kental, namun tetap licin dan tidak bergumpal.
  • Bau: Tidak berbau tajam atau hanya berbau khas yang ringan (tidak amis atau busuk).
  • Gejala Tambahan: Tidak disertai rasa gatal, panas, atau nyeri pada area vulva dan vagina.

Gambar dan Jenis Keputihan Tidak Normal

Ibu hamil perlu waspada jika melihat perubahan warna dan merasakan gejala tidak nyaman. Berikut adalah beberapa jenis keputihan patologis yang sering terjadi:

1. Keputihan Berwarna Putih Seperti Keju (Infeksi Jamur)

Kandidiasis atau infeksi jamur sangat umum terjadi pada trimester 3 karena perubahan pH vagina. Gambaran visualnya adalah cairan putih kental yang bergumpal mirip dengan keju cottage atau sisa susu. Biasanya disertai rasa gatal yang hebat dan kemerahan pada bibir vagina.

2. Keputihan Abu-abu dan Berbau Amis (Vaginosis Bakterialis)

Kondisi ini terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri baik di vagina. Cairannya biasanya lebih encer, berwarna abu-abu keputihan, dan mengeluarkan bau amis yang sangat menyengat, terutama setelah berhubungan seksual. Kondisi ini perlu segera diobati karena berisiko menyebabkan ketuban pecah dini.

3. Keputihan Hijau atau Kuning Berbuih (Trikomoniasis)

Jika keputihan berwarna kuning kehijauan, tampak berbuih, dan berbau busuk, ini bisa menjadi tanda infeksi menular seksual (IMS) seperti trikomoniasis. Gejalanya sering disertai nyeri saat buang air kecil atau saat berhubungan intim.

Tips Mengurangi Ketidaknyamanan Akibat Keputihan
  1. Gunakan celana dalam berbahan katun yang menyerap keringat.
  2. Hindari penggunaan sabun pembersih kewanitaan yang mengandung parfum atau antiseptik keras.
  3. Ganti celana dalam sesering mungkin jika area vagina terasa sangat lembap.

Sumbat Lendir (Mucus Plug) dan Tanda Persalinan

Memasuki minggu ke-37 hingga ke-40, kamu mungkin akan mendapati keluarnya lendir yang sangat kental. Ini sering disebut sebagai mucus plug atau sumbat lendir. Gambaran visualnya bisa berupa gumpalan lendir jernih yang terkadang disertai bercak darah merah muda atau cokelat (sering disebut sebagai bloody show).

Keluarnya sumbat lendir adalah tanda bahwa serviks mulai menipis dan membuka (dilatasi) sebagai persiapan persalinan. Hal ini bisa terjadi beberapa hari atau bahkan satu minggu sebelum kontraksi aktif dimulai. Jika volume darah yang keluar cukup banyak seperti saat menstruasi, segera hubungi dokter.

Membedakan Keputihan dan Air Ketuban

Sering kali ibu hamil trimester 3 sulit membedakan antara keputihan yang encer dengan air ketuban yang merembes. Berikut perbedaannya:

  • Konsistensi: Keputihan cenderung berlendir dan licin, sedangkan air ketuban benar-benar cair seperti air biasa.
  • Warna: Air ketuban biasanya jernih, terkadang ada bintik putih (verniks), atau kuning kehijauan jika sudah bercampur mekonium.
  • Bau: Air ketuban memiliki bau yang agak manis atau tidak berbau amis seperti keputihan tidak normal.
  • Kontrol: Air ketuban yang merembes tidak bisa ditahan dengan otot panggul (seperti menahan kencing) dan akan terus keluar saat kamu bergerak atau batuk.

Cara Menjaga Kebersihan Vagina Saat Hamil

Menjaga kebersihan area intim sangat penting untuk mencegah infeksi yang dapat membahayakan kehamilan. Pastikan kamu selalu membasuh area kewanitaan dari arah depan ke belakang (dari vagina ke arah anus) untuk mencegah perpindahan bakteri tinja ke vagina. Hindari penggunaan panty liner terlalu sering karena dapat memerangkap kelembapan dan memicu pertumbuhan jamur.

Jika kamu memerlukan produk pendukung kesehatan atau vitamin kehamilan, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan sangat praktis.

Studi Mengenai Kesehatan Vagina Selama Kehamilan

Journal of Perinatal Education menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa perubahan mikrobiota vagina selama kehamilan trimester ketiga memiliki peran krusial dalam menentukan risiko persalinan prematur. Studi ini menekankan bahwa keberadaan bakteri seperti Lactobacillus yang dominan adalah tanda lingkungan vagina yang sehat.

Ketidakseimbangan flora vagina (dysbiosis) yang ditandai dengan keputihan abnormal sering kali berkorelasi dengan peningkatan sitokin pro-inflamasi yang dapat memicu kontraksi rahim lebih awal. Oleh karena itu, pemantauan kualitas keputihan bukan sekadar masalah estetika atau kenyamanan, melainkan bagian dari skrining kesehatan janin.

Kesimpulannya, keputihan di trimester 3 adalah hal yang wajar selama karakteristiknya tetap normal. Namun, jangan mengabaikan perubahan warna, bau, atau tekstur yang disertai gejala gatal dan nyeri. Selalu konsultasikan setiap keluhan yang kamu rasakan kepada tenaga medis profesional.

Selain memperhatikan kebersihan, pastikan nutrisi selama trimester ketiga tetap terpenuhi untuk memperkuat daya tahan tubuh. Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc agar mendapatkan penanganan yang tepat sasaran.

Referensi:
American Pregnancy Association. Diakses pada 2026. Vaginal Discharge During Pregnancy.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Pregnancy week by week: Healthy pregnancy.
Healthline. Diakses pada 2026. Vaginal Discharge in Pregnancy: What’s Normal?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Mucus Plug: What It Is and What It Means.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Menjaga Kebersihan Organ Reproduksi Saat Hamil.

FAQ

1. Apakah keputihan berair di trimester 3 itu normal?

Ya, keputihan yang lebih cair sering terjadi karena tekanan kepala bayi ke serviks dan perubahan hormon. Namun, pastikan itu bukan air ketuban yang merembes dengan memeriksa bau dan konsistensinya.

2. Bagaimana cara membedakan lendir persalinan dengan keputihan biasa?

Lendir persalinan (mucus plug) biasanya jauh lebih kental, menyerupai jeli, dan seringkali memiliki semburat warna merah muda atau cokelat tua, berbeda dengan keputihan biasa yang lebih encer dan jernih.

3. Apakah infeksi jamur saat hamil berbahaya bagi janin?

Secara umum tidak berbahaya bagi janin di dalam rahim, namun jika bayi lahir melalui vagina saat ibu masih terinfeksi jamur, bayi berisiko terkena sariawan jamur (thrush) di mulutnya.

4. Bolehkah menggunakan sabun sirih untuk mengatasi keputihan saat hamil?

Sebaiknya hindari penggunaan sabun antiseptik atau pembersih kewanitaan tanpa saran dokter, karena dapat mengganggu keseimbangan pH vagina dan justru memicu infeksi yang lebih parah.

Khawatir dengan Keputihan Jelang Persalinan? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti perubahan keputihan yang tidak biasa, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.