
Keputihan saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Keputihan saat hamil dapat disebabkan oleh infeksi jamur.

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Produk Kebersihan Kewanitaan
- Mengenal Arti Warna Keputihan saat Hamil
- Kapan Harus Waspada dan Ke Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Keputihan saat hamil adalah kondisi yang sangat umum terjadi dan sering kali membuat ibu hamil merasa khawatir. Secara medis, keputihan atau leukorea merupakan cara tubuh menjaga kesehatan vagina dengan membuang sel-sel mati dan bakteri. Selama masa kehamilan, peningkatan kadar hormon estrogen dan aliran darah ke area panggul menyebabkan produksi cairan vagina meningkat secara signifikan. Hal ini normal terjadi, namun warna keputihan yang muncul bisa menjadi indikator penting mengenai kesehatan janin dan ibu.
Penting bagi ibu hamil untuk memahami perbedaan antara keputihan yang bersifat fisiologis (normal) dan patologis (tidak normal). Warna, tekstur, dan bau keputihan bisa berubah akibat infeksi jamur, bakteri, atau masalah kesehatan lainnya yang jika dibiarkan dapat berisiko pada kehamilan. Mengabaikan perubahan warna keputihan yang mencurigakan bisa berdampak pada kenyamanan harian hingga risiko persalinan prematur.
Menjaga kebersihan area intim dan memperhatikan asupan nutrisi menjadi kunci utama dalam mengelola kondisi ini. Jika kamu mendapati perubahan warna yang tidak biasa, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan aman bagi kehamilanmu.
Nah, mau tahu apa saja pilihan produk untuk membantu menjaga kesehatan area kewanitaan dan mendukung kehamilan yang sehat? Berikut ulasannya!
Rekomendasi Produk Kebersihan Kewanitaan yang Ampuh
Berikut adalah beberapa pilihan produk kesehatan yang aman digunakan untuk membantu menjaga kebersihan dan kesehatan ibu hamil sehari-hari:
1. Lactacyd All Day Care 250 ml
Lactacyd All Day Care adalah pembersih kewanitaan yang mengandung bahan alami Lactic Acid dan Lactoserum dari ekstrak susu. Produk ini bekerja dengan cara menjaga keseimbangan pH alami vagina agar tetap berada pada angka 3.5 hingga 4.5. Pada ibu hamil, keseimbangan pH sangat penting untuk mencegah pertumbuhan jamur yang berlebihan akibat kelembapan yang meningkat.
Manfaat utamanya adalah membersihkan area intim dengan lembut, mengurangi bau tidak sedap, serta mencegah iritasi ringan yang sering muncul akibat keputihan normal yang berlebih. Produk ini sudah teruji secara dermatologis sehingga aman digunakan setiap hari.
Dosis dan aturan pakai:
- Tuangkan secukupnya ke telapak tangan yang telah dibasahi.
- Bersihkan area kewanitaan dari arah depan ke belakang.
- Bilas hingga bersih dengan air mengalir.
- Gunakan 2 kali sehari saat mandi.
Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Jangan digunakan jika terjadi iritasi berat.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Lactacyd All Day Care 250 ml di Toko Kesehatan Halodoc
2. Betadine Feminine Hygiene 60 ml
Betadine Feminine Hygiene mengandung Povidone-Iodine 10% yang berfungsi sebagai antiseptik untuk mengatasi infeksi bakteri, jamur, maupun protozoa pada area kewanitaan. Cairan ini bekerja efektif membasmi kuman penyebab keputihan patologis yang biasanya disertai gatal dan bau menyengat.
Manfaat produk ini adalah untuk pengobatan darurat pada gejala infeksi kewanitaan (vaginitis). Namun, bagi ibu hamil, penggunaan antiseptik kuat seperti povidone-iodine sebaiknya dibatasi dan digunakan hanya saat diperlukan atau sesuai saran tenaga medis untuk menghindari gangguan penyerapan yodium pada janin.
Dosis dan aturan pakai:
- Larutkan satu tutup botol (sekitar 10ml) ke dalam 1 liter air hangat.
- Basuhkan pada area kewanitaan.
- Gunakan hanya selama gejala gatal atau bau masih ada, maksimal 1 minggu.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Betadine Feminine Hygiene 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Mencegah Keputihan Abnormal saat Hamil
- Gunakan celana dalam berbahan katun 100% yang menyerap keringat.
- Hindari penggunaan sabun berpewangi atau produk douching vagina yang bisa merusak pH.
- Selalu keringkan area kewanitaan setelah buang air sebelum memakai celana dalam.
3. Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold 60 Kapsul
Kesehatan area intim juga dipengaruhi oleh imunitas tubuh secara keseluruhan. Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold mengandung kombinasi 15 nutrisi esensial termasuk zat besi, asam folat, kalsium, dan minyak ikan (DHA). Suplemen ini membantu menjaga daya tahan tubuh ibu hamil agar tidak mudah terserang infeksi jamur yang menjadi penyebab utama keputihan.
Manfaatnya mencakup pemenuhan nutrisi harian ibu dan janin, mendukung perkembangan otak bayi, serta membantu menjaga energi ibu selama masa kehamilan. Tubuh yang sehat dan bugar lebih mampu melawan patogen penyebab keputihan abnormal.
Dosis dan aturan pakai:
- Dosis dewasa: 2 kapsul setiap hari setelah makan atau sesuai petunjuk dokter.
Produk ini adalah suplemen kesehatan. Perhatikan aturan pakai pada kemasan dan simpan di tempat sejuk di bawah 30 derajat Celcius.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold di Toko Kesehatan Halodoc
Mengenal Arti Warna Keputihan saat Hamil
Warna keputihan saat hamil bisa memberikan petunjuk mengenai apa yang terjadi di dalam tubuh kamu. Berikut adalah penjelasannya:
1. Putih Jernih atau Putih Susu
Warna ini merupakan tanda keputihan yang normal (leukorea). Teksturnya biasanya encer dan tidak berbau menyengat. Selama tidak disertai gatal atau nyeri, kamu tidak perlu khawatir karena ini adalah mekanisme perlindungan vagina.
2. Putih Kental seperti Keju
Jika keputihan berwarna putih namun teksturnya sangat kental, bergumpal seperti keju, dan disertai rasa gatal yang hebat atau kemerahan, kemungkinan besar kamu mengalami infeksi jamur (Candidiasis). Kondisi ini sangat sering terjadi pada trimester kedua karena perubahan hormon yang meningkatkan kadar gula di vagina, yang merupakan makanan bagi jamur.
3. Kuning atau Hijau
Warna kuning kehijauan sering kali menandakan adanya infeksi menular seksual (IMS) seperti trikomoniasis. Keputihan ini biasanya berbau sangat busuk dan dapat disertai nyeri saat buang air kecil. Ini memerlukan penanganan medis segera karena dapat berisiko pada janin.
4. Abu-abu
Keputihan berwarna abu-abu yang disertai bau amis yang tajam (terutama setelah berhubungan intim) biasanya merupakan tanda Bacterial Vaginosis (BV). BV terjadi karena ketidakseimbangan bakteri baik dan bakteri jahat di vagina. Jika tidak diobati, BV pada ibu hamil berisiko menyebabkan ketuban pecah dini.
5. Merah atau Cokelat
Keputihan berwarna cokelat atau merah merupakan darah. Jika muncul di awal kehamilan, ini bisa jadi darah implantasi yang normal. Namun, jika muncul di trimester selanjutnya dalam jumlah banyak, ini bisa menjadi tanda masalah plasenta atau persalinan prematur. Segera hubungi dokter jika ini terjadi.
Kapan Harus Waspada dan Ke Dokter?
Meskipun keputihan adalah hal yang lumrah, ada beberapa tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan oleh ibu hamil. Kamu disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan jika keputihan disertai dengan rasa gatal yang terus-menerus di area vulva, nyeri saat melakukan hubungan seksual, atau sensasi terbakar saat buang air kecil.
Selain itu, volume keputihan yang sangat banyak hingga membasahi celana dalam berkali-kali dalam waktu singkat, serta perubahan aroma menjadi sangat amis atau busuk, memerlukan perhatian medis. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik atau mengambil sampel cairan vagina untuk menentukan apakah diperlukan pengobatan antijamur atau antibiotik yang aman bagi kehamilan.
Studi Mengenai Kesehatan Vagina saat Kehamilan
Journal of Clinical Medicine Research menerbitkan studi di tahun 2014 yang menjelaskan bahwa perubahan mikrobiota vagina selama kehamilan sangat dipengaruhi oleh kadar estrogen yang tinggi. Studi ini menemukan bahwa menjaga populasi bakteri Lactobacillus sangat krusial untuk mencegah kelahiran prematur dan infeksi asimtomatik pada ibu hamil.
Penelitian lain menunjukkan bahwa penggunaan pembersih kewanitaan dengan pH seimbang (seperti Lactic Acid) secara eksternal dapat membantu mengurangi gejala ketidaknyamanan tanpa mengganggu ekosistem internal vagina jika digunakan secara tepat dan tidak berlebihan.
Jika kamu mengalami keluhan keputihan yang mencurigakan, jangan ragu untuk berkonsultasi. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk kebutuhan perawatan dasar sehari-hari.
Selain itu, untuk mendapatkan diagnosa yang lebih akurat, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc.
Punya Keluhan Keputihan saat Hamil tapi Bingung Harus Apa? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan tentang perubahan warna keputihan atau merasa tidak nyaman di area intim saat hamil, tapi bingung harus melakukan apa? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan dengan keluhan kehamilanmu.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan dengan cepat.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Vaginal discharge during pregnancy: What’s normal?.
Healthline. Diakses pada 2026. Everything You Need to Know About Vaginal Discharge During Pregnancy.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Vaginal Discharge (Leukorrhea).
NCBI – Journal of Clinical Medicine Research. Diakses pada 2026. Vaginal Microbiome and Pregnancy Outcomes.
FAQ
1. Apakah warna keputihan kuning saat hamil berbahaya?
Warna kuning cerah tanpa bau mungkin normal karena sisa urin atau vitamin. Namun, jika kuning tua atau kehijauan disertai bau busuk dan gatal, itu bisa menandakan infeksi bakteri atau IMS yang butuh penanganan dokter.
2. Bagaimana cara membedakan keputihan dan air ketuban?
Keputihan biasanya lebih kental dan lengket, sedangkan air ketuban encer seperti air biasa, tidak berbau atau berbau manis, dan biasanya keluar terus menerus tanpa bisa ditahan.
3. Bolehkah ibu hamil memakai sabun pembersih kewanitaan?
Boleh, asalkan produk tersebut memiliki pH seimbang (pH 3.5-4.5) dan tidak mengandung parfum yang kuat. Gunakan hanya pada bagian luar vagina saja saat mandi.
4. Apakah keputihan normal bisa menyebabkan gatal?
Keputihan yang normal (leukorea) umumnya tidak menyebabkan gatal. Jika muncul rasa gatal, kemungkinan besar telah terjadi iritasi atau infeksi jamur akibat area kewanitaan yang terlalu lembap.


