Ad Placeholder Image

Keputihan Seperti Ampas Tahu? Ini Penyebab dan Penanganannya

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Keputihan seperti ampas tahu bisa disebabkan oleh beragam hal, salah satunya infeksi bakteri.

Keputihan Seperti Ampas Tahu? Ini Penyebab dan PenanganannyaKeputihan Seperti Ampas Tahu? Ini Penyebab dan Penanganannya

DAFTAR ISI


Keputihan merupakan kondisi alami yang dialami oleh setiap wanita sebagai cara tubuh menjaga kebersihan dan kelembapan area kewanitaan. Cairan yang diproduksi oleh kelenjar di vagina dan leher rahim ini membawa sel-sel mati serta bakteri keluar, sehingga vagina tetap bersih dan terhindar dari infeksi. Namun, tekstur, warna, dan bau keputihan dapat berubah tergantung pada siklus menstruasi, kondisi hormon, hingga adanya gangguan kesehatan tertentu.

Salah satu perubahan yang sering dikeluhkan adalah munculnya tekstur yang tidak biasa, seperti menggumpal atau menyerupai tepung basah. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman, gatal, hingga perih saat buang air kecil. Mengidentifikasi karakteristik keputihan sangat penting karena perubahan tekstur yang signifikan biasanya menjadi sinyal bahwa keseimbangan flora normal di area vagina sedang terganggu.

Jika kamu saat ini mengalami keputihan seperti tepung basah, penting untuk tidak mengabaikannya atau melakukan pengobatan mandiri tanpa diagnosis yang tepat. Memahami penyebab di balik kondisi ini adalah langkah awal untuk mendapatkan penanganan yang efektif dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Nah, mau tahu apa saja penyebab dan bagaimana cara menangani kondisi ini secara medis? Berikut ulasannya!

Mengenal Keputihan Seperti Tepung Basah

Secara medis, keputihan yang memiliki tekstur kental, menggumpal, dan berwarna putih susu mirip tepung basah atau ampas tahu sering dikaitkan dengan infeksi jamur. Dalam kondisi normal, vagina mengandung bakteri baik bernama Lactobacillus dan sejumlah kecil jamur. Bakteri baik ini bertugas menjaga tingkat keasaman (pH) vagina agar jamur tidak tumbuh secara berlebihan.

Namun, ketika keseimbangan ini terganggu, jamur dapat berkembang biak dengan sangat cepat. Hasil dari pertumbuhan jamur yang tidak terkendali ini adalah perubahan sekresi vagina. Cairan yang seharusnya bening atau putih encer berubah menjadi pekat dan menggumpal. Meskipun sering kali tidak berbau menyengat seperti infeksi bakteri (vaginosis bakterialis), kondisi ini sangat mengganggu karena sensasi gatal yang intens yang ditimbulkannya.

Penyebab Utama: Kandidiasis Vaginalis

Penyebab paling umum dari tekstur keputihan yang menyerupai tepung basah adalah Kandidiasis Vaginalis, yaitu infeksi yang disebabkan oleh jamur dari genus Candida, terutama Candida albicans. Spesies jamur ini sebenarnya adalah penghuni alami tubuh manusia, namun ia bersifat oportunistik—artinya ia akan menyerang saat ada kesempatan, seperti saat sistem imun melemah atau lingkungan vagina menjadi terlalu lembap.

Infeksi jamur ini bukan termasuk infeksi menular seksual (IMS), namun aktivitas seksual dapat memperburuk kondisi atau meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Selain itu, penggunaan antibiotik dalam jangka panjang juga sering menjadi pemicu, karena antibiotik dapat membunuh bakteri Lactobacillus yang seharusnya mengontrol populasi jamur di vagina.

Gejala yang Menyertai

Selain perubahan tekstur cairan vagina, penderita biasanya akan merasakan serangkaian gejala lain yang cukup khas. Mengenali gejala ini membantu dokter dalam membedakan apakah infeksi tersebut disebabkan oleh jamur, bakteri, atau parasit.

  • Rasa Gatal Luar Biasa: Ini adalah keluhan yang paling dominan. Gatal biasanya dirasakan di bagian dalam maupun luar vagina (vulva).
  • Kemerahan dan Pembengkakan: Area vulva mungkin terlihat merah, meradang, dan terasa sensitif saat disentuh.
  • Rasa Perih (Burning Sensation): Terutama saat buang air kecil atau saat melakukan hubungan intim.
  • Luka Lecet: Akibat garukan karena rasa gatal yang tidak tertahankan, sering kali muncul luka kecil atau iritasi pada kulit di sekitar vagina.
Tips Mengurangi Ketidaknyamanan
  1. Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat.
  2. Hindari penggunaan pantyliner berparfum atau sabun pembersih kewanitaan yang keras.
  3. Segera ganti pakaian dalam jika terasa lembap atau basah.

Faktor Risiko dan Pemicu

Beberapa wanita lebih rentan mengalami keputihan jenis ini dibandingkan yang lain. Faktor-faktor berikut dapat memicu ketidakseimbangan lingkungan vagina:

1. Perubahan Hormonal

Kehamilan, penggunaan kontrasepsi hormonal (seperti pil KB), atau fase tertentu dalam siklus menstruasi dapat meningkatkan kadar estrogen. Estrogen yang tinggi memicu produksi glikogen di dinding vagina, yang merupakan sumber makanan bagi jamur Candida.

2. Diabetes Tidak Terkontrol

Kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes juga berdampak pada kadar gula di sekresi vagina. Jamur sangat menyukai lingkungan yang kaya gula, sehingga penderita diabetes lebih sering mengalami infeksi jamur berulang.

3. Sistem Imun yang Lemah

Kondisi medis tertentu atau penggunaan obat-obatan yang menekan sistem imun (seperti kortikosteroid) membuat tubuh sulit melawan pertumbuhan jamur yang berlebihan.

Cara Mengatasi dan Mencegah

Penanganan keputihan yang menggumpal harus dilakukan berdasarkan penyebabnya. Karena mayoritas disebabkan oleh jamur, maka pengobatannya melibatkan penggunaan antijamur. Antijamur tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari krim topikal, suppositoria (obat yang dimasukkan ke vagina), hingga tablet minum.

Sangat tidak disarankan untuk mendiagnosis diri sendiri dan membeli obat keras tanpa petunjuk medis, karena penggunaan obat yang salah justru dapat menyebabkan jamur menjadi resisten atau memperparah iritasi. Kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk produk-produk perawatan kesehatan ringan atau suplemen pendukung setelah mendapatkan saran dari ahli kesehatan.

Studi Mengenai Kandidiasis Vaginalis

Journal of Fungi menerbitkan studi di tahun 2020 yang menjelaskan bahwa sekitar 75% wanita di seluruh dunia akan mengalami setidaknya satu kali episode kandidiasis vaginalis dalam hidup mereka. Studi ini juga menyoroti bahwa manajemen gaya hidup dan kontrol terhadap faktor risiko seperti diabetes sangat krusial dalam mencegah kekambuhan.

Penelitian tersebut juga menekankan pentingnya menjaga mikrobioma vagina yang sehat melalui asupan probiotik tertentu yang dapat membantu menyeimbangkan populasi Lactobacillus, sehingga secara alami menekan pertumbuhan jamur Candida.

Kesimpulannya, keputihan yang menyerupai tepung basah bukanlah kondisi yang bisa dianggap sepele jika sudah disertai gatal dan perih. Penanganan yang cepat dan tepat akan mencegah infeksi menyebar atau menjadi kronis. Pastikan kamu selalu menjaga kebersihan area pribadi dengan cara yang benar, yakni membasuh dari arah depan ke belakang untuk menghindari perpindahan bakteri dari anus ke vagina.

Jika gejala yang kamu alami tidak kunjung membaik dalam beberapa hari, jangan ragu untuk mencari bantuan medis. Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan pilihan terapi yang sesuai.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Yeast infection (vaginal).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Vaginal Yeast Infection (Candidiasis).
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Vaginal Candidiasis.
Healthline. Diakses pada 2026. Everything You Need to Know About Vaginal Yeast Infections.

FAQ

1. Apakah keputihan seperti tepung basah bisa sembuh sendiri?

Beberapa kasus ringan mungkin membaik dengan menjaga kebersihan, namun sebagian besar memerlukan bantuan obat antijamur untuk mematikan pertumbuhan jamur secara tuntas dan mencegah kekambuhan.

2. Bolehkah berhubungan intim saat sedang keputihan menggumpal?

Sebaiknya hindari hubungan intim hingga infeksi benar-benar sembuh. Gesekan saat berhubungan dapat memperparah iritasi dan rasa nyeri pada jaringan vagina yang sedang meradang.

3. Apakah sabun pembersih kewanitaan boleh digunakan untuk mengatasinya?

Justru penggunaan sabun pembersih kewanitaan yang mengandung parfum atau antiseptik keras dapat merusak pH alami vagina dan membunuh bakteri baik, sehingga jamur justru tumbuh lebih subur.

4. Bagaimana cara membedakan keputihan jamur dan keputihan normal?

Keputihan normal biasanya bening atau putih encer dan tidak disertai rasa gatal. Sedangkan keputihan karena jamur teksturnya kental menggumpal seperti tepung/ampas tahu dan disertai rasa gatal yang sangat mengganggu.

Khawatir dengan Kondisi Keputihan Kamu? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti perubahan tekstur keputihan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.