• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 2 Cara Defisit Kalori yang Benar untuk Turunkan Berat Badan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 2 Cara Defisit Kalori yang Benar untuk Turunkan Berat Badan

Ketahui 2 Cara Defisit Kalori yang Benar untuk Turunkan Berat Badan

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 16 November 2022

“Melakukan diet defisit kalori untuk menurunkan berat badan harus dengan cara yang tepat agar tidak membahayakan kesehatan. Caranya bisa dengan menyesuaikan porsi makanan dan melakukan olahraga secara rutin.”

Ketahui 2 Cara Defisit Kalori yang Benar untuk Turunkan Berat BadanKetahui 2 Cara Defisit Kalori yang Benar untuk Turunkan Berat Badan

Halodoc, Jakarta – Defisit kalori terjadi ketika jumlah kalori yang dikonsumsi seseorang dalam sehari lebih kecil dibandingkan jumlah kalori yang dibakar. Perlu diketahui, tubuh perlu membakar sejumlah kalori agar bisa berfungsi dengan baik setiap hari. Seberapa banyak kalori yang dibutuhkan seseorang setiap hari bervariasi berdasarkan jenis kelamin, usia, tingkat aktivitas fisik, tinggi badan, berat badan, dan komposisi tubuh.

Ketika defisit kalori terjadi, tubuh mendapatkan energi atau bahan bakar dari lemak yang disimpan. Dalam hal ini, lemak yang disimpan adalah energi yang tersimpan. Tubuh dapat menggunakan lemak sebagai bahan bakar untuk terus bergerak. Ketika tubuh membakar lemak sebagai energi, maka penurunan berat badan pun akan terwujud.

Cara Tepat Menurunkan Berat Badan dengan Defisit Kalori

Meskipun tampaknya sederhana, menurunkan berat badan dengan cara defisit kalori tidak semudah kelihatannya. Hal yang perlu ditekankan yaitu menetapkan tujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan tubuh. Berikut ini cara defisit kalori yang tepat untuk menurunkan berat badan:

1. Sesuaikan porsi makanan

Secara umum, defisit kalori dilakukan dengan menerapkan diet atau menyesuaikan porsi makanan. Salah satu metode yang terbukti berhasil adalah berhenti minum minuman manis dan menggantinya dengan air putih. Cara ini penting dan harus serius diterapkan, terutama di tengah tren minuman manis. Namun, hasilnya akan sepadan dengan yang kamu harapkan, yaitu penurunan berat badan sebanyak dua persen selama enam bulan.

Selain itu, fokuslah pada pilihan makanan sehat, seperti:

  • Buah dan sayuran segar.
  • Protein tanpa lemak.
  • Biji-bijian utuh.

Pastikan juga untuk memperhatikan pilihan sumber kalori. Pilihlah porsi yang lebih kecil, karena mengatur porsi makan berpengaruh pada penurunan kalori harian.

2. Aktif secara fisik

Jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh setiap hari tergantung pada tingkat aktivitasmu. Hal ini termasuk olahraga dan aktivitas fisik non-olahraga. Saat berolahraga, tubuh secara alami membutuhkan lebih banyak kalori dari biasanya. Namun, agar terjadi defisit kalori, kamu harus mengonsumsi jumlah kalori yang sama saat tidak berolahraga. 

Aktivitas fisik sangat bermanfaat bagi kesehatan, selain membantu menurunkan berat badan. Olahraga secara rutin dapat meningkatkan kesejahteraan mental dan fisik. Sementara itu, penurunan berat badan dapat terjadi secara alami sebagai efek dari olahraga.

Olahraga juga mempengaruhi rasa lapar dan nafsu makan tanpa meningkatkan jumlah yang kamu konsumsi. Artinya, melakukan olahraga fisik dapat meningkatkan pembakaran kalori, mengurangi rasa lapar, dan menciptakan defisit kalori secara alami tanpa berfokus pada pengurangan kalori.

Dampak Jika Melakukan Defisit  Kalori  dengan Cara yang Keliru

Jika kamu melakukan defisit kalori terlalu berlebihan atau dengan cara yang tidak tepat, maka tubuh akan kekurangan nutrisi sehingga berpotensi menyebabkan masalah kesehatan. Perlu dipahami, tubuh membutuhkan jumlah kalori minimal untuk berfungsi dengan baik. 

Mengurangi kalori terlalu banyak dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, termasuk:

  • Tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, yang dapat mengganggu massa tulang.
  • Otak kekurangan energi yang diperlukan.
  • Metabolisme menurun.
  • Meningkatkan risiko batu empedu.

Beberapa gejala ketika tubuh kekurangan kalori, yaitu:

  • Sering sakit.
  • Tidak bisa menurunkan berat badan.
  • Mengalami perubahan negatif dalam suasana hati atau perilaku.
  • Mengalami kesulitan tidur.
  • Sembelit.

Sebelum melakukan defisit kalori, sebaiknya berdiskusi terlebih dulu dengan dokter spesialis gizi. Terutama jika kamu memiliki kondisi kesehatan lain, seperti diabetes. Kamu bisa bertanya pada dokter spesialis gizi di Halodoc kapan pun dan di mana pun. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
WebMD. Diakses pada 2022. Caloric Deficit: What to Know
Medical News Today. Diakses pada 2022. How to safely and effectively create a calorie deficit for weight loss
Healthline. Diakses pada 2022. What Is a Calorie Deficit, and How Much of One Is Healthy?
Very Well Fit. Diakses pada 2022. What Is a Calorie Deficit?