• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 3 Cara Mengekspresikan Emosi secara Positif
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 3 Cara Mengekspresikan Emosi secara Positif

Ketahui 3 Cara Mengekspresikan Emosi secara Positif

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 18 Februari 2021
Ketahui 3 Cara Mengekspresikan Emosi secara Positif

Halodoc, Jakarta – Banyak orang kesulitan mengekspresikan emosi mereka secara positif. Ada beberapa orang yang mengungkapkan perasaan mereka dengan marah-marah dan mengkonfrontasi orang yang membuat mereka kesal, sementara beberapa lainnya memilih untuk memendam perasaan mereka. Padahal, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk ekspresi emosi.

Menurut para peneliti di University of Illinois, bagaimana kamu memproses dan mengekspresikan emosi bisa mengurangi atau meningkatkan kecemasan. Studi tersebut menemukan bahwa mereka yang menekan perasaan mereka atau menghindari untuk mengungkapkan perasaan mereka cenderung memiliki lebih banyak kecemasan sosial dan kecemasan secara umum daripada mereka yang menilai kembali situasi mereka dan berfokus pada hal positif. Studi yang serupa lainnya juga menemukan bahwa menekan emosi bisa meningkatkan stres dan memicu terjadinya penyakit fisik, seperti hipertensi dan penyakit kardiovaskular.

Baca juga: 8 Tips Mengontrol Kemarahan Agar Tidak Berlebihan

Oleh karena itu, kamu dianjurkan untuk tidak memendam perasaan, melainkan mengungkapkannya dengan cara yang positif. Berikut tiga cara yang bisa membantu kamu melakukannya:

1.Menulis Jurnal

Dilansir dari laman University of Rochester Medical Center, menulis jurnal adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencurahkan pikiran dan perasaan, sehingga kamu bisa memahaminya dengan lebih jelas. Cara ekspresi emosi ini bisa mengurangi stres dan membantu mengelola kecemasan.

Dengan menulis jurnal, kamu bisa menuliskan apa yang kamu rasakan dan apa yang mungkin memicu kecemasan untuk mencari tahu penyebab stres dengan lebih baik dan membuat rencana untuk menyelesaikan situasi atau mengatasinya dengan lebih positif. Cara ini membantu untuk menyadari gejala kecemasan untuk mengelolanya dengan lebih baik.

Tidak ada patokan salah dan benar dalam menulis jurnal. Namun, University of Rochester Medical Center merekomendasikan cara-cara berikut:

  • Tulislah jurnal setiap hari.
  • Tulislah apa yang menurut kamu benar. Jangan khawatirkan tentang ejaannya atau apa yang mungkin dipikirkan orang lain.
  • Siapkan buku dan pulpen agar kamu bisa menulis jurnal kapanpun kamu merasa butuh untuk ekspresi emosi.
  • Jagalah kerahasiaan buku jurnal, atau kamu juga bisa menceritakan beberapa bagian dalam jurnal pada orang lain bila kamu mau. Ingat, itu semua tergantung pada keputusan kamu karena jurnal adalah ruang privasi dan aman bagi kamu untuk mengekspresikan emosi.

2.Belajar Bersyukur

Bersyukur membantu mengurangi stres dan risiko penyakit fisik. Menurut sebuah penelitian pada tahun 2015 oleh Paul J. Mils, lebih banyak bersyukur dikaitkan dengan suasana hati yang lebih baik, tidur yang lebih baik, dan lebih sedikit kelelahan, serta kadar penanda inflamasi terkait kesehatan jantung yang lebih rendah.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mempraktikkan bersyukur sebagai ekspresi emosi dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

  • Tuliskan tiga hal yang bisa disyukuri setiap hari untuk membantu kamu fokus pada hal positif dalam hidup. Kamu bisa meluangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk merenungkan apa yang berharga dalam hidupmu.
  • Dikelilingi teman-teman yang positif. Temukan teman-teman yang bisa memberi dampak positif setiap hari untuk membantu kamu tetap termotivasi.
  • Buat ritual bersyukur. Misalnya, kamu bisa mengucapkan syukur sebelum makan atau mengucapkan doa terima kasih setiap pagi ketika bangun tidur atau di malam hari sebelum tidur. Kamu juga bisa memberi tahu sahabat bahwa kamu berterima kasih atas persahabatan, dukungan atau sesuatu yang spesifik yang mereka berikan. Luangkan waktu untuk berterima kasih pada orang terdekat secara langsung atau tertulis sebagai wujud ekspresi emosi yang positif.

Banyak orang yang mempraktikkan cara ini mengaku mengalami perbedaan yang luar biasa dalam hidup mereka. Mereka merasa lebih bahagia, lebih puas, dan tidak terlalu cemas.

Baca juga: Terlalu Sering Mengeluh Tanda Gangguan Mental?

3.Carilah Teman Bicara

Membicarakan perasaan secara terbuka baik dengan teman, kerabat atau terapis, bisa membantu kamu menempatkannya dalam perspektif. Ketika kamu sedang sangat marah, misalnya, meluapkan perasaan tersebut seringkali menjadi cara yang efektif untuk membuat emosi tersebut berkurang. Ekspresi emosi bisa meredakan hal-hal negatif dan memungkinkan kamu untuk menilai situasi dari sudut pandang yang lebih tenang.

Mencari teman bicara juga bisa membantu kamu mengidentifikasi emosi. Saat kamu sedang stres, kadang-kadang sulit untuk menentukan apakah kamu sebenarnya marah atau khawatir, mudah tersinggung atau cemas. Kamu juga perlu mencari tahu apakah perasaan kamu tersebut tepat atau apakah intensitas emosi cocok dengan situasi yang dialami. Nah, berbicara dengan orang terdekat dan bisa dipercaya bisa membantu mengatasi perasaan tersebut dan belajar tentang diri sendiri.

Baca juga: Pentingnya Punya Teman Bicara untuk Hindari Depresi

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengekspresikan emosi secara positif. Bila kamu sering mengalami kesulitan untuk mengungkapkan perasaan hingga hal itu bisa mengakibatkan masalah kesehatan fisik tertentu, kamu bisa minta dokter untuk meresepkan obat untuk membantu kamu supaya lebih tenang. Kamu bisa membeli obat tersebut melalui aplikasi Halodoc. Karena itu, download Halodoc sekarang juga untuk mendapatkan solusi kesehatan dengan mudah.

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2021. 3 Ways to Express Emotions Positively.