Gangguan Kecemasan Sosial

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Gangguan Kecemasan Sosial

Gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial adalah ketakutan akan situasi sosial yang melibatkan interaksi dengan orang lain.

 

Faktor Risiko Gangguan Kecemasan Sosial

Beberapa orang memiliki risiko yang lebih tinggi terkena gangguan kecemasan sosial berdasarkan pengalaman, faktor genetik, dan kepribadian. Jika keluarga atau kerabat punya salah satu dari faktor risiko ini, bukan berarti mereka pasti mengalaminya. Hanya saja, mereka berisiko lebih tinggi untuk mengembangkan kondisi gangguan kecemasan sosial. Jika mereka memang sedang mengidap gangguan kecemasan sosial, mempelajari faktor-faktor risikonya bisa membantu mereka memahami penyebabnya.

  • Perundungan

Trauma atau sejarah dipermalukan di masa kecil, seperti perundungan, bisa menghasilkan fobia serta rasa takut dalam konteks sosial. Tidak hanya sebatas itu. ketidakcocokan dengan teman-teman juga bisa memicu kecemasan sosial.

  • Faktor-Faktor Keturunan

Bertumbuh dengan orangtua yang juga menunjukkan tanda-tanda fobia sosial. Sering kali, orangtua yang kerap kesulitan menghadapi situasi dalam lingkungannya. Oleh karena itu, mereka menghindari acara-acara sosial yang akan mengakibatkan perkembangan keahlian sosial yang terbatas dan perilaku menghindar pada anak-anaknya.

  • Rasa Malu

Rasa malu berhubungan dengan kepribadian seseorang dan bukan merupakan suatu gangguan. Namun, banyak juga orang yang mengidap kecemasan sosial juga pemalu. Penting diingat bahwa kecemasan sosial jauh lebih dampak negatif daripada kecemasan “normal”. Orang-orang yang pemalu tidak mengidap dalam cara yang sama dengan mereka yang memiliki gangguan kecemasan sosial.

Baca juga: 5 Tanda Anxiety Disorder yang Perlu Diketahui

 

Penyebab Gangguan Kecemasan Sosial

Gangguan kecemasan sosial dapat terjadi karena perpaduan sejumlah faktor, di antaranya:

  • Keturunan. Gangguan fobia sosial cenderung terjadi secara turun-temurun di dalam keluarga. Namun, tidak bisa dipastikan apakah hal ini disebabkan oleh faktor genetik atau lebih cenderung merupakan sikap yang dipelajari berdasarkan pengalaman orang lain.

  • Lingkungan. Gangguan kecemasan sosial adalah sikap yang dapat dipelajari. Ini berarti, sikap ini dapat berkembang pada diri seseorang setelah melihat sikap cemas pada orang lain. Tidak hanya itu, mereka yang mengidap gangguan kecemasan sosial umumnya dibesarkan oleh orangtua yang terlalu mengekang dan mengontrol anaknya.

  • Struktur Otak. Respons takut sangat dipengaruhi oleh struktur dalam otak yang bernama amygdala. Saat amygdala terlalu aktif karena kecemasan menghadapi situasi sosial, maka respons pada rasa takut akan bertambah besar.

 

Gejala Gangguan Kecemasan Sosial

Gangguan kecemasan sosial sebetulnya tidak hanya tentang rasa malu saat berinteraksi dengan orang lain. Perasaan fobia sosial adalah ketakutan intens yang tidak hilang dan memengaruhi aktivitas sehari-hari pengidapnya serta memengaruhi kepercayaan diri, hubungan dengan orang lain, kehidupan sekolah, dan pekerjaan.

Gejala fobia sosial yang bisa dikenali, seperti:

  • Takut melakukan aktivitas sehari-hari, seperti bertemu orang asing, memulai percakapan, berbicara di telepon, bekerja, ataupun berbelanja.

  • Menghindari atau khawatir berlebihan tentang kegiatan sosial, seperti percakapan kelompok, makan bersama-sama, dan pesta.

  • Kerap merasa khawatir saat melakukan sesuatu yang menurut pengidapnya memalukan, misalnya tersipu, berkeringat, atau tampil tidak kompeten.

  • Sulit untuk melakukan sesuatu saat orang lain menonton, karena pengidap mungkin merasa sedang diawasi dan dinilai setiap saat.

  • Takut dikritik, menghindari kontak mata atau memiliki rasa percaya diri yang rendah.

  • Sering memiliki gejala, seperti merasa sakit, berkeringat, gemetar atau jantung berdebar-debar (palpitasi)

  • Serangan panik

Baca juga: Ketahui Perbedaan Antara Agoraphobia dan Fobia Sosial

 

Diagnosis Gangguan Kecemasan Sosial

Dokter akan menentukan langkah diagnosis gangguan kecemasan sosial dari gejala yang muncul pada pengidapnya. Biasanya, dokter akan mencari tahu mengenai perasaan, perilaku, dan gejala kecemasan pengidap terhadap situasi sosial. Pemeriksaan lebih lanjut dan mendetail oleh dokter spesialis kejiwaan dan pembicaraan mengenai pengobatan bisa saja diperlukan.

 

Pengobatan dan Efek Samping Gangguan Kecemasan Sosial

Beberapa pilihan pengobatan untuk gangguan kecemasan sosial, seperti:

  • Cognitive behavioral therapy (CBT).

  • Obat-obatan antidepresan.

  • Psikoterapi.

 

Pencegahan Gangguan Kecemasan Sosial

Berikut beberapa kiat untuk mengurangi gejala kecemasan, yaitu:

  • Cobalah mengenal lebih jauh tentang kecemasan.

  • Ubahlah kepercayaan yang tidak realistis dengan yang rasional.

  • Jangan terlalu berpikir tentang pendapat orang lain

  • Cobalah melakukan aktivitas yang biasanya hindari

Baca juga: Ketahui Jenis Fobia, Penyebab Rasa Takut yang Berlebihan

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluarga atau kerabat mengalami gejala yang disebutkan di atas, sebaiknya segera diskusikan ke dokter. Penanganan yang tepat nyatanya dapat mengurangi akibat yang ditimbulkan dari kondisi ini. 

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2019. Social Anxiety Disorder (Social Phobia).
National Health Service United Kingdom. Diakses pada 2019. Health A-Z. Social Anxiety (Social Phobia).
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions: Social Anxiety Disorder (Social Phobia).

Diperbarui pada 6 September 2019