Ketahui 4 Penanganan Keluar Darah Saat Hamil Muda
“Keluar darah saat hamil muda, jangan panik dulu. Biasanya bercak-bercak kecil masih dianggap normal selama kehamilan. Salah satu penanganan yang bisa dilakukan ibu hamil adalah berbaring dan beristirahat total.”

Halodoc, Jakarta – Di usia kehamilan yang terbilang masih sangat muda, ibu hamil masih rentan mengalami berbagai macam kondisi. Salah satu kondisi yang bisa bikin ibu sangat khawatir adalah bila mengalami pendarahan atau keluar darah saat hamil muda.
Kekhawatiran ini disebabkan karena pendarahan selalu identik dengan kondisi yang serius seperti keguguran. Padahal tidak semua pendarahan selalu menandakan masalah kesehatan yang serius. Keluar darah saat hamil muda yang ditandai dengan bercak-bercak kecil masih dianggap normal selama kehamilan. Jadi, jangan panik dulu, ketahui penanganannya di sini!
Penanganan Pendarahan Saat Hamil Muda
Ketika keluar darah saat hamil muda atau pada trimester pertama, ibu perlu mencermati lebih jauh. Pasalnya, ada dua kategori pendarahan. Pertama, pendarahan ringan yang hanya berupa flek, kedua pendarahan yang lumayan banyak sehingga ibu butuh memakai pembalut agar tidak membasahi pakaian dalam.
Pendarahan ringan berupa bercak darah yang berlangsung selama beberapa jam atau hari mungkin saja disebabkan karena proses pelekatan sel telur yang dibuahi pada dinding rahim.
Selain itu, berhubungan intim, infeksi, dan perubahan hormon juga dapat menyebabkan ibu hamil keluar darah saat hamil muda. Namun, sekali lagi hal ini bukan termasuk kondisi yang berbahaya bagi ibu hamil maupun bayi.
Lantas, bagaimana penanganan pendarahan saat hamil muda? Pertama-tama yang perlu ibu lakukan bila terjadi pendarahan saat hamil muda adalah segera beristirahat. Setelah itu, ibu bisa melakukan cara-cara berikut ini agar kondisi pendarahan tidak semakin parah:
1. Istirahat Total
Ibu hamil disarankan untuk berbaring dan beristirahat total saat mengalami pendarahan. Kurangi waktu berdiri dan berjalan. Bila perlu, minta izin tidak masuk bagi ibu hamil yang masih bekerja. Beristirahat total membuat plasenta dapat melindungi rahim dan mengurangi risiko keguguran.
2. Hindari Berhubungan Intim
Walaupun berhubungan intim dinyatakan aman saat hamil, tetapi jika keluar darah saat hamil muda terjadi sebaiknya tidak berhubungan intim dulu untuk sementara sampai kondisi kandungan sudah kembali kuat dan stabil.
3. Gunakan Pembalut
Bila darah yang keluar cukup banyak, hindari menggunakan tampon. Ibu hamil disarankan untuk menggunakan pembalut biasa. Selain itu, manfaatkan pembalut untuk membantu ibu mengetahui seberapa banyak pendarahan yang terjadi.
4. Perhatikan Warna Darah
Penting bagi ibu hamil untuk mencermati warna darah yang keluar misalnya merah muda, merah kecokelatan, merah terang, dan lain-lain. Warna darah yang keluar bisa menjadi patokan apakah pendarahan yang ibu alami normal atau tidak.
Kapan Keluar Darah Saat Hamil Muda Diwaspadai?
Pendarahan saat hamil muda juga bisa disebabkan oleh kondisi yang lebih serius, seperti keguguran, hamil anggur, atau kehamilan ektopik. Oleh karena itu, ibu hamil perlu mewaspadai bila mengalami pendarahan disertai gejala-gejala berikut:
- Pendarahan yang deras seperti menstruasi, berwarna merah menyala dan disertai dengan kram pada bagian bawah perut yang tidak tertahankan. Waspada juga bila pendarahan terjadi terus-menerus selama trimester pertama.
- Pendarahan yang disertai dengan keluarnya jaringan dari Miss V. Ibu hamil sebaiknya tidak membuang jaringan yang keluar tersebut, karena mungkin dokter membutuhkannya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
- Pendarahan disertai dengan rasa pusing, bahkan sampai pingsan. Atau pendarahan yang disertai dengan rasa kedinginan ataupun demam dengan suhu lebih dari 38 derajat Celsius.
Segera temui dokter bila ibu mengalami kondisi pendarahan di atas. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan ultrasound di perut atau transvaginal untuk mengetahui penyebab pendarahan. Keluar darah saat hamil muda perlu ditangani segera dan dengan cara yang tepat agar tidak membahayakan kesehatan ibu dan janin. Jika ibu ingin melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan, buat janji saja lewat Halodoc. Belum punya aplikasinya? Yuk, download sekarang juga!


