Ad Placeholder Image

Ketahui 5 Jenis Penyakit Menular Seksual

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 23 Juni 2026

“Ada berbagai contoh penyakit menular yang perlu kamu waspadai, seperti sifilis, gonore, HIV, dan lain-lain. Meskipun mudah menular, untungnya ada cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah penyakit tersebut.”

Ketahui 5 Jenis Penyakit Menular SeksualKetahui 5 Jenis Penyakit Menular Seksual

DAFTAR ISI


Penyakit Menular Seksual (PMS) atau Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan kondisi kesehatan yang sangat serius dan memerlukan perhatian medis segera. Infeksi ini umumnya ditularkan melalui hubungan seksual, baik secara vaginal, anal, maupun oral. Memahami berbagai contoh penyakit menular seksual adalah langkah awal yang krusial untuk menjaga kesehatan reproduksi kamu dan pasangan.

Di Indonesia, kesadaran akan kesehatan seksual masih sering terhambat oleh stigma sosial. Padahal, banyak dari infeksi ini yang bersifat “silent” atau tidak menunjukkan gejala nyata pada tahap awal, namun tetap bisa menularkan ke orang lain dan menyebabkan komplikasi jangka panjang seperti kemandulan hingga kerusakan organ permanen jika tidak ditangani dengan tepat.

Sebagai langkah pencegahan dan penanganan, kamu perlu mengetahui apa saja jenis infeksi yang paling sering terjadi, bagaimana gejalanya, serta kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan medis secara profesional. Edukasi yang benar akan membantu kamu mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan tubuhmu.

Nah, mau tahu apa saja informasi lengkap mengenai kondisi ini? Berikut ulasannya!

Mengenal Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual disebabkan oleh berbagai jenis mikroorganisme, termasuk bakteri, virus, dan parasit. Penularannya tidak hanya terbatas pada hubungan intim, tetapi dalam beberapa kasus bisa melalui kontak darah (berbagi jarum suntik) atau dari ibu ke bayi selama kehamilan dan persalinan.

Penting untuk diingat bahwa banyak PMS yang dapat disembuhkan sepenuhnya jika dideteksi dini, terutama yang disebabkan oleh bakteri. Namun, infeksi yang disebabkan oleh virus sering kali bersifat menetap di dalam tubuh dan hanya bisa dikelola gejalanya agar tidak memperburuk kualitas hidup penderitanya.

Jenis PMS yang Umum Terjadi

Berikut adalah beberapa jenis infeksi yang paling sering ditemukan dalam praktik medis di Indonesia:

1. Sifilis (Raja Singa)

Disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini berkembang dalam beberapa tahap. Tahap awal biasanya ditandai dengan munculnya luka kecil yang tidak sakit (chancre) di area kelamin atau mulut. Jika dibiarkan, bakteri dapat menyebar dan merusak jantung serta sistem saraf.

2. Gonore (Kencing Nanah)

Infeksi bakteri ini menyerang selaput lendir di saluran kemih, leher rahim, dubur, hingga tenggorokan. Gejala khasnya adalah keluarnya cairan kental berwarna kuning atau hijau dari alat kelamin disertai nyeri saat buang air kecil.

3. Human Papillomavirus (HPV)

Ini adalah salah satu virus yang paling umum ditularkan. Beberapa tipe HPV menyebabkan kutil kelamin, sementara tipe lainnya bersifat onkogenik atau berisiko tinggi menyebabkan kanker serviks pada wanita.

4. Herpes Genital

Disebabkan oleh virus Herpes Simplex (HSV). Gejalanya berupa bintil-bintil berisi cairan yang terasa nyeri dan gatal di area kelamin. Virus ini menetap di dalam saraf dan dapat kambuh sewaktu-waktu saat daya tahan tubuh menurun.

Tips Pencegahan PMS
  1. Gunakan pengaman (kondom) setiap kali berhubungan seksual untuk mengurangi risiko penularan.
  2. Lakukan skrining atau pemeriksaan kesehatan seksual secara rutin, terutama jika memiliki pasangan lebih dari satu.
  3. Hindari perilaku berisiko seperti berbagi jarum suntik atau penggunaan obat-obatan terlarang.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Setiap orang mungkin menunjukkan gejala yang berbeda, namun secara umum, kamu harus waspada jika merasakan hal-hal berikut:

  • Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil.
  • Keluarnya cairan yang tidak biasa (berbau atau berubah warna) dari vagina atau penis.
  • Muncul luka, bintil, ruam, atau kutil di sekitar area kelamin dan dubur.
  • Nyeri di perut bagian bawah.
  • Perdarahan di luar siklus menstruasi atau setelah berhubungan intim pada wanita.

Jika kamu mengalami gejala-gejala di atas, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang akurat.

Kapan Harus ke Dokter?

Kamu tidak perlu menunggu gejala muncul untuk memeriksakan diri. Jika kamu merasa telah melakukan kontak seksual yang berisiko, segeralah berkonsultasi. Diagnosis dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan dan mencegah penularan lebih lanjut kepada orang lain.

Dokter biasanya akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti tes urin atau tes darah untuk mengidentifikasi jenis mikroorganisme penyebab infeksi.

Studi Mengenai Penyakit Menular Seksual

World Health Organization (WHO) menerbitkan laporan yang menjelaskan bahwa setiap harinya terdapat lebih dari 1 juta kasus baru infeksi menular seksual di seluruh dunia. Studi ini menekankan bahwa sebagian besar infeksi tersebut bersifat asimtomatik (tanpa gejala) pada awalnya.

Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi publik mengenai perilaku seks aman dan perlunya akses layanan kesehatan yang mudah dijangkau untuk deteksi dini guna menekan angka prevalensi komplikasi kesehatan jangka panjang.

Selain melakukan konsultasi, untuk mendukung proses pemulihan atau menjaga daya tahan tubuh, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk kebutuhan vitamin atau suplemen kesehatan yang direkomendasikan dokter.

Jangan menunda kesehatanmu. Penanganan yang cepat adalah kunci utama untuk mencegah kondisi yang lebih serius di masa depan.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2026. Sexually transmitted infections (STIs).
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. STI Diseases & Related Conditions.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Sexually transmitted diseases (STDs).
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Tata Laksana Infeksi Menular Seksual.

FAQ

1. Apakah semua penyakit menular seksual bisa disembuhkan?

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperti sifilis dan gonore umumnya bisa disembuhkan dengan antibiotik. Namun, infeksi virus seperti HIV atau Herpes tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, namun gejalanya dapat dikontrol dengan pengobatan rutin.

2. Bisakah seseorang tertular PMS tanpa berhubungan intim?

Ya, meskipun jarang, beberapa jenis PMS dapat menular melalui penggunaan jarum suntik bersama, kontak kulit-ke-kulit yang intens (seperti pada kutil kelamin), atau dari ibu ke bayi selama persalinan.

3. Apakah penggunaan kondom menjamin perlindungan 100%?

Kondom sangat efektif mengurangi risiko penularan, namun tidak memberikan perlindungan 100% terhadap penyakit yang menular melalui kontak kulit di area yang tidak tertutup kondom, seperti herpes atau HPV.

4. Seberapa sering seseorang harus melakukan tes PMS?

Bagi mereka yang aktif secara seksual dan sering berganti pasangan, disarankan untuk melakukan skrining setidaknya satu kali dalam setahun atau segera setelah melakukan perilaku berisiko.

## Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.