
Ketahui Dosis dan Aturan Pakai dari Trihexyphenidyl
Trihexyphenidyl adalah obat resep yang digunakan untuk mengatasi gejala penyakit Parkinson dan efek samping dari obat tertentu.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Obat THP (Trihexyphenidyl)?
- Indikasi dan Manfaat Obat THP
- Dosis dan Aturan Pakai
- Efek Samping dan Peringatan
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Pernahkah kamu mendengar tentang obat THP? Bagi sebagian orang, singkatan ini mungkin terdengar asing. Namun, di dunia medis, THP atau Trihexyphenidyl adalah salah satu jenis obat yang sangat krusial, terutama dalam penanganan gangguan pergerakan saraf seperti penyakit Parkinson dan efek samping dari penggunaan obat antipsikotik tertentu.
Kondisi gangguan saraf yang memengaruhi pergerakan otot tubuh tentu sangat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Gejala seperti tangan yang bergetar hebat (tremor), otot yang kaku, hingga gerakan tubuh yang melambat dan tidak terkendali membuat aktivitas sehari-hari menjadi sangat sulit dilakukan. Di sinilah peran obat THP menjadi sangat penting untuk membantu mengembalikan keseimbangan zat kimia di dalam otak.
Penting untuk dipahami bahwa THP bukanlah obat bebas yang bisa dibeli sembarangan. Obat ini termasuk dalam golongan obat keras (berlabel merah) yang penggunaannya harus berada di bawah pengawasan ketat tenaga medis. Penggunaan yang tidak tepat atau penyalahgunaan obat ini dapat berakibat fatal bagi sistem saraf pusat.
Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala gangguan saraf yang mencurigakan, langkah terbaik adalah dengan melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis dan resep penanganan yang tepat.
Apa Itu Obat THP (Trihexyphenidyl)?
Obat THP adalah kependekan dari Trihexyphenidyl, yaitu obat yang masuk ke dalam kelas farmakologi antikolinergik. Cara kerja utama dari obat ini adalah dengan menghambat aksi dari suatu neurotransmitter (zat kimia penghantar sinyal di otak) yang disebut asetilkolin.
Pada individu yang sehat, terdapat keseimbangan antara zat dopamin dan asetilkolin di dalam otak, yang berfungsi untuk mengatur pergerakan otot agar halus dan terkendali. Namun, pada penderita Parkinson, kadar dopamin mengalami penurunan drastis, sehingga asetilkolin menjadi terlalu dominan. Dominasi asetilkolin inilah yang memicu kekakuan otot, tremor, dan hilangnya kendali motorik. Dengan menghambat asetilkolin, obat THP membantu mengembalikan keseimbangan tersebut, sehingga gejala motorik dapat mereda.
Sebagai informasi, karena obat ini merupakan obat keras dan resep dokter, kamu tidak akan menemukannya di rak obat bebas. Namun, untuk kebutuhan obat-obatan rutin lainnya, vitamin, atau suplemen pendukung saraf, kamu bisa beli obat, beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan sangat praktis.
Indikasi dan Manfaat Obat THP
1. Penanganan Penyakit Parkinson
Indikasi utama dari Trihexyphenidyl adalah sebagai terapi tambahan atau terapi tunggal pada penyakit Parkinson. Penyakit Parkinson adalah gangguan neurodegeneratif kronis yang menyerang sel saraf penghasil dopamin. Obat ini terbukti efektif untuk mengurangi gejala tremor (gemetar) saat istirahat, rigiditas (kekakuan otot), serta produksi air liur yang berlebihan (hipersalivasi) yang kerap dialami penderita Parkinson.
2. Mengatasi Gejala Ekstrapiramidal (EPS)
Selain Parkinson, obat THP sangat sering diresepkan oleh dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater) untuk mengatasi efek samping dari obat-obatan antipsikotik (obat untuk skizofrenia atau gangguan bipolar). Efek samping ini dikenal dengan Sindrom Ekstrapiramidal (EPS), yang mencakup reaksi distonia akut (kontraksi otot hebat yang tidak disengaja), akatisia (perasaan gelisah yang membuat penderita tidak bisa diam), dan parkinsonisme imbas obat. Trihexyphenidyl bekerja cepat untuk melemaskan otot yang kaku akibat reaksi obat tersebut.
Tips Aman Mengonsumsi Obat Golongan Antikolinergik
- Konsumsi obat bersamaan dengan makanan atau segera setelah makan untuk mencegah iritasi lambung.
- Minum banyak air putih untuk mencegah efek samping mulut kering dan konstipasi.
- Jangan pernah menghentikan konsumsi obat secara tiba-tiba tanpa persetujuan dokter, karena dapat memicu gejala putus obat atau perburukan gejala awal.
Dosis dan Aturan Pakai
Dosis obat THP bersifat sangat individual, yang berarti dokter akan menyesuaikan dosis berdasarkan usia penderita, tingkat keparahan kondisi, dan respons tubuh terhadap pengobatan. Secara umum, pengobatan akan dimulai dari dosis yang sangat rendah yang kemudian dinaikkan secara bertahap (titrasi).
- Untuk Penyakit Parkinson: Dosis awal umumnya adalah 1 mg pada hari pertama. Dosis dapat dinaikkan sebanyak 2 mg setiap 3 hingga 5 hari hingga mencapai dosis efektif. Dosis pemeliharaan biasanya berkisar antara 6 hingga 10 mg per hari, yang dibagi menjadi 3 atau 4 kali pemberian.
- Untuk Gejala Ekstrapiramidal (EPS): Dosis awal biasanya 1 mg per hari. Jika gejala tidak terkontrol, dosis dapat ditingkatkan menjadi 5 hingga 15 mg per hari, sesuai dengan anjuran ketat dari psikiater.
Obat ini hanya diperuntukkan bagi orang dewasa dan sangat jarang diresepkan untuk anak-anak, kecuali untuk kondisi yang sangat spesifik dan di bawah pengawasan dokter spesialis anak atau saraf.
Efek Samping dan Peringatan
1. Efek Samping Umum
Karena sifat antikolinergiknya, obat ini sering kali menimbulkan efek samping ringan hingga sedang, seperti mulut kering (xerostomia), pandangan kabur, pusing, sembelit (konstipasi), retensi urine (kesulitan buang air kecil), serta detak jantung yang lebih cepat (takikardia). Penderita glaukoma sudut tertutup sangat dikontraindikasikan (dilarang) menggunakan obat ini karena dapat meningkatkan tekanan di dalam bola mata secara drastis.
2. Risiko Penyalahgunaan
Obat THP sering kali disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab karena pada dosis tinggi (toksik), obat ini dapat menimbulkan efek euforia ringan dan halusinasi. Ini sangat berbahaya karena toksisitas antikolinergik dapat memicu kebingungan parah, kejang, koma, hingga kematian. Itulah sebabnya peredaran obat ini diawasi dengan sangat ketat oleh BPOM dan Kementerian Kesehatan RI.
Studi Terkait Mengenai Trihexyphenidyl
Journal of Clinical Psychopharmacology menerbitkan studi yang menjelaskan efektivitas obat antikolinergik seperti Trihexyphenidyl dalam menurunkan kejadian distonia akut pada pasien yang baru memulai terapi antipsikotik generasi pertama.
Penelitian tersebut mengonfirmasi bahwa pemberian profilaksis (pencegahan) dengan THP secara signifikan mengurangi risiko kekakuan otot rahang dan leher yang parah akibat obat antipsikotik, sehingga kepatuhan pasien terhadap terapi kesehatan mental menjadi lebih baik. Namun, studi tersebut juga menegaskan perlunya penurunan dosis bertahap (tapering off) setelah 1-2 minggu untuk menghindari risiko gangguan kognitif jangka panjang.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Trihexyphenidyl (Oral Route) – Description and Brand Names.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Parkinson’s Disease Medications.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Trihexyphenidyl Mechanism of Action and Side Effects.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Neurological Disorders: Public Health Challenges.
FAQ
1. Apakah obat THP bisa dibeli secara bebas di apotek?
Tidak. Obat THP (Trihexyphenidyl) adalah obat keras berlogo merah (lingkaran merah dengan tepi hitam dan huruf K di tengahnya). Obat ini hanya bisa ditebus dan dibeli menggunakan resep resmi dari dokter yang memiliki Surat Izin Praktik (SIP).
2. Apa yang harus dilakukan jika terlewat satu dosis obat THP?
Jika kamu lupa meminum satu dosis, segera minum saat kamu ingat, asalkan jeda dengan dosis berikutnya masih cukup lama. Namun, jika sudah hampir mendekati jadwal dosis selanjutnya, abaikan dosis yang terlewat dan jangan pernah menggandakan dosis dalam satu waktu untuk mencegah keracunan.
3. Berapa lama obat THP mulai bekerja setelah diminum?
Secara umum, Trihexyphenidyl mulai menunjukkan efek klinisnya dalam waktu sekitar 1 jam setelah dikonsumsi secara oral. Puncak efek kerjanya biasanya dicapai dalam waktu 2 hingga 3 jam, dan dapat bertahan hingga 6 hingga 12 jam tergantung metabolisme tubuh pasien.
4. Bisakah obat THP digunakan untuk mengatasi kecemasan atau depresi?
Obat THP sama sekali bukan obat untuk depresi atau kecemasan primer (anxiety). Obat ini khusus menargetkan fungsi motorik (pergerakan otot). Jika psikiater meresepkan THP, hal itu bertujuan untuk menekan efek samping fisik (seperti otot kaku atau gelisah hebat) dari obat penenang utama yang sedang kamu konsumsi, bukan mengobati depresinya secara langsung.


