• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Flu Unta yang Diwaspadai di Piala Dunia 2022
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Flu Unta yang Diwaspadai di Piala Dunia 2022

Ketahui Flu Unta yang Diwaspadai di Piala Dunia 2022

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 05 Desember 2022

“Flu unta adalah penyakit yang perlu diwaspadai oleh orang-orang yang menonton Piala Dunia 2022 di Qatar. Sebab, gangguan ini dapat menimbulkan sesak napas dan bahkan pneumonia pada beberapa orang yang berisiko.”

Ketahui Flu Unta yang Diwaspadai di Piala Dunia 2022Ketahui Flu Unta yang Diwaspadai di Piala Dunia 2022

Halodoc, Jakarta – Piala Dunia pada 2022 ini digelar di Qatar, Timur Tengah. Di tengah kemeriahan yang terjadi, ada satu hal yang ditakutkan, yaitu flu unta. Penyakit yang disebut juga dengan MERS ini pernah mewabah di area tersebut dan menyebabkan banyak orang kehilangan nyawa.

Segala Hal yang Perlu Diketahui Tentang Flu Unta

Flu unta, atau disebut juga Middle East Respiratory Syndrome (MERS), merupakan penyakit pernapasan virus yang dapat menyerang manusia. Kasus dari penyakit ini pertama kali dilaporkan di Arab Saudi pada  2012 dan menyebar ke negara lainnya, termasuk juga Qatar. 

Kebanyakan orang yang terinfeksi oleh virus ini mengidap masalah pernapasan yang parah dengan beberapa gejala, seperti demam, batuk, dan sesak napas. Jika masalah ini tidak mendapatkan penanganan segera, kemungkinan bisa berkembang menjadi pneumonia.

Flu unta juga dapat menyebabkan seseorang gagal napas atau gagal ginjal, sehingga berakibat fatal. Tidak sedikit orang yang kehilangan nyawa akibat serangan penyakit ini. Terlebih pada para lansia atau seseorang dengan sistem kekebalan yang lemah.

Hal yang Perlu Dilakukan untuk Mencegah Flu Unta

COVID-19 tampaknya lebih mudah menyebar dibandingkan MERS pada keramaian. Seseorang berisiko terserang flu unta saat melakukan kontak dengan seseorang yang mengidapnya, seperti tinggal bersama atau memberikan perawatan saat sakit.

Saat ini belum ada vaksin yang dapat digunakan untuk mencegah serangan dari MERS. Meski begitu, ada beberapa cara untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi. Cara paling dasarnya adalah dengan menerapkan kebersihan yang baik, seperti:

  • Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air selama kurang lebih 20 detik.
  • Pastikan untuk menutupi hidung dan mulut dengan tisu saat batuk atau bersin. Lalu, buang tisu tersebut ke tempat sampah dan cuci tangan.
  • Hindari menyentuh wajah, mulut, dan hidung dengan tangan yang belum dicuci.
  • Jangan berbagi peralatan makan dengan orang lain, terlebih orang yang sakit.

Lalu, apa saja sih saran terkait flu unta yang bisa diterapkan jika kamu pergi ke Timur Tengah?

Semua orang yang berencana menonton pagelaran Piala Dunia langsung di Qatar sebaiknya mempraktikkan kebersihan yang baik seperti disebutkan sebelumnya. Selain itu, ada juga hal lainnya yang perlu dilakukan, seperti:

  • Menghindari kontak langsung dengan unta.
  • Hindari konsumsi berbagai hasil produk unta, termasuk susu dan dagingnya.
  • Hindari mengonsumsi susu mentah, produk susu mentah, hingga makanan yang kemungkinan sudah terkontaminasi kotoran hewan.
  • Pastikan makanan yang dikonsumsi sudah benar-benar dibersihkan dan dimasak dengan matang.

Jika kamu baru kembali dari Timur Tengah dan mengalami demam, batuk, atau kesulitan untuk bernapas dalam waktu 14 hari setelahnya, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis. Semakin cepat pemeriksaan medis dilakukan, semakin efektif penanganan yang dilakukan.

Nah,itulah pembahasan mengenai flu unta, penyakit akibat virus yang pernah menjadi endemi di Timur Tengah. Jika kamu ingin atau sedang berada di Qatar untuk menonton pagelaran Piala Dunia 2022, sebaiknya benar-benar mempraktekkan kebersihan, terutama pada tangan setelah menyentuh suatu benda.

Apabila masih memiliki kebingungan terkait penyakit ini, fitur tanya dokter dari Halodoc bisa digunakan untuk mendapatkan interaksi dengan ahlinya kapan dan dimana saja. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam akses kesehatan bisa didapatkan melalui smartphone di tangan!

Referensi:
CDC. Diakses pada 2022. Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. What is MERS-CoV, and what should I do?
NHS. Diakses pada 2022. Middle East respiratory syndrome (MERS).