• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Frekuensi Napas Normal dari Bayi sampai Lansia
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Frekuensi Napas Normal dari Bayi sampai Lansia

Ketahui Frekuensi Napas Normal dari Bayi sampai Lansia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 29 November 2021
Ketahui Frekuensi Napas Normal dari Bayi sampai LansiaKetahui Frekuensi Napas Normal dari Bayi sampai Lansia

“Dari bayi hingga lansia, frekuensi napas normal seseorang bisa berbeda-beda. Saat mencapai usia dewasa, frekuensi napas semakin menurun jika dibanding saat bayi atau anak-anak. Namun, saat menjadi lansia, bisa sedikit mengalami peningkatan.”

Halodoc, Jakarta – Frekuensi napas normal merupakan salah satu tanda vital penting yang perlu dimiliki tubuh. Berdasarkan usia, frekuensi napas setiap orang bisa bervariasi. Artinya, frekuensi napas bayi dan orang dewasa, atau lansia tentunya berbeda.

Frekuensi napas merupakan jumlah napas yang dilakukan per menit. Ini biasanya diukur ketika sedang dalam posisi istirahat. Lantas, berapa frekuensi yang normal pada bayi, orang dewasa, hingga lansia? Yuk simak pembahasannya!

Frekuensi Napas Normal dari Bayi sampai Lansia

Menurut laman Cleveland Clinic, frekuensi napas normal pada orang dewasa umumnya adalah sekitar 12-20 kali per menit. Sementara itu, pada lansia biasanya lebih tinggi. Terutama jika memiliki kondisi medis tertentu, atau menjalani pengobatan jangka panjang.

Lebih jelasnya, berikut ini frekuensi napas normal dari bayi hingga lansia, yang perlu diketahui:

  • Bayi (0-1 tahun): 30-60 napas per menit.
  • Batita (1-3 tahun): 24-40 napas per menit.
  • Anak usia prasekolah (3-6 tahun): 22-34 napas per menit.
  • Anak usia sekolah (6-12 tahun): 18-30 napas per menit.
  • Remaja (12-18 tahun): 12-16 napas per menit.
  • Dewasa (19-59 tahun): 12-20 napas per menit.
  • Lansia (usia 60 tahun ke atas): 28 napas per menit.

Menurut laman Stanford Children’s Health, pola pernapasan bayi bisa berbeda-beda antara satu bayi dengan yang lain. Bayi bisa saja bernapas dengan cepat beberapa kali. Lalu istirahat selama kurang dari sepuluh detik, dan kembali bernapas. Ini adalah hal yang normal, sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

Jika bayi bernapas lebih dari 60 kali per menit, bisa jadi ia merasa kepanasan, rewel, atau menangis. Namun, biasanya frekuensi napas bayi akan kembali normal lagi setelah ia sudah merasa lebih nyaman.

Dari daftar frekuensi napas normal bayi hingga lansia tadi, dapat diketahui bahwa frekuensi pernapasan seseorang bisa berubah seiring bertambahnya usia. Setelah mencapai usia dewasa, frekuensi pernapasan biasanya terus berkurang.

Ini merupakan salah satu tanda vital yang biasanya diperiksa petugas medis saat mengalami kondisi tertentu. Bersamaan dengan pemeriksaan denyut nadi, suhu tubuh, dan tekanan darah.

Bagaimana Cara Menghitungnya?

Seperti dijelaskan tadi frekuensi napas adalah jumlah napas yang dilakukan per menit. Pengukurannya sebenarnya bisa jadi tidak menentu. Sebab, sewaktu-waktu bisa meningkat atau berkurang, misalnya karena sedang demam atau mengalami kondisi medis tertentu.

Jadi, saat melakukan pemeriksaan frekuensi napas normal, penting untuk mengetahui kondisi tubuh. Apakah sedang mengalami kesulitan bernapas atau tidak, karena ini bisa memengaruhi hasil pengukuran.

Perlu diketahui bahwa pernapasan adalah proses yang melibatkan banyak organ dan jaringan tubuh. Seperti otak, batang otak, otot pernapasan, paru-paru, saluran udara, dan pembuluh darah.

Lantas, bagaimana cara mengukurnya? Kamu bisa mengukurnya dengan menghitung oksigen yang dihirup dalam satu menit. Berikut ini langkah-langkahnya:

  • Posisikan tubuh serileks mungkin. Lebih baik dilakukan saat duduk di kursi atau berbaring di tempat tidur.
  • Lalu, hitung berapa kali dada atau perut mengembang dalam satu menit.
  • Catat hasil penghitungan tersebut.

Itulah pembahasan mengenai frekuensi napas normal dari bayi hingga lansia, dan cara mengukurnya. Dapat diketahui bahwa frekuensi napas setiap orang bisa berbeda-beda berdasarkan usia, dan kondisi kesehatan yang dimiliki.

Untuk menjaga sistem pernapasan tetap sehat, jalanilah gaya hidup sehat dan jauhi kebiasaan buruk seperti merokok. Bila butuh asupan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, download Halodoc saja untuk cek kebutuhan vitamin dan suplemen kamu dengan mudah.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Journal of The American Geriatrics Society. Diakses pada 2021. Normal Respiratory Rate and Peripheral Blood Oxygen Saturation in the Elderly Population.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Vital Signs.
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2021. Vital Signs (Body Temperature, Pulse Rate, Respiration Rate, Blood Pressure).
Healthline. Diakses pada 2021. What Is a Normal Respiratory Rate for Kids and Adults?
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2021. Breathing Problems
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. How To Measure Your Respiratory Rate.