• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Gejala saat Anak Terserang Koarktasio Aorta

Ketahui Gejala saat Anak Terserang Koarktasio Aorta

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta -  Sudah familiar dengan penyakit bernama koarktasio aorta? Koarktasio aorta merupakan penyempitan pada aorta. Aorta  merupakan arteri atau pembuluh darah besar dari jantung, fungsinya mengalirkan darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh. 

Coba tebak, kira-kira apa yang terjadi bila aorta ini menyempit? Pastinya aliran darah normal bakal terhambat. Mau tau dampaknya? Otot-otot jantung harus bekerja ekstra untuk memompa darah keluar jantung. Nah, dalam kebanyakan kasus, koarktasio aorta yang berat bisa ditemukan pada bayi yang baru lahir. Lalu, seperti apa sih gejala koarktasio aorta? 

Baca juga: Benarkah Koarktasio Aorta Tidak Bisa Dicegah?

Gejala yang Beragam

koarktasio aorta bisa menimbulkan sederet gejala pada pengidapnya. Alasannya, penyempitan aorta mengganggu aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh. Nah, kondisi inilah yang nantinya bakal memicu berbagai keluhan.

Pada bayi baru lahir atau anak - anak, penyempitan aorta menyebabkan kesulitan menyusui, nadi lemah, kulit pucat, sesak, berkeringat, hipertensi, dan bunyi jantung abnormal saat diperiksa dokter dengan stetoskop.

Pada anak dan dewasa muda, penyempitan yang ringan umumnya tidak menimbulkan gejala. Anak di usia sekolah atau remaja umumnya hanya mengalami tekanan darah tinggi atau bunyi jantung abnormal selama pemeriksaan fisik.

Akan tetapi, ada pula beberapa pengidapnya yang mungkin mengeluh sakit kepala atau kram di bagian bawah tubuh, terutama saat olahraga. Sebenarnya gejala koarktasio aorta ini hampir sama dengan kelainan jantung lainnya. Oleh sebab itu, memerlukan pemeriksaan medis yang lebih mendalam untuk mendiagnosis koarktasio aorta.

Hal yang perlu digarisbawahi, segeralah temui dokter bila Si Kecil mengalami gejala koarktasio aorta di bawah ini. 

  • Nyeri dada berat,

  • Pucat,

  • Sesak napas atau sulit bernapas, untuk mendapatkan saran medis yang tepat

  • Lemas dan pingsan.

Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang tepat.

Akibat Kelainan Bawaan

Koarktasio aorta boleh dibilang sebagai penyakit “warisan”. Pasalnya, koarktasio aorta disebabkan kelainan bawaan lahir yang disebabkan oleh adanya kelainan jantung. Contohnya, ductus arteriosus tetap terbuka setelah bayi lahir (patent ductus arteriosus/PDA) dan kelainan katup jantung.

Koarktasio aorta umumnya terjadi di bagian pembuluh darah, sebelum bercabang ke tubuh bagian bawah. Kondisi inilah yang menyebabkan tekanan darah pada lengan cenderung lebih tinggi, ketimbang tekanan darah pada tungkai dan pergelangan kaki. 

Selain hal di atas, ada pula beberapa faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengidap koarktasio aorta. Misalnya memiliki kondisi genetik tertentu, seperti mengidap sindrom Turner. Ada pula faktor dari ibu.

Baca juga: Ini Cara Mendiagnosis Koarktasio Aorta pada Si Kecil

Contohnya, ibu hamil yang terpapar bahan tertentu dari lingkungan, makanan, minuman, atau obat-obat yang dikonsumsi selama kehamilan. Terakhir, arteritis Takayasu dan aterosklerosis merupakan kondisi yang bisa menyebabkan koarktasio aorta saat dewasa.

Ingat, jangan sekali-kali meremehkan koarktasio aorta. Pasalnya, penyakit ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi, mulai dari penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, hingga aneurisma otak. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Coarctation of the aorta. 
Healthline. Diakses pada 2020. Diakses pada 2019. Aortic Coarctation.