Ini Cara Mendiagnosis Koarktasio Aorta pada Si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
koarktasio aorta, penyempitan aorta, pembuluh darah besar

Halodoc, Jakarta - Ibu, apakah pernah mendengar istilah koarktasio aorta yang umum terjadi pada Si Kecil? Kondisi ini merupakan penyempitan aorta. Aorta sendiri merupakan pembuluh darah besar dari jantung yang bertugas dalam mengalirkan darah yang kaya akan oksigen ke seluruh tubuh.

Baca juga: Adakah Cara Mencegah Koarktasio Aorta pada Si Kecil?

Koarktasio aorta merupakan kondisi dapat terjadi pada satu lokasi tertentu atau pada beberapa bagian aorta. Ketika mengidap kondisi ini, aliran darah normal pada tubuh menjadi terhambat, sehingga jantung harus bekerja lebih keras dalam memompa darah keluar dari jantung. 

Jika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan, dinding jantung akan menebal dan otot jantung akan semakin melemah, sehingga memicu timbulnya gagal jantung pada Si Kecil. Koarktasio aorta biasanya muncul saat Si Kecil lahir. Penyakit yang satu ini lebih dikenal dengan penyakit jantung bawaan.

Baca juga: Kenali Tanda-Tanda Si Kecil Idap Koarktasio Aorta

Ini Cara Mendiagnosis Koarktasio Aorta pada Si Kecil

Koarktasio aorta dapat didiagnosis dengan sejumlah prosedur pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang tertentu. Keparahan koarktasio aorta yang dialami akan tergantung pada usia Si Kecil sendiri. Pada pengidap koarktasio aorta derajat berat, umumnya sudah dapat didiagnosis sebelum Si Kecil berusia satu tahun. 

Sedangkan pada anak-anak yang berusia di atas tiga tahun dan orang dewasa yang mengidap koarktasio aorta, umumnya tidak menunjukkan gejala apapun. Pada kasus yang jarang terjadi, gejala dapat ditunjukkan dengan perbedaan tekanan darah antara lengan dan tungkai, serta denyut nadi yang melemah pada tungkai.

Ketika gejala muncul, ada beberapa pemeriksaan guna mendiagnosis secara pasti adanya koarktasio aorta pada Si Kecil, antara lain:

  • Ekokardiogram

Ekokardiogram merupakan pemeriksaan yang dilakukan dengan menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran pada jantung. Gambar yang dihasilkan pada ekokardiogram relatif lebih rinci daripada sinar-X biasa, sehingga pemeriksaan dapat lebih akurat. Selain itu, ekokardiogram juga berperan dalam merancang perencanaan pengobatan dan pemantauan kondisi pengidap.

  • Elektrokardiogram (EKG)

Elektrokardiogram merupakan pemeriksaan yang dilakukan dengan mesin pendeteksi impuls listrik yang disebut dengan elektrokardiograf. Mesin akan akan mengukur dan merekam aktivitas listrik jantung dan menerjemahkannya impuls listrik dengan tampilan grafik yang ditampilkan pada monitor. Pemeriksaan ini tidak menyakitkan, karena dilakukan tanpa mengalirkan listrik dan tanpa sayatan.

  • Foto Rontgen Dada

Foto rontgen merupakan prosedur pemeriksaan yang dilakukan dengan menggunakan radiasi gelombang elektromagnetik guna menampilkan gambaran bagian dalam tubuh. Pada pengidap koarktasio aorta, foto rontgen dada akan menghasilkan gambaran jantung dan paru-paru yang dapat menunjukkan lokasi terjadinya koarktasio aorta.

  • Magnetic Resonance Imaging (MRI)

MRI merupakan pemeriksaan yang dilakukan dengan memanfaatkan medan magnet dan energi gelombang radio guna menampilkan struktur dan organ dalam tubuh. Pemeriksaan yang satu ini akan memberikan gambaran yang tidak dihasilkan pada tes rontgen, CT scan, atau USG. Pasalnya, MRI dapat menunjukkan lokasi dan derajat keparahan dari koarktasio aorta.

  • Computerized Tomography (CT) Scan

CT scan merupakan prosedur pemeriksaan yang dilakukan dengan mengkombinasikan rontgen dengan sistem komputer khusus guna melihat kondisi dalam tubuh dari berbagai sudut. 

Baca juga: Jangan Sembarangan, Ini Metode Pengobatan untuk Atasi Aneurisma Aorta

Sebelum melakukan serangkaian pemeriksaan pada Si Kecil, sebaiknya ibu diskusikan terlebih dulu dengan dokter di aplikasi Halodoc guna mengetahui apa saja hal-hal yang harus dan tidak dilakukan saat sebelum, selama, dan sesudah prosedur dilakukan. Tindakan tepat yang dilakukan akan mencegah Si Kecil mengidap sejumlah komplikasi yang dapat membahayakan nyawanya.

Referensi:
American Heart Association. Diakses pada 2019. Coarctation of the Aorta (CoA).
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2019. Facts about Coarctation of the Aorta.