Ketahui Gejala Utama saat Terserang Psikosis

Halodoc, Jakarta - Pernah bertemu dengan seseorang yang sulit membedakan antara kenyataan dan imajinasi? Nah, bisa jadi orang tersebut mengidap masalah kejiwaan yang bernama psikosis. Orang yang mengalami psikosis sulit membedakan antara dunia nyata dan imajinasi yang ada di dalam kepalanya.
Contohnya, mungkin saja mereka melihat atau mendengar hal-hal yang tidak dapat dilihat atau didengar orang lain (halusinasi), dan mempercayai hal-hal yang sebenarnya tidak benar (delusi).
Menurut ahli, psikosis menjadi pencetus dari banyaknya penyakit mental mulai dari skizofrenia, depresi, gangguan skizoafektif, dan bipolar. Oleh sebab itu, penyakit ini lebih banyak diidap oleh pengidap skizofrenia, bipolar, dan beberapa gangguan kepribadian.
Lantas, seperti apa sih gejala utama saat terserang psikosis?
Baca juga: Inilah Bedanya Gejala Serangan Panik, Manik, dan Psikosis
Kombinasi Halusinasi dan Delusi
Pada dasarnya, gejala psikosis bisa berbeda-beda pada tiap pengidapnya. Hal ini dipengaruhi umur, penyebab, dan keparahan kondisi yang diidapnya. Namun, menurut National Health Service - UK, ada dua gejala utama psikosis yang umumnya dialami pengidapnya, yaitu:
- Halusinasi. Pengidap psikosis mendengar, melihat dan, dalam beberapa kasus merasakan atau mencium atau hal-hal yang tidak ada. Namun, bagi dirinya hal tersebut terasa sangat nyata. Mendengarkan suara-suara (yang sebenarnya tidak ada) merupakan halusinasi yang umumnya dialami pengidap psikosis.
- Delusi. Pengidapnya memiliki keyakinan kuat terhadap sesuatu yang tidak nyata. Misalnya, percaya adanya konspirasi yang bertujuan untuk merugikan dirinya.
Nah, kombinasi halusinasi dan pemikiran delusi ini yang menyebabkan tekanan yang parah dan perubahan perilaku pada pengidap psikosis.
- Penurunan nilai atau prestasi kerja.
- Kesulitan berpikir jernih atau berkonsentrasi.
- Kecurigaan atau ketidaknyamanan saat berada di sekitar orang lain.
- Kurangnya memperhatikan perawatan atau kebersihan diri.
- Menghabiskan lebih banyak waktu sendirian dari biasanya.
- Tidak ada emosi sama sekali.
- Menjauhkan diri dari keluarga dan teman.
- Berhenti merawat diri sendiri.
- Tidak bisa berpikir jernih atau sulit fokus
Nah, segeralah temui dokter ahli kejiwaan atau psikolog bila mengalami gejala-gejala di atas. Kamu juga bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. mengenai psikosis untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat.
Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Obat Antipsikotik untuk Menangani Psikosis
Dipicu Beragam Kondisi
Sampai kini belum diketahui dengan pasti bagaimana psikosis bisa terjadi. Namun, menurut ahli di NIH terkadang psikosis bisa diidentifikasikan atau muncul sebagai gejala penyakit mental, seperti:
- Skizofrenia, kondisi yang menyebabkan berbagai gejala psikologis, termasuk halusinasi dan delusi.
- Gangguan bipolar, kondisi kesehatan mental yang memengaruhi suasana hati. Seseorang dengan gangguan bipolar dapat mengalami episode suasana hati yang rendah (episode depresif) dan suasana hati yang tinggi atau gembira (episode manik atau hipomanik)
- Depresi berat, beberapa orang dengan depresi berat juga memiliki gejala psikosis ketika mereka sangat tertekan.
Selain tiga hal di atas, psikosis bisa dipicu oleh beberapa kondisi lainnya, seperti:
- Pengalaman traumatis.
- Penyalahgunaan narkoba.
- Penyalahgunaan alkohol.
- Efek samping dari obat yang diresepkan.
- Cedera dan penyakit tertentu, seperti cedera otak traumatis, tumor otak, stroke, penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer, demensia, hingga HIV.
- Genetik.
Atasi Segera, Komplikasi Taruhannya
Mau tahu apa saja komplikasi yang bisa ditimbulkan masalah kejiwaan ini? Ternyata pengidap psikosis lebih mungkin mengalami masalah penyalahgunaan narkoba atau alkohol, atau keduanya dibandingkan dengan orang lain.
Baca juga: Waspadai Komplikasi Stres Pasca Trauma Bila Tak Segera Ditangani
Beberapa pengidapnya menggunakan zat ini sebagai cara untuk mengelola gejala psikotik. Namun, penyalahgunaan narkoba dan alkohol bisa memperburuk gejala psikotik, bahkan menimbulkan masalah pada psikis dan fisik lainnya.
Selain itu, dalam beberapa kasus psikosis bisa menimbulkan keinginan untuk menyakiti diri sendiri, bahkan bunuh diri. Hmm, tidak main-main bukan dampaknya?



