• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Ini Ketika Memilih Homeschooling untuk Anak

Ketahui Ini Ketika Memilih Homeschooling untuk Anak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Metode pembelajaran homeschooling untuk anak sering dipilih orangtua karena berbagai alasan. Mulai dari letak rumah yang terlalu jauh dari sekolah, adanya kegiatan positif lain yang membuat anak sibuk, hingga kondisi tertentu yang dialami anak, sehingga membuatnya sulit belajar dengan fokus di sekolah formal.

Apapun alasannya, memilih homeschooling ataupun sekolah biasa untuk anak tentu bertujuan agar anak mendapatkan yang terbaik. Sama seperti sekolah formal, homeschooling juga punya banyak keunggulan yang ditawarkan, misalnya, orangtua bisa menyeleksi sendiri pengajar homeschooling anak. Namun, ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum memilih homeschooling untuk anak. 

Baca juga: Jangan Asal, Ketahui Ini Tips Memilih Sekolah untuk Anak

Jangan Asal Memilih Homeschooling untuk Anak

Sama halnya seperti memilih sekolah formal, orangtua juga tidak boleh asal ketika memilih homeschooling untuk anak. Pikirkan beberapa hal dengan matang. Terlebih, homeschooling tentu berbeda dengan sekolah formal. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui dan dipertimbangkan ketika memilih homeschooling untuk anak:

1. Wewenang untuk Memilih Kurikulum dan Metode Belajar

Jika di sekolah formal orangtua tidak memiliki wewenang untuk menentukan kurikulum dan metode belajar untuk anak, homeschooling kebalikannya. Ketika seorang anak menempuh pendidikan homeschooling, orangtua punya wewenang penuh untuk memilih dan menyusun kurikulum serta metode belajar, yang dirasa sesuai dengan usia anak. 

Soal fleksibilitas waktu, homeschooling juga lebih unggul dibanding sekolah formal. Orangtua bisa mengatur jadwal belajar anak, disesuaikan dengan aktivitasnya yang lain atau kebutuhannya, misalnya jika ada materi yang belum benar-benar dikuasai, orangtua bisa menambah jam belajar anak.

2. Pastikan Lingkungan Belajar Anak Kondusif

Tak hanya soal kurikulum dan metode, orangtua juga punya kuasa penuh akan bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk anak. Jika sebelum homeschooling anak pernah sekolah formal, pola pikirnya mungkin sudah terbentuk bahwa kondisi belajar seperti di sekolah yang kondusif. 

Maksudnya, ada meja dan kursi, papan tulis, proyektor, laboratorium dan fasilitas lainnya. Meski tidak harus sama persis, orangtua perlu menyulap sebuah ruangan belajar yang memiliki semua peralatan yang dibutuhkan anak untuk belajar, layaknya seperti di sekolah pada umumnya. 

Ciptakan juga sebuah aturan disiplin seperti di sekolah, tentang kapan harus belajar, kapan boleh istirahat atau berhenti belajar. Dengan begitu, meski menempuh pendidikan homeschooling, anak tetap tahu cara untuk disiplin dalam belajar dan cara menaati aturan.

Baca juga: Ini Trik yang Perlu Dilakukan Supaya Anak Enggak Takut ke Sekolah

3. Anak Lebih Fokus dan Mudah Memahami Pelajaran

Salah satu yang jadi keunggulan homeschooling adalah soal fokus dan perhatian pengajar pada anak. Jika di sekolah formal ada puluhan siswa dengan satu orang guru saja, saat homeschooling, anak akan lebih fokus dan dibanjiri perhatian penuh dari pengajar, karena hanya ia yang diajari. Pengajar pun akan lebih memahami karakteristik dan cara belajar anak, lalu mengajarinya dengan cara yang sesuai. 

Sebagai suporter terbaik Si Kecil, kamu bisa mendukungnya dengan menghindari semua hal yang menyebabkan distraksi dan ketidakfokusan anak. Misalnya, dengan menyediakan ruangan yang nyaman dan tidak bising untuk anak belajar. 

4. Perhatikan Kebersihan dan Kecukupan Gizi Anak

Saat memilih homeschooling untuk anak, pastikan juga kebersihan ruang belajarnya dan asupan gizinya tercukupi dengan baik. Hal ini agar anak tetap sehat dan mampu belajar dengan fokus. Ingatkan juga kedisiplinan akan kebersihan pada anak, dengan mewantinya untuk cuci tangan dan membersihkan diri secara teratur. Jadi, walau belajarnya di rumah saja, anak tetap tahu cara berpenampilan rapi dan merawat diri.

Baca juga: 5 Cara Agar Anak Suka Berhitung dan Matematika

5. Tetap Ajari Anak Cara Bersosialisasi

Selain di bidang akademik, anak juga perlu punya kemampuan bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Jangan sampai saat memilih homeschooling, anak jadi selalu ada di rumah tanpa pernah bermain dengan siapapun. Ketika ia dewasa dan terjun ke dunia kerja nanti, ia mungkin akan mengalami kendala. 

Jadi, bantu tingkatkan kemampuan sosial anak dengan mengajaknya bermain dengan teman-temannya, setelah kegiatan belajar selesai. Sering ajak juga anak ke berbagai tempat yang membuatnya bertemu dengan banyak orang, agar ia terbiasa bersosialisasi. Jika anak sakit, download saja aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter lewat chat, atau buat janji dengan dokter di rumah sakit.

Referensi:
KidsHealth. Diakses pada 2020. Homeschooling (for Kids).
The Classroom. Diakses pada 2020. Differences Between Home School & Public School.
Calvert Education. Diakses pada 2020. Top 5 Reasons Why Parents Homeschool Their Kids.