Ketahui Jenis Penyakit Beri-Beri Beserta Gejalanya
Beri-beri dapat dicegah dengan asupan gizi seimbang serta pengobatan yang tepat.

DAFTAR ISI
- Jenis-Jenis Penyakit Beri-Beri
- Penyebab Penyakit Beri-Beri
- Faktor Risiko Beri-Beri
- Diagnosis Beri-Beri
- Pengobatan Beri-Beri
- Komplikasi Beri-Beri
- Pencegahan Beri-Beri
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kesimpulan
- FAQ
Beri-beri adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B1 (tiamin). Tiamin berperan penting dalam metabolisme energi, terutama dalam mengubah karbohidrat menjadi energi yang dapat digunakan oleh tubuh.
Kekurangan tiamin dapat memengaruhi sistem saraf, jantung, dan organ lainnya.
Jenis-Jenis Penyakit Beri-Beri
Beri-beri dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, tergantung pada sistem organ yang paling terpengaruh. Berikut adalah jenis-jenis beri-beri dan gejalanya:
1. Beri-Beri Kering (Dry Beri-Beri)
Beri-beri kering terutama memengaruhi sistem saraf. Gejala yang muncul meliputi:
- Kesulitan berjalan
- Hilangnya sensasi atau rasa di tangan dan kaki
- Kebingungan mental
- Nyeri
- Kesemutan
- Penurunan fungsi otot, terutama di area tungkai bawah
- Dalam kasus yang parah, dapat terjadi kelumpuhan.
2. Beri-Beri Basah (Wet Beri-Beri)
Beri-beri basah memengaruhi sistem kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah). Gejala yang muncul meliputi:
- Sesak napas saat beraktivitas fisik
- Sesak napas saat berbaring (orthopnea)
- Detak jantung cepat
- Pembengkakan pada tungkai bawah (edema)
- Kelelahan ekstrem
3. Beri-Beri Infantil (Infantile Beri-Beri)
Beri-beri infantil terjadi pada bayi yang mendapatkan ASI dari ibu yang kekurangan tiamin. Gejala yang muncul meliputi:
- Sulit makan
- Muntah
- Diare
- Gelisah
- Detak jantung cepat
- Sianosis (kulit kebiruan akibat kekurangan oksigen)
- Pada kasus yang parah, dapat menyebabkan gagal jantung dan kematian mendadak.
Jika mengalami salah satu gejala di atas, Ini Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Halodoc yang bisa kamu hubungi.
Penyebab Penyakit Beri-Beri
Penyebab utama beri-beri adalah kekurangan asupan tiamin (vitamin B1) dalam makanan sehari-hari. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kekurangan tiamin meliputi:
- Diet yang tidak seimbang: Konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat olahan (seperti nasi putih dan tepung terigu) namun rendah tiamin.
- Alkohol: Konsumsi alkohol berlebihan dapat mengganggu penyerapan dan penggunaan tiamin oleh tubuh. Alkohol juga dapat meningkatkan kebutuhan tubuh akan tiamin.
- Kondisi medis tertentu: Beberapa kondisi medis seperti penyakit Crohn, penyakit Celiac, dan HIV/AIDS dapat mengganggu penyerapan tiamin.
- Kehamilan dan menyusui: Ibu hamil dan menyusui membutuhkan asupan tiamin yang lebih tinggi. Jika asupan tidak mencukupi, dapat menyebabkan beri-beri pada ibu dan bayi.
- Dialisis: Pasien yang menjalani dialisis ginjal berisiko mengalami kekurangan tiamin karena vitamin ini dapat hilang selama proses dialisis.
Penting untuk memperhatikan asupan nutrisi seimbang, terutama pada kelompok risiko tinggi seperti ibu hamil dan menyusui, serta individu dengan kondisi medis tertentu.
Faktor Risiko Beri-Beri yang Perlu Diketahui
Selain penyebab utama kekurangan tiamin, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena beri-beri:
- Kecanduan alkohol: Alkohol mengganggu penyerapan tiamin dan meningkatkan kebutuhan tubuh akan vitamin ini.
- Diet tinggi karbohidrat olahan: Konsumsi nasi putih dan tepung terigu berlebihan tanpa asupan tiamin yang cukup.
- Penyakit kronis: Kondisi seperti HIV/AIDS, penyakit Crohn, dan gagal jantung dapat mengganggu penyerapan atau penggunaan tiamin.
- Usia lanjut: Orang dewasa yang lebih tua mungkin memiliki asupan makanan yang kurang optimal atau masalah penyerapan nutrisi.
- Penggunaan obat-obatan tertentu: Beberapa obat, seperti diuretik, dapat meningkatkan risiko kekurangan tiamin.
Diagnosis Beri-Beri
Diagnosis beri-beri melibatkan evaluasi medis menyeluruh, termasuk:
- Anamnesis (wawancara medis): Dokter akan menanyakan tentang riwayat kesehatan, pola makan, konsumsi alkohol, dan gejala yang dialami.
- Pemeriksaan fisik: Dokter akan memeriksa tanda-tanda fisik beri-beri, seperti pembengkakan, refleks yang menurun, dan masalah koordinasi.
- Pengukuran kadar tiamin dalam darah atau urine: Kadar tiamin yang rendah menunjukkan kekurangan vitamin B1.
- Pengukuran aktivitas enzim transketolase dalam sel darah merah: Aktivitas enzim ini bergantung pada tiamin. Penurunan aktivitas menunjukkan kekurangan tiamin.
- Elektrokardiogram (EKG): Untuk menilai fungsi jantung pada kasus beri-beri basah.
- Uji respons terhadap pemberian tiamin: Perbaikan gejala setelah pemberian tiamin dapat membantu mengkonfirmasi diagnosis.
Pengobatan Beri-Beri yang Efektif
Pengobatan beri-beri bertujuan untuk menggantikan kekurangan tiamin dalam tubuh. Beberapa metode pengobatan meliputi:
- Suplementasi tiamin: Tiamin dapat diberikan melalui suntikan atau oral (tablet). Dosis dan durasi pengobatan tergantung pada tingkat keparahan kondisi.
- Perbaikan diet: Meningkatkan asupan makanan yang kaya akan tiamin, seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, daging tanpa lemak, dan sayuran hijau.
- Pengobatan komplikasi: Jika terdapat komplikasi seperti gagal jantung, perlu diobati secara simtomatik.
- Pantau Respons: Evaluasi berkala untuk menilai respons terhadap pengobatan dan memastikan pemulihan yang optimal.
Komplikasi Beri-Beri yang Harus Diwaspadai
Jika tidak diobati, beri-beri dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk:
- Gagal jantung: Terutama pada beri-beri basah, kekurangan tiamin dapat melemahkan otot jantung dan menyebabkan gagal jantung.
- Kerusakan saraf permanen: Beri-beri kering yang tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan saraf yang ireversibel.
- Ensefalopati Wernicke: Kondisi neurologis serius yang ditandai dengan kebingungan, masalah koordinasi, dan gangguan penglihatan. Kondisi ini sering terjadi pada orang dengan alkoholisme kronis.
- Psikosis Korsakoff: Bentuk demensia yang disebabkan oleh kerusakan otak akibat kekurangan tiamin. Kondisi ini ditandai dengan kehilangan memori, disorientasi, dan kesulitan belajar hal baru.
- Kematian: Pada kasus yang parah, beri-beri dapat menyebabkan kematian akibat gagal jantung atau komplikasi neurologis.
Pencegahan Beri-Beri
Pencegahan beri-beri berfokus pada memastikan asupan tiamin yang cukup dalam makanan sehari-hari. Langkah-langkah pencegahan meliputi:
- Konsumsi makanan yang kaya tiamin: Pilih biji-bijian utuh (beras merah, gandum utuh), kacang-kacangan, biji-bijian, daging tanpa lemak, ikan, telur, dan sayuran hijau. Ketahui jenis Makanan Sehat- Jenis, Manfaat & Khasiat lainnya berikut ini.
- Batasi konsumsi alkohol: Alkohol dapat mengganggu penyerapan dan penggunaan tiamin.
- Hindari diet yang sangat terbatas: Diet yang tidak seimbang atau terlalu ketat dapat menyebabkan kekurangan tiamin dan nutrisi penting lainnya.
- Pertimbangkan suplementasi tiamin: Pada kelompok risiko tinggi (seperti ibu hamil dan menyusui, orang dengan alkoholisme, dan pasien dengan kondisi medis tertentu), suplementasi tiamin mungkin diperlukan. Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan dosis yang tepat.
Simak informasi lebih dalam mengenai penyakit Beri-Beri – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya berikut ini.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami gejala beri-beri, terutama jika kamu memiliki faktor risiko seperti alkoholisme, diet yang buruk, atau kondisi medis yang memengaruhi penyerapan nutrisi. Diagnosis dan pengobatan dini dapat mencegah komplikasi serius.
Kesimpulan
Beri-beri adalah penyakit serius akibat kekurangan vitamin B1 (tiamin). Kenali gejala, penyebab, dan faktor risikonya.
Lakukan pencegahan dengan konsumsi makanan bergizi seimbang dan suplementasi jika diperlukan.
Segera konsultasikan dengan dokter penyakit dalam di Halodoc jika mengalami gejala beri-beri untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2025. Everything you need to know about beriberi.
Healthline. Diakses pada 2025. Beriberi.
FAQ
1. Apa perbedaan antara beri-beri kering dan basah?
Beri-beri kering memengaruhi sistem saraf, sementara beri-beri basah memengaruhi jantung dan sistem kardiovaskular.
2. Apakah beri-beri bisa disembuhkan?
Beri-beri dapat disembuhkan dengan suplementasi tiamin dan perbaikan diet. Namun, kerusakan saraf atau jantung yang parah mungkin bersifat permanen.
3. Makanan apa yang mengandung tiamin?
Biji-bijian utuh, kacang-kacangan, biji-bijian, daging tanpa lemak, ikan, telur, dan sayuran hijau adalah sumber tiamin yang baik.
4. Apakah memasak dapat menghancurkan tiamin dalam makanan?
Memasak dengan suhu tinggi dan waktu yang lama dapat mengurangi kandungan tiamin dalam makanan.
3. Bisakah beri-beri dicegah?
Beri-beri dapat dicegah dengan memastikan asupan tiamin yang cukup melalui makanan atau suplemen.


