Ad Placeholder Image

Ketahui Penyebab Siklus Haid Tidak Teratur

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Enrico Hervianto SpOG   01 April 2026

Beberapa kondisi bisa menyebabkan wanita mengalami siklus haid tidak teratur, mulai dari masa menyusui, stres, hingga penggunaan alat kontrasepsi.

Ketahui Penyebab Siklus Haid Tidak TeraturKetahui Penyebab Siklus Haid Tidak Teratur

Tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi normal, terkadang ada pula wanita yang memiliki siklus haid tidak teratur dan tidak dapat diprediksi. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak hal.

Ada penyebab yang dianggap wajar, ada pulang yang perlu diwaspadai karena dianggap sebagai tanda munculnya penyakit tertentu. 

Apa Itu Siklus Haid Tidak Teratur?

Siklus haid normal biasanya berlangsung antara 21 hingga 35 hari dengan durasi pendarahan 2 sampai 7 hari.

Haid dikatakan tidak teratur apabila jarak antar siklus berubah-ubah secara drastis, durasi haid yang memanjang, atau volume darah yang tidak konsisten.

Kesehatan menstruasi merupakan indikator penting dari kesehatan umum dan kesejahteraan emosional wanita. Gangguan pada siklus ini sering kali menjadi tanda adanya ketidakseimbangan hormonal atau kondisi medis tertentu yang mendasari.

Penyebab Siklus Haid Tidak Teratur 

Biasanya siklus menstruasi berlangsung empat hingga tujuh hari. Nah, contoh masalah pada siklus menstruasi yang sering terjadi antara lain: 

  • Menstruasi terjadi kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari
  • Kehilangan tiga atau lebih periode menstruasi berturut-turut
  • Aliran menstruasi jauh lebih berat atau lebih ringan dari biasanya. 

Oleh sebab itu, penting bagi setiap wanita mengenali penyebab siklus haid tidak teratur. Di antara penyebab yang umum terjadi yaitu sebagai berikut:

1. Sedang Masa Menyusui

Siklus menjadi tidak teratur pada wanita yang baru melahirkan dan sedang menyusui. Dalam hal ini, siklus haid tidak teratur tergolong normal dan wajar terjadi.

Jika nanti masa menyusui sudah selesai maka siklus haid pun akan kembali teratur seperti sedia kala.

2. Perimenopause

Perimenopause adalah masa sebelum wanita mengalami menopause. Pada masa ini, siklus datang bulan menjadi tidak lancar dan tidak teratur. Jadi perubahan siklus merupakan hal yang wajar terjadi. 

Sementara itu, perimenopause membuat hormon progesteron di dalam tubuh jadi tidak seimbang. Sehingga pada masa ini, datang bulan pun dapat berlangsung lebih singkat atau lebih lama dari biasanya.

3. Stres

Terlalu banyak beban pikiran atau stres dapat memengaruhi hipotalamus yaitu salah satu bagian otak yang mengatur siklus haid.

Jika hipotalamus terganggu, maka hormon menjadi tidak seimbang dan siklus haid pun tidak teratur. Saat stres biasanya siklus haid jadi tidak teratur, seperti misalnya siklusnya jadi lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya.

4. Gangguan Tiroid

Kelenjar tiroid bertugas untuk menjaga keseimbangan hormon guna mengatur metabolisme tubuh dan juga periode datang bulan.

Namun jika terjadi gangguan pada kelenjar tiroid, maka kelenjar ini pun tidak dapat menjalankan tugasnya secara maksimal. Alhasil, siklus haid pun jadi terganggu dan tidak teratur. 

Selain siklus haid, suasana hati pun turut terpengaruh gangguan tiroid sehingga pengidapnya akan menjadi lesu dan tidak bersemangat.

5. Endometriosis

Jaringan endometrium yang melapisi rahim biasanya akan rusak setiap bulan dan keluar bersama aliran menstruasi. Endometriosis sendiri adalah kondisi saat jaringan endometrium mulai tumbuh di luar rahim. 

Sering kali, jaringan endometrium menempel pada ovarium atau saluran tuba. Terkadang juga tumbuh di usus atau organ lain di saluran pencernaan bagian bawah dan di daerah antara rektum dan rahim.

Endometriosis dapat menyebabkan perdarahan abnormal, kram, atau nyeri sebelum dan selama menstruasi, serta hubungan seksual yang terasa sakit. 

6. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Pada pengidap PCOS, ovarium akan menghasilkan androgen dalam jumlah besar, yang merupakan hormon pria. Kantung kecil berisi cairan (kista) pun dapat terbentuk di ovarium.

Terkadang seorang wanita dengan PCOS akan mengalami menstruasi tidak teratur atau berhenti menstruasi sama sekali.

Selain itu, kondisi ini dikaitkan dengan obesitas, infertilitas, dan hirsutisme (pertumbuhan rambut yang berlebihan dan jerawat). Kondisi ini mungkin disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, meski penyebab pastinya belum diketahui. 

7. Alat Kontrasepsi

Haid tidak teratur juga dialami oleh wanita yang menggunakan alat kontrasepsi seperti pil KB. Jenis pil kontrasepsi dengan dosis rendah memiliki efek samping siklus haid yang tidak teratur.

Namun jenis kontrasepsi suntik dan spiral juga memiliki efek yang kurang lebih sama dengan pil KB.

8. Perubahan Berat Badan

Perhatikan apakah berat badan kamu dapat berubah-ubah secara drastis. Berat badan yang naik secara drastis dapat menjadi tanda adanya gangguan tiroid.

Begitu pula jika berat badan turun secara drastis jika kamu melakukan diet. Pada wanita, gangguan tiroid memang sudah umum terjadi dan dapat menyebabkan perubahan siklus haid.

Apakah Ibu Menyusui Haidnya Tidak Lancar? Ini Penjelasannya

Ibu yang sedang menyusui sering kali tidak mengalami haid sama sekali (amenorrhea) atau memiliki siklus yang sangat tidak teratur selama beberapa bulan pertama.

Fenomena ini dikenal secara medis sebagai lactational amenorrhea. Kondisi ini terjadi karena tubuh memberikan prioritas pada produksi ASI, yang secara alami menekan fungsi reproduksi untuk sementara waktu. Hal ini merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengatur jarak kehamilan setelah persalinan.

Mekanisme Hormon Prolaktin dan Ovulasi

Penyebab utama ketidakteraturan haid saat menyusui adalah hormon prolaktin. Saat bayi menghisap payudara, tubuh memproduksi prolaktin dalam jumlah tinggi untuk merangsang produksi ASI.

Tingginya kadar prolaktin dalam darah bekerja menghambat pelepasan hormon gonadotropin (GnRH). Dampaknya, hormon pemicu ovulasi seperti LH (Luteinizing Hormone) dan FSH (Follicle Stimulating Hormone) tidak diproduksi secara maksimal. Tanpa ovulasi (pelepasan sel telur), dinding rahim tidak meluruh, sehingga menstruasi tidak terjadi atau menjadi tidak lancar.

Kapan Siklus Haid Kembali Normal Setelah Melahirkan?

Kembalinya siklus haid sangat bervariasi bagi setiap individu. Ibu yang menyusui secara eksklusif (24 jam sehari) mungkin tidak akan mengalami haid selama 6 bulan atau bahkan hingga 1-2 tahun.

Siklus biasanya mulai muncul kembali ketika intensitas menyusui berkurang, misalnya saat bayi mulai mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI) atau mulai berhenti menyusu di malam hari. Pada awalnya, haid mungkin muncul dalam bentuk bercak (spotting) atau memiliki durasi yang tidak menentu sebelum akhirnya kembali ke pola normal.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Meskipun haid tidak lancar saat menyusui adalah normal, terdapat beberapa kondisi yang memerlukan konsultasi medis segera dengan dokter di Halodoc:

  • Pendarahan yang sangat hebat hingga harus mengganti pembalut setiap 1-2 jam.
  • Nyeri panggul yang hebat dan tidak tertahankan.
  • Pendarahan yang berlangsung lebih dari 7 hari secara terus-menerus.
  • Munculnya bau tidak sedap pada darah haid atau keputihan yang mencurigakan.
  • Kecurigaan akan kehamilan, karena ovulasi dapat terjadi bahkan sebelum haid pertama muncul.

Cara Mengatasi Siklus Haid Tidak Teratur

Untuk membantu menstabilkan siklus haid, ibu disarankan untuk menjaga gaya hidup sehat. Konsumsi makanan bergizi seimbang, pastikan hidrasi terpenuhi, dan kelola stres dengan baik melalui istirahat yang cukup.

Jika ketidakteraturan disebabkan oleh faktor non-laktasi, dokter mungkin akan menyarankan terapi hormon atau penyesuaian alat kontrasepsi.

Namun, bagi ibu menyusui, kesabaran adalah kunci utama karena hormon akan kembali seimbang seiring dengan berkurangnya frekuensi pemberian ASI.

Itulah beberapa penyebab siklus haid tidak teratur. Jika kamu mengalami gejala penyebab siklus haid tidak teratur, sebaiknya segera hubungi dokter di Halodoc.

Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk hubungi dokter Halodoc!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2026. What is menstruation?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Abnormal Menstruation (Periods)
Everyday Health. Diakses pada 2026. What Are Irregular Periods?