• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Prosedur Diagnosis Atresia Ani pada Bayi

Ketahui Prosedur Diagnosis Atresia Ani pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar masalah kesehatan atresia ani pada bayi yang baru lahir? Atresia ani atau anus imperforata merupakan cacat lahir yang terjadi saat usia kehamilan mencapai 5–7 minggu. Bayi yang mengidap kondisi ini akan mengalami perkembangan bentuk rektum (bagian akhir anus besar) sampai lubang anus tidak sempurna. 

Masalah yang satu ini termasuk kondisi langka, terjadi pada 1 dari 5.000 bayi. Hal yang perlu digarisbawahi, kondisi ini perlu ditangani segera dengan operasi. Lalu, adakah cara untuk mendiagnosis atresia ani?

Baca juga: Cegah Atresia Ani dengan 4 Cara Ini

Pemeriksaan Fisik dan Penunjang 

Cara mendiagnosis atresia ani umumnya melalui pemeriksaan fisik yang pertama kali ketika Si Kecil lahir. Di sini dokter akan memeriksa seluruh bagian tubuh bayi, dari kepala sampai kaki. Nah, andaikan ditemukan atresia ani maka dokter akan memastikan apakah jenis kelainan lain juga dialami oleh bayi. 

Selain itu, dokter mungkin akan melakukan berbagai pemeriksaan penunjang. Misalnya, pemeriksaan seperti X-ray perut dan USG perut  untuk membantu menentukan tingkat keparahan kelainan.

Setelah mendiagnosis atresia ani, dokter anak juga perlu menguji kelainan lainnya terkait dengan kondisi ini. Beberapa jenis tes yang biasanya digunakan, antara lain:

  • Sinar-X tulang belakang untuk mendeteksi kelainan tulang.

  • USG tulang belakang untuk mencari kelainan pada tubuh vertebra atau tulang belakang.

  • Ekokardiogram untuk mendeteksi anomali jantung.

  • MRI untuk mencari bukti cacat esofagus seperti pembentukan fistula dengan trakea atau batang tenggorokan.

Terdiri dari Berbagai Bentuk

Pada atresia ani kelainan biasanya mencakup kelainan di area tubuh yang lain, termasuk kelainan yang terjadi di organ pencernaan, saluran kemih, hingga kelamin. Umumnya dikategorikan sebagai berikut:

  • Kelainan di tingkat bawah yakni berupa lubang anus yang menyempit atau sama sekali tertutup, akibat usus rektum yang masih menempel pada kulit. Lubang anus yang tertutup umumnya disertai dengan cacat lahir lain, seperti gangguan jantung, masalah pada sistem saraf pusat, atau anomali pada tangan dan kaki.

  • Kelainan di tingkat atas, yaitu posisi usus besar yang terletak di rongga panggul bagian atas, dan terbentuknya fistula yang menghubungkan rektum dan kandung kemih, uretra, atau vagina. Fistula merupakan terowongan abnormal yang muncul antara dua saluran normal, seperti antara pembuluh darah, usus, atau organ tubuh.

  • Lubang posterior atau kloaka yang persisten, yakni kelainan yang menyebabkan rektum, saluran kemih, dan lubang vagina bertemu pada satu saluran yang sama.

Baca juga: Begini Cara Mengobati Bayi yang Mengidap Atresia Ani

Kenali Gejala-gejalanya

Bayi atau pengidap masalah ini biasanya memiliki gejala dan tanda klinis, seperti: 

  • Tinja keluar dari Miss V, pangkal penis, skrotum, atau uretra.

  • Lubang anus amat dengan dengan Miss V pada bayi perempuan.

  • Perut membesar.

  • Tinja pertama tidak keluar dalam jangka waktu 24–48 jam setelah lahir.

  • Lubang anus tak di tempat yang semestinya, atau tidak terdapat lubang anus sama sekali. 

Cegah Lewat Berbagai Hal

Sebenarnya penyebab pasti di balik gangguan perkembangan ini belum diketahui pasti. Namun, ada dugaan keterlibatan faktor genetika di balik terjadinya cacat lahir ini. Pada dasarnya, beberapa kelainan bawaan memang tidak dapat dicegah. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya atresia ani pada bayi. 

Baca juga: Cegah Atresia Ani dengan 4 Cara Ini

  • Bagi ibu hamil, lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin.

  • Hindari merokok dan kontak dengan asap rokok.

  • Hindari konsumsi obat terlarang.

  • Hindari konsumsi alkohol

  • Konsumsi makanan yang bergizi dan vitamin.

  • Olahraga dan istirahat yang cukup.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
MedlinePlus. Diakses pada 2020. Imperforate Anus. 
MedicineNet. Diakses pada 2020. Anal Atresia. 
Healthline. Diakses pada 2020. Imperforate Anus.