14 February 2019

Inilah 4 Fakta Penting Tentang Atresia Ani

Inilah 4 Fakta Penting Tentang Atresia Ani

Halodoc, Jakarta - Atresia ani, atau dikenal dengan anus imperforata adalah cacat lahir yang terjadi saat bayi masih berada di dalam kandungan. Cacat ini berarti sang bayi tidak memiliki anus yang berkembang dengan benar. Oleh karenanya, ia tidak bisa buang air besar secara normal dari dubur.

Data dari Rumah Sakit Anak di Cincinnati menyatakan sekitar 1 dari 5000 bayi memiliki kelainan ini, sering terjadi pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Pada beberapa kasus, rektum, kandung kemih, dan Miss V bagi perempuan dengan kasus atresia ani terkadang berbagi dalam satu lubang besar. Ini disebut dengan kloaka.

Tidak boleh disepelekan, simak fakta penting dari kelainan bawaan yang berdampak pada pertumbuhan balita ini.

  • Terjadinya Kelainan Sejak dalam Kandungan

Kondisi cacat lahir atresia ani mulai berkembang sejak bayi berada dalam kandungan, kira-kira ketika usia kehamilan menginjak minggu kelima hingga ketujuh. Penyebab pasti terjadinya kelainan ini tidak pernah diketahui. Seringkali, bayi dengan kondisi ini memiliki cacat anus lainnya.

Baca juga: Begini Cara Mengobati Bayi yang Mengidap Atresia Ani

Dokter biasanya membuat diagnosis segera setelah bayi dilahirkan. Pasalnya, kelainan lahir ini merupakan kondisi yang serius dan membutuhkan perawatan dengan segera. Sebagian besar bayi membutuhkan operasi untuk mengatasi kecacatan ini.

  • Seberapa Serius Penyakit Atresia Ani?

Malformasi anorektal bervariasi dari anak ke anak. Seberapa serius masalah ini bergantung pada beberapa faktor, seperti seberapa jauh saluran pencernaan anak terbentuk, seberapa besar otot di sekitarnya terkena dampaknya, dan apakah saluran menghubungkan rektum ke saluran kemih pada anak laki-laki atau ke alat kelamin pada bayi perempuan.

Jika kondisi rektum mencapai hampir ke lokasi normal anus seharusnya terbentuk, masalah ini mungkin lebih mudah diatasi. Sementara itu, jika saluran terhubung ke saluran kemih atau ke alat kelamin, dokter perlu memperbaikinya.

  • Apa Saja Komplikasinya?

Atresia ani merupakan kondisi yang sangat serius dan membahayakan nyawa, sehingga membutuhkan penanganan medis segera. Jika dibiarkan tanpa adanya penanganan, maka bisa terjadi komplikasi seperti infeksi saluran kemih, Sindrom Down, atresia duodenum, penyakit jantung bawaan, penyakit Hirschsprung, hingga kelainan bentuk dan cacat yang memengaruhi tungkai lengan dan kaki.

Baca juga: Bayi Mengidap Atresia Ani, Ibu Harus Apa?

  • Bagaimana Pencegahannya?

Oleh karena merupakan cacat bawaan yang terjadi ketika bayi dilahirkan, maka tidak ada cara lain untuk mencegah kondisi ini. Satu-satunya cara adalah dengan pengobatan bedah untuk memperbaiki letaknya.

Anak yang telah menjalani operasi usus yang rumit mungkin harus mengatur pergerakan usus dengan konsumsi makanan tertentu, seperti makanan kaya serat dan menggunakan pelunak feses apabila diperlukan dan terjadi sembelit karena feses yang mengeras.

Baca juga: Begini Diagnosis Atresia Ani pada Bayi dalam Kandungan

Nah, demikian tadi empat fakta penting yang perlu ibu ketahui tentang atresia ani dan dampaknya terhadap pertumbuhan balita. Oleh karena itu, selalu periksakan kondisi kehamilan ibu secara rutin, agar bisa dilakukan deteksi dan penanganan dini apabila terjadi suatu kelainan pada kandungan. Ibu bisa bertanya secara rutin pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc di ponsel ibu dan gunakan layanan Tanya Dokter. Semoga bermanfaat.