• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui tentang Tongue-tie pada Bayi Penyebab Sulit Menyusu

Ketahui tentang Tongue-tie pada Bayi Penyebab Sulit Menyusu

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui tentang Tongue-tie pada Bayi Penyebab Sulit Menyusu

Halodoc, Jakarta - Apakah ibu pernah mendengar masalah kesehatan pada bayi bernama tongue-tie (ankyloglossia)? Tongue-tie adalah kelainan pada lidah ketika tidak leluasa bergerak karena frenulum lidah yang terlalu pendek. Frenulum merupakan jaringan tipis di bawah lidah bagian tengah. Jaringan tipis ini menghubungkan lidah dengan dasar mulut. Pada kondisi normal, frenulum lidah ini terpisah sebelum bayi lahir.

Namun, pada bayi dengan tongue-tie, frenulum lidah tetap melekat dengan dasar mulut. Tongue-tie pada bayi bisa menimbulkan masalah, salah satunya sulit menyusui. Yuk, simak ulasannya lebih jauh di bawah ini. 

Baca juga: Kebiasaan yang Dapat Menyebabkan Bayi Alami Tongue-tie

Beragam Komplikasi Tongue-tie

Tongue-tie ini dapat terjadi pada 4-11 persen bayi yang baru lahir. Di samping itu, kondisi ini lebih umum menyerang bayi laki-laki ketimbang perempuan. Nah, tongue-tie pada bayi ini bisa menimbulkan berbagai masalah baru pada dirinya. Misalnya, sulit untuk menyusui dengan benar pada payudara ibu.

Nah, berikut ini komplikasi tongue-tie yang bisa terjadi:

  • Masalah menyusui. Bayi akan kesulitan menyusui. Proses menyusui akan menjadi lebih lama dan bayi bisa saja tidak mendapatkan asupan ASI yang cukup. Alhasil, bayi selalu merasa lapar dan berat badannya sulit naik. 
  • Kesulitan berbicara. Komplikasi tongue-tie bisa menyebabkan kesulitan dalam mengucapkan huruf-huruf tertentu. 
  • Masalah gigi dan bicara. Terkadang tongue-tie bisa memicu masalah perkembangan gigi dan menelan. 
  • Kondisi mulut tidak higienis. Tongue-tie bisa membuat lidah sulit membersihkan sisa makanan dari gigi. Kondisi ini bisa memicu kerusakan gigi dan pembengkakan pada gusi. 

Di samping itu, tongue-tie sebenarnya tidak hanya memengaruhi bayi saja, sebab tongue-tie juga bisa menimbulkan masalah pada ibu. Misalnya, rasa sakit pada puting payudara saat menyusui dan peradangan pada payudara. 

Ibu bisa bertanya lebih jauh mengenai tongue-tie pada dokter spesialis anak melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Baca juga: Pencegahan yang Dapat Ibu Lakukan Agar Bayi Tak Alami Tongue-tie

Kenali Gejala Tongue-tie

Sayangnya hingga kini penyebab tongue-tie belum diketahui secara pasti. Namun, ada dugaan kalau kondisi ini dipengaruhi oleh faktor genetik. Sebab pada beberapa kasus, bayi dengan tongue-tie memiliki orang tua dengan riwayat kondisi yang sama. Lalu, bagaimana dengan gejala tongue-tie

Bayi yang mengidap ankyloglossia umumnya kesulitan untuk menggerakan lidah ke atas atau dari sisi ke sisi. Selain itu, mereka juga tidak bisa menjulurkan lidah melewati gigi depan. Ketika bayi mengidap kondisi ini, mereka akan sulit melakukan gerakan mengisap, sehingga berulang kali memasukkan dan mengeluarkan puting payudara. 

Selain hal di atas, berikut ini gejala tongue-tie yang dialami oleh bayi:

  • Bayi tidak mampu menjulurkan lidahnya melewati gusi atas.
  • Lekukan pada ujung lidah, sehingga membuat lidah terlihat seperti berbentuk hati atau V.
  • Sulit menggerakkan lidah dari sisi ke sisi, atau mengangkat lidah ke gigi atas. 
  • Ketidakmampuan untuk menyentuh langit-langit mulut.

Bagi ibu, bayi, atau terdapat anggota keluarga yang memiliki masalah kesehatan, bisa kok memeriksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit.



Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Tongue tie. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Tongue-Tie (Ankyglossia). 
WebMD. Diakses pada 2020. What is Tounge-Tie in Babies?