Ad Placeholder Image

Klasifikasi Makhluk Hidup: Panduan Lengkap dan Mudah

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Klasifikasi makhluk hidup merupakan proses mengelompokkan organisme berdasarkan kesamaan ciri atau karakteristik tertentu.

Klasifikasi Makhluk Hidup: Panduan Lengkap dan MudahKlasifikasi Makhluk Hidup: Panduan Lengkap dan Mudah

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu membayangkan bagaimana ilmuwan dan ahli medis membedakan jutaan jenis makhluk hidup yang ada di bumi ini? Mulai dari hewan, tumbuhan, hingga bakteri penyebab penyakit mematikan, semuanya membutuhkan sistem pengelompokan yang jelas. Di sinilah peran penting sistem klasifikasi makhluk hidup.

Sistem klasifikasi adalah cara logis yang digunakan oleh para ilmuwan untuk mengelompokkan organisme berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-cirinya. Dalam dunia kesehatan, klasifikasi ini sangat penting. Misalnya, ketika kamu mengalami infeksi yang ditandai dengan demam tidak turun dan tubuh terasa lemas, dokter perlu mengetahui jenis patogen (bakteri, virus, atau jamur) apa yang menyerang tubuhmu. Jika kamu mengalami keluhan tersebut, kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan penanganan awal yang tepat.

Selain untuk mengenali patogen penyebab penyakit, pengelompokan tanaman dan senyawa bioaktif juga membantu farmasis dan ilmuwan dalam menciptakan obat-obatan. Ekstrak dari tanaman tertentu yang masuk dalam kelompok Plantae kini banyak diolah menjadi suplemen dan obat herbal berstandar medis. Untuk memenuhi kebutuhan suplemen harianmu, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.

Nah, mau tahu lebih dalam tentang bagaimana sistem klasifikasi ini bekerja dan dampaknya pada dunia medis? Berikut ulasannya!

Pengertian Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

Sistem klasifikasi adalah metode sistematis yang bertujuan untuk menyederhanakan objek studi berupa makhluk hidup yang sangat beraneka ragam. Ilmu yang secara khusus mempelajari tentang klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi. Bapak Taksonomi modern yang memelopori sistem binomial nomenklatur (sistem penamaan ganda) adalah Carolus Linnaeus.

Tujuan utama dari klasifikasi ini bukan sekadar memberikan nama, tetapi juga untuk menunjukkan hubungan kekerabatan antar makhluk hidup, mendeskripsikan ciri-cirinya agar mudah dikenali, serta menyederhanakan keragaman biologi agar lebih mudah dipelajari oleh generasi mendatang, termasuk di ranah kedokteran dan farmasi.

Tingkatan Taksonomi Makhluk Hidup

Dalam taksonomi, makhluk hidup dikelompokkan ke dalam tingkatan (takson) dari yang paling umum hingga yang paling spesifik. Berikut adalah urutan tingkatan taksonomi secara umum:

1. Domain dan Kingdom (Kerajaan)

Ini adalah tingkat paling tinggi dan umum. Makhluk hidup umumnya dibagi menjadi lima kingdom utama: Monera (bakteri), Protista (mikroorganisme eukariotik tunggal), Fungi (jamur), Plantae (tumbuhan), dan Animalia (hewan). Pengelompokan ini sangat membantu dokter dalam menentukan jenis antibiotik atau antijamur yang tepat untuk pasien.

2. Filum (Hewan) atau Divisio (Tumbuhan)

Organisme dalam satu kingdom dipecah lagi berdasarkan struktur tubuh dasar yang sama. Contohnya, manusia masuk ke dalam filum Chordata (memiliki tulang belakang).

3. Kelas, Ordo, dan Famili

Setiap filum dibagi menjadi kelas, lalu kelas dibagi menjadi ordo (bangsa), dan ordo dipecah menjadi famili (suku). Tingkatan ini semakin spesifik dan menunjukkan hubungan kekerabatan genetik dan evolusi yang lebih dekat.

4. Genus dan Spesies

Genus adalah kelompok spesies yang berkerabat dekat, sedangkan spesies adalah tingkatan terendah yang berisikan individu-individu yang dapat kawin dan menghasilkan keturunan fertil. Contohnya dalam medis, genus Mycobacterium memiliki spesies Mycobacterium tuberculosis yang merupakan bakteri penyebab penyakit TBC.

Faktor Pentingnya Klasifikasi dalam Kesehatan Masyarakat
  1. Mempercepat identifikasi wabah penyakit menular (seperti membedakan virus RNA dan DNA).
  2. Mencegah resistensi antibiotik dengan menargetkan obat pada spesies bakteri spesifik.
  3. Memetakan tanaman herbal yang aman dikonsumsi sebagai pengobatan komplementer.

Manfaat Sistem Klasifikasi di Bidang Medis

1. Identifikasi Patogen Penyebab Penyakit

Tanpa adanya klasifikasi yang jelas, dokter tidak akan tahu bedanya antara infeksi jamur dan infeksi bakteri. Karena struktur dinding sel Fungi dan Monera berbeda, maka obat yang diberikan pun harus berbeda. Kesalahan pemberian obat akibat tidak mengenali klasifikasi patogen bisa berakibat fatal bagi pasien.

2. Penemuan Obat-obatan Baru (Farmakognosi)

Banyak obat modern, seperti Aspirin (dari kulit pohon dedalu) atau Penicillin (dari jamur Penicillium), ditemukan dari alam. Dengan mengetahui klasifikasi tanaman atau jamur tertentu, ilmuwan farmasi dapat mencari kerabat dekat (satu genus atau satu famili) dari organisme tersebut untuk menemukan senyawa aktif baru yang potensial sebagai obat.

3. Pembuatan Vaksin dan Serum

Pemahaman mengenai klasifikasi virus sangat krusial dalam pembuatan vaksin. Mengetahui apakah sebuah virus termasuk dalam kelompok Coronavirus, Orthomyxovirus, atau Flavivirus membantu para peneliti virologi memprediksi tingkat mutasi virus dan merancang vaksin yang efektif untuk menginduksi antibodi manusia.

Studi Mengenai Sistem Klasifikasi dalam Medis

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa penerapan taksonomi genomik sangat vital di era modern, terutama saat pandemi. Peneliti berhasil menggunakan sistem klasifikasi genetik tingkat tinggi untuk mengidentifikasi SARS-CoV-2 sebagai keluarga dari virus Corona, yang langsung mengarahkan para ilmuwan di seluruh dunia pada pendekatan pengobatan dan pengembangan vaksin yang terarah.

Studi ini membuktikan bahwa klasifikasi biologi bukanlah sekadar teori di buku teks, melainkan instrumen pertahanan utama umat manusia dalam menghadapi ancaman penyakit global. Pengurutan genom (spesies dan galur) patogen membantu tenaga medis memahami karakteristik penularan penyakit secara lebih akurat.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. International Classification of Diseases (ICD).
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Taxonomy and Medical Microbiology.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Bacterial vs. viral infections: How do they differ?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Infectious Diseases: Types, Causes, & Treatments.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Klasifikasi dan Tata Laksana Penyakit Menular.

FAQ

1. Apa hubungan antara sistem klasifikasi dengan dunia kedokteran?

Sistem klasifikasi sangat penting dalam dunia kedokteran untuk mengidentifikasi dengan akurat agen penyebab penyakit (seperti bakteri, virus, atau jamur) sehingga dokter dapat memberikan diagnosis dan resep obat yang tepat sasaran.

2. Mengapa penamaan bakteri atau penyakit sering menggunakan bahasa Latin?

Penamaan menggunakan bahasa Latin (binomial nomenklatur) bertujuan agar nama organisme atau patogen tersebut bersifat universal dan standar. Hal ini mencegah kesalahpahaman komunikasi medis antar dokter dan peneliti dari berbagai negara yang memiliki bahasa asli berbeda-beda.

3. Apakah klasifikasi makhluk hidup membantu pembuatan obat bebas (OTC)?

Ya, sangat membantu. Ilmu farmakognosi bergantung pada klasifikasi biologi tumbuhan untuk mengidentifikasi spesies tanaman mana yang memiliki bahan kimia aktif untuk diracik menjadi obat bebas, suplemen, maupun multivitamin yang aman dikonsumsi manusia.

4. Apa jadinya jika dokter salah mengklasifikasikan penyebab penyakit?

Jika terjadi kesalahan identifikasi, misalnya infeksi virus salah diklasifikasikan sebagai infeksi bakteri, pasien mungkin akan diberi antibiotik. Padahal, antibiotik tidak bisa membunuh virus, dan penggunaan antibiotik yang tidak pada tempatnya justru bisa memicu masalah resistensi antibiotik di masa depan.